Saya hanya akan membatasi artikel ini dengan mengkritisi mengenai high cost marketing tidak efektif dan memperkenalkan new way of advertising!.
Buat saya kalimat yang saya cetak miring di atas adalah new way yang dibutuhkan saat ini. mengapa? kita flashback kebelakang, lima tahun yang lalu kita dihadapkan pada ketika sekolah kita selalu dihadapkan pada soal yang muncul untuk mencari kalimat inti. Namun tidak dengan tulisan ini yang telah menyebutkan kalimat inti di awal tulisan.
Beratus ratus iklan di TV yang kita lihat setiap hari adalah salah satu contoh high cost marketing yang menelan biaya ratusan hingga miliaran rupiah. Namun mari kita review iklan apa saja yang membenak diingatan kita? Dalam hari ini saya hanya dapat mengingat iklan Djarum (Jin yang mengabulkan permintaan), dalam seminggu ini saya hanya ingat flash mobnya mizone, dan dalam sebulan yang lalu saya hanya mengingat iklan sosis sinta dan jojo ataupun axis versi ramadhan. Walaupun sebuah iklan tidak hanya untuk getting awareness, namun buat saya pribadi iklan yang saya sebutkan tadi cukuplah membenak di pikiran saya dan saya ceritakan ke sekitar saya.
Bagaimana dengan iklan yang lain yang bahkan durasinya lebih lama? Banyak diantara iklan tersebut yang cenderung gantung. Bahkan ada pula yang menampilkan tayangan yang cenderung tidak memberikan value added kepada customer. Terlalu mahal sebuah iklan yang tidak berdampak bagus bagi penjualan hanya akan menambah beban perusahaan.
Memang benar setiap divisi marketing mempunyai budget untuk marketing sendiri. Banyak yang hanya sekedar memaksimalkan budget tersebut untuk membuat program marketing. Berapa banyak dari mereka yang berfikir, bagaimana hanya dengan menghabiskan 10% anggaran marketing kita bisa mempertahankan revenue seperti tahun kemarin. Itu hanya misalnya saja. Apakah mungkin? Mungkin saja..we are in the customized world, with customized people. Apa yang bisa kita lakukan?
- Guerrilla marketing
Saya sedang tertarik dengan concept flash mob yang diadopsi mizone (Danone) baru baru ini. sebenarnya konsep ini adalah konsep lama yang pernah dilakukan juga oleh T-Mobile di Liverpool. Sebuah ide gila yang relatif low budget namun big impact. Ketika saya mengetikkan kata “flash mob mizone Indonesia” di google. Terdapat 7030 hyperlink yang men shout tentang even tersebut, baik melalui twitter, media cetak, media online, social networking atau komunitas. Dalam 2 hari 21ribu user melihat video mizone di youtube.
Namun jika secara nalar, event seperti ini pastilah perusahaan menyewa para dancer karena gerakan akan terlihat bagus jika kompak. Salah seorang rekan saya yang bekerja di Danone (AQUA) beberapa hari sebelum dan sesudah event flashmob selalu membroadcast BBM tentang adanya event tersebut, kapan acara tersebut ada, kapan ditayangkan di TV, dan bagaimana rulenya. Saya salut dengan semangat mereka mendukung berbagai program tersebut, padahal divisinya dalam bekerja berbeda.
Bagaimana dengan kita? 23ribu karyawan Telkom apakah telah dibudayakan dengan baik? Berapa persen dari karyawan DIVES yang tahu event yang diadakan karyawan DCS, berapa persen dari karyawan flexi yang mengerti produk yang dijual oleh DIVES? Masih banyak diantara kita yang tidak peduli dan cenderung memikirkan divisi sendiri dan lupa bahwa kita adalah satu entitas dibawah PT Telekomunikasi Indonesia.
Apakah kita hanya akan menjadi karyawan yang reaktif? Bak Indonesia yang protes tentang sipadan ligitan ketika akan diambil alih malaysia, dan kita menirunya memakai pita hitam ketika flexi akan diambil oleh bakrie. Okay saya akan skip bagian ini karena saya gak akan membahas mengenai merger n akuisisi.
