Category Other Things

Review Buku: The Seven Potential Blasts “Mencapai Kaya Tak Terbatas” 0

Apr27

Manusia memiliki 7 sensor untuk membangkitkan 7 potensi besar yang diciptakan Tuhan dan inilah sensor ledakan kaya tak terbatas.Ketujuh poternsi itu adalah: kekuasaan, rahasia zat, kaya tak terbatas, maksud serta rahasia, karunia yang luas, kesehatan dan kecerdasan. Ledakan dahsyat potensi kaya tak terbatas, berasal dari fungsi neuron sensor (sensory neuron positif Lathifah Khafi yang terletak di organ limpa anda. Bagaimana membuka dan membangkitkan potensi ini pada diri anda?

Buku ini mengajak kita bagaimana mengasah mental untuk menjadi pengusaha yang baik yang berpegangkan pada trilogy ibadah, tawakal dan sabar dalam setiap menjalankan usaha apapun. Berbisnis adalah mengubah mind set dari pola pikir seorang karyawan menjadi creator unggul. Itu artinya, anda memilih untuk mengambil 90% dari rizki dan memberikan 10% sisanya kepada karyawan. Alasan tidak “berbakat” berbisnis dan ketiadaan modal uang, menunjukkan betapa bekunya kreativitas seseorang. Yang perlu dijadikan contoh adalah bahwa para pebisnis besar justru bermula dari modal dengkul dan kegagalan bisnis mereka.

Didalam berusaha itu proses adalah sebuah hal yang sangat penting. Jangan takut gagal dalam memulai berusaha. Berbahagialah ketika gagal dalam bisnis, sebab itulah cara latihan sabar agar anda berbisnis dengan benar. Kegagalan dalam bisnis adalah ilmu yang mahal harganya dan tidak mungkin anda dapatkan ketika sekolah. Dalam berusaha fiqh adalah kunci agar mencapai bisnis yang barokah. Ibaratnya air tanpa wadah aka meluber kemana mana, maka buatlah wadah bisnis yang indah dengan fiqh, agar dapat menampung intangible asset.

Untuk memulai bisnis terdapat enam energi yang bisa dijadikan dorongan untuk selalu berusaha:

  1. Just do it now, mulailah start up dan ingatlah selalu bahwa bagi orang tawakal, aturan yang dibuat Allah itu sangat canggih, sehingga ia merasa bahagia karena sedang memasuki sistem yang sangar rapi dan unggul
  2. Untung rugi itu bukanlah urusanmu, melainkan urusan Allah. Tetapi yang menjadi urusanmu sekarang adalah melangkah dengan tidak ada ketakutan sama sekali.
  3. Teropong keunggulan pesaingmu hanya untuk menentukan strategi. Tapi janganlah engkau terpesona olehnya, sebab keterpesonaan akan membekukan kreativitasmu. Jadikalah pesaing sebagai mitra untuk membersarkan pasar. Jadikanlah bisnis kendaraanmu beribadah kepada-Nya, dari situ engkau akan menemukan nikmat dan indahnya berbisnis.
  4. Sesuaikan kehendakmu dengan kehendak pasar, ciptakan deferensiasi yang mampu memikat para pelanggan zaman. Kelola semua aspek bisnismu sesuai iradah Tuhan, sebab tren pasar mengikuti qadar yang telah ditetapkan Tuhan.
  5. Semangatmu adalah spirit Al Quran. Semangat oang tawakal melebihi tinggi gunung, di depan ia melihat pertolongan telah menanti dari Yang Maha Penolong dan Yang Maha Perkasa
  6. Jangan pernah ragu mendesain perencanaan, ia sangat penting untuk di estimasi. Perencanaan dibuat manusia, Allah lah yang menentukan, melahirkan sikap “menjemput” kepastian yang dijanjikan Allah itu. Pengejaran yang tak berkesudahan menyebabkan pemborosan, inefisiensi, dan keputusasaan.

Karya: Ahmad Abdul Mujib

Hanya dari Sebuah Kata Enterpreunership Mahasiswa* 1

Jan29

Ketika sistem ekonomi sedang terpuruk, bersembunyi dimanakah sekelompok mahkluk yang dijuluki mahasiswa sebagai agen perubahan?

“Dimuka bumi yang terhampar luas, yang kita namakan sebagai dunia tidak pernah kita temukan sesuatu yang tetap dan abadi, yang tetap hanyalah perubahan itu sendiri” (diungkapkan oleh Heraclitos 535-475 SM). Sebuah perubahan yang dimaksud menuju tatanan masyarakat yang lebih baik, lebih adil dan sejahtera tentunya membutuhkan sebuah proses dan harus ada pelaku dari perubahan itu sendiri atau agent of change. Manusia memang beragam mulai dari yang materialisme, Hodenisme, Rasialisme serta Mistisisme. Apakah perubahan fisik manusia itu tidak diikuti perubahan daya pikirnya? seperti yang diungkapkan Charles Darwin. Seharusnya daya pikir manusia juga berubah seiring dengan perubahan bentuk fisiknya. Prolog diatas hanyalah untuk menggambarkan sebuah komunitas yang mengklaim dirinya sebagai komunitas intelektual yang berkesempatan untuk menimba konsep itu di suatu tempat yang disebut universitas.