Bagaimana kalo saya lontarkan ide untuk getting awareness untuk speedy yang mengadopsi mirip mizone tersebut namun dengan sedikit modifikasi. Coba search di youtube “frozen Grand Central”. idenya adalah: mengumpulkan lebih dari 200 orang di sebuah park atau tempat yang ramai yang semuanya berpakaian bebas, dan kemudian menyamakan waktu. Tepat pada waktu yang ditentukan mereka bersama sama freeze, atau mematung. Hampir semua orang yang tidak mengetahui event tersebut, kebingungan, dan menanyakan kemana mana tentang apa yang terjadi. “This is weirdest thing i ever seen” kata salah seorang yang kebetulan ada di lokasi tersebut. Sebagai tambahan diakhir event tersebut bisa dimunculkan sebuah tulisan besar“we never freeze like that, we lead your life, as fastest you can” speedy. Apakah mahal biayanya? Almost Zero!! Apabila kita memberdayakan event tersebut melalui karyawan kita.
Kita juga bisa meniru dan memodifikasi program yang pernah dilakukan Burger King dengan menjatuhakan 1000 dompet secara acak dalam sebuah kota. Mengapa kita tidak menirunya untuk memasarkan speedy. Didalam dompet tersebut tertuliskan ucapan apresiasi bagi para calon konsumen yang rela mengembalikan dompet tersebut ke plasa. Buat lah tulisan “tidak usah takut bagi anda yang mengambil dompet ini. its totally yours”. Sebagai reward apabila anda menunjukkan kupon yang ada didalam dompet ini maka anda akan mendapatkan free modem untuk aktivasi speedy. Dalam dompet tersebut sertakan pula sebuah peta kota yang telah diberikan tanda dimanakah saja plasa Telkom terdekat tempat dia bisa melakukan regristasi speedy. Sebuah strategi marketing yang unik yang bisa dilakukan untuk memberikan awareness kepada masyarakat Indonesia. Pasti media massa dengan suka rela akan meliput kejadian unik ini.
- Online touch marketing
Saya tidak mengerti ada tidak kosakata online touch marketing. Namun saya tidak menemukan padanan kata atau konsep marketing yang dilakukan oleh Burger King ataupun Bing.com. Burger king membuat konsep sederhana “remove 10friends from facebook for free burger” dan Bing.com membuat konsep barang siapa menggunakan search engine Bing.com dan mengeklik iklan yang ada di adsense website tersebut, maka akan mendapatkan sejumlah free cash bagi pengguna game farm ville ataupun beberapa chip untuk game poker. Dua buah ide yang menurut saya sangat kreatif ini berhasil mendapatkan getting awareness dari para surfer didunia maya. 70% pengguna game farmville ataupun game poker mengetahui dan mengikuti promosi yang ditawarkan ini. begitu juga dengan store burger king yang ramai pengunjung selama program promosi ini.
New Wave akan menggantikan generasi legacy, itulah big roadmap TELKOM saat ini. Berbagai applikasi untuk retail, UKM ataupun corporate, demikian juga berbagai website juga diciptakan. Dari plasa.com, laciku.com, fulltrek.com, sepedaku.com telah bermunculan. Apakah mendapatkan hambatan? Tentulah banyak sekali karena dinegeri ini hampir semuanya mental gratisan. Sekarang berapa banyak dari pegawai TELKOM yang mempunyai user ataupun pernah login di laciku.com untuk mendownload film, atau mencuplik lagu dari fulltrek.com? pasti sangat sedikit sekali. Selain regristasi yang ribet dan banyak klik yang harus dilakukan hanya untuk mendownload sebuah file dibandingkan (indowebster.com, 4shared.com, mediafire.com), situs yang dibuat Telkom ini adalah situs berbayar.
Walapun yang menjadi concern Telkom saat ini adalah bagaimana konsumen menggunakan speedy, namun jika banyak user yang juga mengakses website tersebut tentulah lebih baik. Bagaimana mengeducate konsumen agar mau mengunjungi berbagai website yang dikeluarkan telkom?
Sebenarnya ide sederhana. Pernahkah anda naik kereta bisnis atau ekonomi? Apabila pernah tentu saja anda tidak akan pernah lupa banyaknya penjual illegal yang berjualan di koridor kereta api. Mereka berjualan dari makanan, minuman, mainan, perkakas, alat pijat dan apapun yang bisa mereka jual untuk segera dijadikan uang. Coba perhatikan penjual mainan ataupun alat pijat/kerik. Mereka menaruh semua barangnya dipangkuan pelanggan terlebih dahulu. Mereka dibiarkan melihat, mencoba, dan memperhatikan kegunaan barang yang ditawarkan. Lima menit kemudia penjual kembali lagi untuk menarik barang dagangannya. Dari setiap gerbong saya perhatikan paling tidak 1-2 transaksi berhasil dilakukan penjual ini. hanya dalam kurang waktu 10menit penjual ini dapat menjual 2item miliknya.
Strategi lawas ini sebenarnya masih cukup ampuh untuk menarik pembeli. Strategi ini bisa kita terapkan untuk speedy, ataupun berbagai aplikasi yang ada. Buatlah konsumen untuk menikmati terlebih dahulu, ketika mereka sudah mulai addict barulah kita berikan charge untuk layanan tersebut.
Berbagai kompetisi pun bisa kita adakan. Misalnya untuk meningkatkan penggunaan internet flexi. Buatlah kompetisi “aku dan flexiku berlari sejauh blog ini bercerita”. Kompetisi menulis perjalanan dan diary selama sebulan dengan menggunakan kartu flexi untuk komunikasi ataupun koneksi internet mereka.
Berbagai cara dapat dilakukan untuk menarik pelanggan saat ini. buatlah branding, positioning, dan differensiasi yang jelas. Saat ini adalah era generasi new wave. Generasi blogging, generasi social marketing. Generasi tersebut lebih mengenal istilah pertamax, cendol ijo, dibandingkan kosa kata KBBI yang benar. Lebih sering menulis dengan perpaduan huruf dan angka yang tidak jelas (red:4lay) dibandingkan menulis dengan EJD. Mau tidak mau saat ini pengguna internet akan dimulai oleh generasi itu. Kita pun harus bisa mengikuti trend yang sedang ada agar dapat eksis dan berkembang. Lihatlah bagaimana Obama akhirnya menjadi presiden AS, padahal tim kampanye memanfaatkan media kampanye yang gratisan dari youtube, myspace, facebook, twitter dan berbagai media online lainnya.
Semoga sedikit tulisan di atas bisa memberikan gambaran bahwa tak harus mahal untuk menarik pelanggan dan memenangkan persaingan. Its time to break the wall, and make breakthrough (Nidji)
*Didik Kurniawan Hadi
]]>Seorang pelanggan TV kabel harus menelpon tiga kali untuk berlangganan baru, mengapa tidak sekali?
Beberapa perusahaan telekomunikasi menerima 10-12 rata rata panggilan dari konsumen, dan beberapa yang lain 3-4kali saja.
Beberapa perusahaan ISP menerima 2-3 kali telepon keluhan dari pelanggan mereka. Mengapa tidak hanya sekali saja? Mengapa telepon kedua hanya menanyakan? “mas teknisinya kapan datang? Lama banget,.
Perusahaan asuransi menerima 2kali telepon ketika pelanggannya mengklaim asuransinya. Telepon pertama mungkin make sense lah, namun mengapa harus ada telepon kedua??
Dari beberapa kejadian diatas pernahkah anda mengalaminya?
Pasti sering sekali.
Terlalu banyak kontak dengan pelanggan tidak selamanya baik bagi perusahaan dan customer itu sendiri. Terlalu high cost dan high to maintain. Bahkan ada beberapa perusahaan yang telah menjadi pioner untuk mengurangi contact dengan customer dan ‘memaksa’ mereka untuk memahami produk yang dikeluarkan perusahaan sehinggan customer bisa self services. Namun masih banyak juga yang tidak suka cara ini. mereka masih memuliakan pelanggan sebagai bak raja (kepinginnya) dengan system yang masih tanggung.
Di bidang perbankan misalnya. beberapa Bank, apalagi bank daerah masih mengandalkan untuk menghias plasanya, membuat sistem antri yang baik, sofa yang mewah untuk pelanggannya. Disisi lain beberapa bank telah berinvestasi pada e-transaction. Jika keperluannya hanya untuk setoran tunai apakah masih perlu untuk antri panjang? Ada beberapa bank yang telah memanfaatkan ATM untuk setoran tunai. Customer tak perlu bertemu siapa pun, hanya berinteraksi dengan mesin.Nasabah tak butuh pelayanan; yang dibutuhkan hanyalah mesin yang cukup memenuhi kebutuhannya.
Bahkan Bank Central ASIA (BCA) saat ini membuat pelayanan konvensionalnya (plasa) paling minim dibandingkan dengan beberapa kompetitornya. Tidak adanya kursi untuk menunggu antrian mewajibkan mereka berdiri. Apakah hal ini buruk? Belum tentu. BCA menganggap bahwa pelanggannya adalah well educated, sehingga mereka invest marketing untuk promosi www.klikbca.com. Bahwa hampir semua transaksi lebih mudah dilakukan dengan online adalah cara jitu untuk mengakali terlalu sering bertemu pelanggan. Alhasil website klikbca menjadi salah satu website lokal yang paling sering dikunjungi oleh konsumen di indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam banyak hal sering terjadi bahwa good services adalah no services. pelanggan hanya butuh kepastian atau jawaban yang tepat, akurat dan cepat. “Masa hanya tanya mau tanya cara untuk menkombo saja harus, tekan 1, tekan 2, dan tekan 0 untuk bertemu operator Dan harus menjawab pertanyaan panjang lebar dari operator, dari nama, nomor hape, tempat tinggal, nama ibu, bla bla bla”. (keluh seorang pengguna layanan CDMA).
Bagaimana agar kita bisa membuat interaksi yang lebih efisien namun lebih baik?
Liatlah diagram diatas, bagaimana kita memenuhi permintaan pelanggan dalam menjalankan services.
1. Eliminate dumb contact
Banyak sekali sebenarnya percakapan yang tidak diperlukan dengan pelanggan, baik via plasa ataupun via telepon. Terlalu banyak miss spelling, jawaban automatic system, ataupun penempatan karyawan yang salah untuk berhadapan dengan customer. Petik pelajaran dari British Telecom yang berhasil mengurangi percakapan 2.4juta customer setiap harinya menjadi 1 juta setiap harinya hanya dengan mengeleminate unnececey word dan systemnya.. Customer merasa lebih senang, karyawan juga bisa lebih nyaman, dan cost bisa dikurangi.
Namun sekarang mari kita lihat seberapa banyak Board Of Director yang memperhatikan tentang customer satisfaction lewat phone or plaza services?. indikasi sukses yang utama masihlah sales dan revenue. Untuk naik jabatan mari kejar sales. Pelanggan komplain itu nanti biar staff saya yang melayani. Employee first or customer first?
Data yang menarik yang dikeluarkan konsultan Accenture pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa kebanyakan CEO hampir 70% percaya bahwa pelayanan terhadap customer mereka diatas rata rata. Namun dari sisi customer malah sebaliknya. Hampir 60% customer kecewa dengan pelayanan yang diberikan perusahaan tersebut. Banyak para leader yang telah mengabaikan hal ini, mereka tidak pernah lagi mencoba sesekali ke area untuk melihat bagaimana frontliner menghadapi pelanggan, ataupun mencoba menelpon perusahaan sendiri untuk mengetahui kualitas operator keluhan. Atau dengan kata lain mereka telah lupa untuk menjadi customer itu sendiri kerena telah berkuasa. Berbeda dengan restoran kecil yang ownernya pun langsung terjun ke pelanggan untuk menanyakan bagaimana kualitas serta penyajian yang diberikan. Yang tidak habis pikir buat saya, banyak sekali bawahan di kantor cabang yang begitu hebohnya minta ampun untuk menyiapkan ketika bos besar dari Headquarter (Kantor pusat) akan meninjau. Semua peraturan di perusahaan di sulap sedemikian rapi, ditempel. Kantor pun mendadak kinclong dalam satu hari tersebut. Sangatlah ironis, karena ketika yang datang itu adalah customer mereka disuruh menunggu dan dengan tanpa persiapan apapun dilayani sekenanya saja.
2. Create Engaging Self Services
Rasanya adalah E-bay yang menjadi perusahaan pioneer yang mengajak pelanggan untuk belajar dan melayani diri mereka sendiri. Ebay membuat sistem sedemikian rupa, dari rating system, communication channel yang mempermudah pelanggan untuk melakukan transaksi sendiri sehingga tanpa perlu berinteraksi dengan karyawan perusahaan. Langkah seperti ini pun tampaknya diikuti oleh hampir semua maskapai penerbangan saat ini. mereka menawarkan kemudahan untuk memilih tanggal penerbangan melalui website mereka, memilih harga yang telah disediakan. Begitu sampai di airport hanya tinggal chek in dan happy flight.
Lalu? Bagaimana dengan telco company? Pembayaran internet saat ini sudah bisa dilakukan dengan e-banking ataupun ATM. Namun berapa persen dari mereka yang tahu dan bisa menggunakannya? Apakah sudah dioptimalkan? Mengapa lebih memilih untuk menambah cabang kantor untuk melakukan pembayaran, daripada memaksa customer membayar lewat ATM?. Jika customer jauh dari tempat pembayaran, mereka pasti akan berpikir, apakah tidak ada cara pembayaran selain datang ke tempat pembayaran?.
Mengapa hanya sedikit sekali yang melakukan pendaftaran speedy melalui 147? Itu karena reputasi 147 sendiri yang cenderung lambat responsenya daripada datang ke plasa. Itulah yang membuat plasa sangat ramai setiap hari hanya orang untuk regristasi.
3. Be Proactive
Ada sebuah Health care di Australia yang menerapkan pelayanan proaktive terhadap customernya. Dari promosi program, monitoring agar dilakukan chek up pasien secara berkala, sampai menelpon customer yang telah membuat janji dengan doktor untuk sekedar mengingatkan dan memastikan jam berapa akan bertemu, sehingga ketika terjadi cancel appointment. Jadwal tersebut dapat digunakan oleh pelanggan lain.
Bagaimana dengan Telco company? Banyak yang beranggapan kita (TELKOM) masih memonopoli. Customer tidak membayar layanan internet atau teleponnya akan diputus. Come on sadar! Ini adalah era kompetisi. Mengapa kita tidak pernah berpikir seperti itu? Membundling paket penawaran FBIP sekaligus mengingatkan pelanggan bawa sebentar lagi adalah waktu pembayaran. Yang perlu disadari adalah image FBIP saat ini harus diperbaiki. Bukan hanya pantane yang berslogan 7 dari 10 wanita yang menggunakan. 7 dari 10 orang yang datang di plasa telkom adalah orang yang komplain terhadap FBIP. Apakah program ini buruk? Tidak. Program ini sangatlah baik, namun implementasi dilapangan tanpa pengawalan yang jelas.
Mari berpikir efisien. FBIP ditawarkan dengan baik dengan melihat history percakapan pelanggan, apakah mereka lebih sering menggunakan POTSnya untuk menelpon GSM ataukah ke POTS lokal? Berikan paket yang sesuai, sekaligus mengigatkan bahwa tagihannya teleponnya sebentar lagi akan memasuki due time pembayaran.
4. Make it Really Easy to Contact Your Company
Salah satu bacaan yang membuat saya terkejut adalah dari salah satu perusahaan properti dan asuransi di Amerika Serikat bernama USAA. Perusahaan yang mempunyai customer loyalty yang paling tinggi dari pelanggannya. Alasan paling besar yang tidak bisa dihadapi perusahaan ini ketika kehilangan konsumennya adalah: kematian!. Perusahaan ini memberikan kemudahan bagi pelanggannya untuk menghubungi perusahaan, menangani keluhannya dengan orang yang tepat, dan bertanya mengenai produk terbaru. Informasi yang cepat, akurat, dan efisien inilah yang menjadi competitive advantage perusahaan ini.
Bagaimana dengan TELKOM? Banyaknya divisi yang ada seringkali membuat pelanggan bingung. Ada pelanggan UKM, retail dan corporate. Apakah konsumen butuh tahu mengenai hal itu? Yang mereka butuhkan hanyalah internet, data ataupun telepon terpasang ditempat mereka, siapapun yang melayani. Sedangkan kita masih seenaknya saja melempar customer. Mari belajar untuk tidak membingungkan customer dan bertindak proaktif. Catat nomor telepon dari berbagai divisi berbeda yang ada dikantor tersebut dan PIC yang bertanggung jawab apabila ada regristasi, keluhan, ataupun menanyakan produk. Bekali diri kita dengan knowledge produk Telkom yang baik. Dan masih berbagai cara yang bisa digunakan untuk membantu retensi pelanggan.
5. Own the Action Accross Organization
Beberapa perusahaan yang seringkali mendapatkan berbagai macam masalah dengan konsumen telah membuat terobosan agar masalah itu semakin sedikit. Salah satunya adalah dengan membentuk sebuah complaint committe yang setiap bulannya melakukan review terhadap masalah yang ada dalam bulan berjalan, mencari penyebab masalah dan mensolusikannya. Setelah solusi ditemukan dibuatlah seseorang atau orang yang bertanggung jawab apabila masalah yang serupa muncul dikemudian hari, apakah telah bisa diatasi dengan baik? Jika belum akan menjadi issue kembali dalam review bulan depan. Banyak perusahaan yang telah berhasil mengeliminir dan menemukan solusi yang bagus atas problem mereka dengan cara seperti ini.
6. Listen and Act
WOCAS (What our customer are saying)! Itulah salah satu terobosan yang dilakukan AMAZON.com. they operate on customer view! AMAZON mencetak report WOCAS seminggu sekali untuk mengetahui yang diinginkan konsumen seperti apa, keluhan mereka bagaimana tentu saja dengan mengandalkan customer representative. Ketika AMAZON meluncurkan toko baru, mereka mengirimkan email kepada seluruh pelanggannya dengan menambahkan pesan “please write and tell me what you think about this new store”!. Berbagai masukan dan saran yang tak terduga muncul membuat amazon memiliki loyal customer dan masih menjadi referensi toko buku online ter ramai sampai sekarang.
7. Deliver Great Services Experiences!
Pengalaman yang menarik yang membuat pelanggan memorable harus dilakukan. Beberapa diantaranya adalah:
- Membuat percakapan dengan pelanggan untuk meyakinkan bahwa pelanggan merasa kita melakukan sesuatu untuknya.
- Mencari ide dan menelurkannya dalam bentuk feedback dari pelanggan
- Menyewa dan merekrut karyawan yang optimis, warm, empathy, dan mempunyai etika kerja yang baik.
Beberapa langkah diatas hanyalah salah satu cara how to enhance your quality services. masih banyak cara untuk membuat pelanggan nyaman dan terpuaskan. Mari kita mencoba berpikir out the box, namun execute inside the box sesuai dengan bidang perusahaan tempat anda bekerja. Semoga tulisan ini membuat kita lebih aware bahwa tak harus mahal untuk menciptakan kepuasan pelanggan. Terima kasih
* Tulisan disadur dan dimodifikasi dari buku “The Best Services is No Services” karya Bill Price
*Didik Kurniawan Hadi
Officer 3 Analyst UNER 6 Area 2 Samarinda
]]>Sesaat setelah selesai music itu aku dengarkan. Temen kosanku berntanya:
Tujuan lo apa sih mbun? Tanya seorang teman
Menjadi pengusaha! Jawabku tegas
Kalo gitu sayang sekali kamu memilih T****m dan meninggalkan menjadi asisten seorang sekaliber Sandiaga Uno..
(terhenyak dan berusaha mengelak dengan kata kata” aku punya sebuah rencana dan hanya berhasil jika aku masuk T****m)
Aku mau sekolah. Awak mau ngampus. Ane mau jadi supermom. Gue mau jadi artis seperti lagunya hancur band. Yap. Setiap orang punya tujuan!
Adakah yang tidak tau Tsubasa Ozora? Kapten tim nankatsu yang selalu bermimpi membawa jepang juara piala dunia. Adakah yang tidak tahu koshien? Kejuaraan softball paling bergengsi di Jepang. Ya itu adalah dua film kartun jepang yang selalu membenamkan cita cita pada inti ceritanya. Maka saya tidak kaget mengapa dalam berbagai bidang olahraga, jepang adalah Negara yang tidak boleh disepelekan perkembangannya. Mereka telah dijejali film yang bernuansa tujuan hidup.

Ataukah ada yang pernah menonton Alice in Wonderland, buah karya legendaris Lewis Carroll yang baru baru ini masuk jajaran top box office? Dalam suatu perjalanan, Alice tiba di sebuah persimpangan jalan. Jalan yang dilaluinya bercabang menjadi dua. Satu ke kiri, dan satu lagi ke kanan. Alice bingung mau mengambil jalan yang mana. Dalam bimbangnya, ia bertanya kepada Cheshire Cat yang itu; “Would you tell me please,” katanya “which way I ought to go from here?” Kucing itu menatap wajah Alice. Lalu dia berkata; “That’s depend on a good deal on where you want to go…” Kata Cheshire Cat. Mendengar nasihat itu, Alice berkata bahwa dirinya tidak terlalu peduli dengan tujuan. Dan sang kucing kembali tersenyum, lalu berkata dengan bijak” “Then, it doesn’t matter which way you go….” Jalan mana yang kamu tempuh – my dear – bergantung kepada tujuanmu
“Kalo kamu nggak tahu kemana tujuan kamu, ngambil jalan manapun bebas, terserah kamu. Tujuan hidup sangatlah penting dalam hidup. Apalagi dalam cita, cinta, dan karya. Film ini juga salah satu buah karya dari Walt Disney, tokoh besar yang sejak kecil bercita cita menjadi animator.
Sebuah penelitian mengatakan bahwa tujuan itu harus dituliskan. Pada tahun 1954 diadakan penelitian di Yale University. Ketika itu dari sejumlah mahasiswa, ditanya, siapa di antara kalian yang punya cita-cita tertulis. Ternyata hanaya 3% mahasiswa yang memiliki cita-cita tertulis. Penelitian dilakukan sampai tahun 1974. Pada tahun 1974 diteliti apa yang terjadi dengan mereka yang menuliskan cita-citanya. Ternyata mereka yang menuliskan cita-citanya jumlah kekayaan mereka tiga kali lipat dibandingkan mereka yang tidak menuliskan cita-citanya. Bayangkan, jumlah kekayaan 3% orang mengalahkan jumlah kekayaan 97% orang.
Orang2 besar muncul dari belief yang mereka percayai. Karena itu bercita citalah. Ber cita cita itu gratis gan, karena bercita citalah setinggi tingginya. Karena hidup itu tiada artinya bila tanpa ada kemanfaatan. Jangan takut untuk menjadi orang besar karena godaan besar. Bukannya hidup ini akan lebih indah jika kita memiliki banyak cerita? Betul betul betul (upin dan upin)
Andaikan ayahnya Britney spears memintanya untuk menjadi karateka, atau andaikan ayahnya Bruce Lee memintanya untuk menjadi Penyanyi, pastilah mereka tidak bisa seperti sekarang ini. (sepenggalan dalam film 3 idiots). Do what you what to do, dream it, love it, grab it, and reach it
Didik Kurniawan Hadi
]]>
Memimpin puluhan ribu karyawan yang menyebar di medan operasi tambang di wilayah Papua tentunya membutuhkan gaya dan karateristik kepemimpinan yang berbeda. Walaupun secara umum sebenarnya sudah banyak teori-teori kepemimpinan dibahas dan dibicarakan orang, akan tetapi penerapannya di lapangan terbukti masih dibutuhkan adanya figur seorang pemimpin yang selain berwawasan luas juga responsif terhadap isu-isu yang berkembang secara tiba-tiba.
Beberapa isu strategis yang harus bisa dihadapi seorang pemimpin:
- Berteman dengan musuh
- Menghadapi konflik
- Menghargai kebutuhan manusia (Diperhatikan, Dihargai, dan Dihormati)
- Bernegosiasi tangpa harus mengalahkan
- Berkomunikasi efektif
- Menguasai 3M (Man, Machine, Money)
- Berani membuat keputusan
- Belajar dari kesalahan cukup sekali
- Belajar bahwa kegagalan sebagai pembelajaran – Deal with Failure
- Perhatikan jalan dan rambu-rambu
- Melakukan pendekatan personal (Parent style, adult style, child style)
- Kemauan mengubah diri sendiri
- Konsep buah tangan, campur tangan dan suratan tangan
- Bekerja adalah ibadah
- Berorientasi attention to detail
- Bukan sekedar mendelagasikan
- Mengedepankan integritas dan konsistensi
- Berpikir sebelum bertindak
Sepuluh karakteristik pemimpin yang efektif dan merakyat
Buku ini menggambarkan komentar sahabat mengenai JK, beberapa yang menarik adalah:
Aksa Mahmud: Orang seperti JK itu tidak pernah berhenti otaknya berpikir. Tidak pernah kehabisan akal. Pak JK memiliki seribu akal. Seribu pekerjaan juga sudah menunggu dia. Pengabdian kepada bangsa ini tetap akan dilakukan melalui pemikiran-pemikiran yang akan dia berikan. Jangan dianggap pak JK selepas ini akan menjadi oposisi, saya pastikan tidak.
Hasyim Muzadi: Pada diri Pak JK, kesederhanaan itu menopang idealisme. Dua hal yang menarik perhatian saya adalah pertama dia ingin amaliyah agama tanpa simbolisme dan teriak-teriak, yang kedua bahwa kesederhanaan hidup itu adalah bagian daripada kemampuan idealisme di dalam dirinya.
Pontjo Sutowo: Seorang entrepreneur itu instansi utamanya adalah kemandirian. Tanpa ada kemandirian, entrepreneurship tidak ada. Entrepreneur selalu mencari solusi terhadap hal hal yang membuat dia tidak mampu. Dia menolak akan ketidak mampuan itu.
Taufiq Kemas: Yang khas dari JK adalah dorongannya yang begitu kuat untuk menjadi bagian dari solusi. Dia mendedikasikan dirinya dalam penyelesaian persoalan-persoalan yang membelit masyarakatnya. Saya ingat betul bagaimana, dalam posisinya sebagai Menko Kesra di era Megawati, JK begitu bersemangat menyelesaikan konflik di Ambon, Poso, dan Halmahera yang saling kait- mengait.
Fahmi Idris: Karakter JK yang genuine yang membuatnya berbeda dari SBY adalah JK orang yang sangat bisa membaca permasalahan secara tepat. Kalau kita satu jam membicarakan permasalahan, lalu satu jam berikutnya membahas cara memecahkannya, maka kasih beliau antara 10-15 menit, beliau bisa merumuskan masalahnya sekaligus pemecahan masalahnya.
M. Yusuf Asy’ari: Pak JK punya komitmen ekonomi kerakyatan yang konkirt yaitu rumah susun hak milik. Rusunami ini betul-betul bisa dikatakan ide beliau meskipun beliau mengatakan sudah dibicarakan dengan presiden tapi beliau sangat mendorong karena menurut beliau kota-kota masa depan itu tidak mungkin lagi landed house.
Fuad Bawazier: Saya tidak bisa membayangkan ke depan, SBY tanpa JK. Ibaratnya kalau kita sebut duet SBY-JK sebagai get things done, maka duet SBY- Budiono, bisa bermuara pada get things stucked. Apalagi kalau kabinetnya diisi dengan orang orang yang menganut paham politik pembiaran- yang penting aman dan saya lima tahun bisa bertahan sampai selesai.
]]>