Adalah mahasiswa yaitu sebuah kelompok yang terlahir akibat adanya kedzaliman zaman. Mungkin mahasiswa adalah sebuah produk anak haram yang terlahir dari dunia kotor, dunia yang memutarbalikkan fakta dan yang penuh dengan rezim kekuasaan para dheduwur yang berusaha mempertahankan status quo-nya. Kelahiran mahasiswa mungkin membuat mereka menjadi gencar yang diselubungi rasa kekhawatiran karena mahasiswa selalu menggembor-gemborkan akan adanya suatu perubahan yang bertujuan akan adanya suatu keadilan yang dijunjung tinggi bukannya kekuasaan.

Mahasiswa selalu menjadi elemen dalam perjuangan sebuah bangsa, tidak hanya pelopor dalam roda perjuangan sejarah Bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai penggerak, bahkan menjadi pemberi keputusan. Pergerakan mahasiswa yang selalu menempatkan dirinya sebagai agent of change dengan idealisme dan moral force yang dimilikinya. Dengan tidak mengesampingkan norma, nilai, dan tatanan yang berlaku di masyarakat, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa mahasiswa selama ini selalu menduduki garda terdepan dalam suatu change, mendongkrak kesewenang-wenangan rezim demi menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, karena mahasiswa masih memiliki idealisme yang relatif bebas dari vested interest politik, seperti kedudukan, jabatan dan kekayaan.

”Hijrah” pergerakan mahasiswa tumbuh dan berkembang di dalam kampus yang merupakan simbol akademik, kebebasan berargumen, berkreasi, dan berkomunikasi secara aktif/bebas. Ketika kita sadar kampus adalah bagian kedua dari kehidupan para aktivis, kita harus berusaha mengembangkan diri(self-improvement) untuk berekpresi dan beraktualisasi. Sebagai mahasiswa tidak lengkap rasanya apabila atribut kita tidak dipenuhi dengan sebuah perubahan dinamika dan romantika yang berguna bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.

Dalam keheningan menatap situasi ke-Indonesiaan saat ini, akan membuat

kita muram. Dihantam krisis multi dimensi, membuat kita jatuh tersungkur, bahkan seakan berada di titik nadir. Dan rasanya kita tak tahu akan diletakkan dimana wajah kita, bila dihadapkan pada the founder of our nation. sekarang kita berkaca sebagai mahasiswa yang dapat melihat 38 juta rakyat yang menjerit menerima ketidakadilan dari para punggawa negara menghempas keluh keringat hanya untuk sesuap makan. Sebagai penyambung lidah rakyat, mahasiswa harus benar-benar melakukan perubahan. Perubahan disini bukan hanya ordinary change, tetapi adalah perubahan yang bisa menyingkirkan sifat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan akan kaum darah biru terhadap proletar.

Tetapi kenyataannya berbicara lain, sebagian besar mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi belum bisa memberikan sumbangsihnya untuk membantu perbaikan bangsa ini. Salah satu penyebab kondisi ini adalah kurangnya wawasan yang dimiliki para mahasiswa / lulusan perguruan tinggi dalam hal kewirausahaan dan pentingnya kemampuan selain kemampuan teknis. setiap elemen masyarakat.

Hal itu tentu saja akan mencoreng nama mahasiswa dengan gelar yang disandangnya(agent of change).Bahkan ada anggapan bahwa mahasiswa masih terlalu berat untuk menerima atribut yang dibawanya, karena belum tampak adanya timbal balik atau konsekuensi logis dalam bentuk riil akan adanya atribut tersebut. Bahkan dirumah kedua para aktivis pun(kampus) telah terjadi degradasi moral mahasiswa yang terlena akan maya-nya dunia nyata.Sehingga mereka merasa dirinya bukan merupakan bagian dari agent of change dan agent of modernization.

Ketika mahasiswa dikaitkan dengan keadaan perekonomian bangsa, maka itu hanyalah sekedar wacana retoris. Karena sudah jelas itu adalah tugas mahasiswa sebagai agent of modernization yang harus bisa membawa Indonesia keluar dari terpuruknya sistem bangsa ini. Sekilas tentang pembangunan ekonomi dahulu yang selalu dikumandangkan besar-besaran dengan berbagai slogannya dan jatuh tertimpa slogan pembangunannya sendiri, akibat keberpihakan yang tidak seimbang terhadap ideologi-ideologi besar dunia. Keluar dari IMF pun ternyata tidak membawa Indonesia sebagai bengsa yang mandiri. Karena untuk mewujudkan bangsa yang lebih mandiri adalah sebuah perjuangan dan merupakan kerja keras yang tidak pernah berakhir. Kemandirian bagi Bangsa Indonesia

bukan lagi diukur dari statement/proklamasi kemerdekaan, namun ukurannya lebih kepada upaya mengisi kemerdekaan, dengan sikap mandiri, berbuat mandiri, dan membangun secara mandiri. Jika itu tidak kita lakukan, kemudian kita tertinggal, maka pesaing kita akan maju.

Sebagai mahasiswa kita harus tahu bahwa perekonomian dan kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh masyarakatnya sendiri, dimana sifat enterpreunership menjadi pondasi awalnya. Jika kita berkaca pada orang-orang Amerika yang mempunyai keinginan untuk berusaha mempunyai jiwa enterprener dengan berfokus pada world-class. Pertanyaan yang muncul dari statement tersebut adalah mengapa kita tidak bisa jika Amerika saja bisa?

Sebenarnya maju-tidaknya perekonomian suatu bangsa tergantung pada sifat enterpreunership yang dimiliki oleh masyarakatnya, terutama generasi mudanya. Sebagai mahasiswa yang termasuk dalam generasi muda kita harus berusaha mendapatkan jiwa enterpreunership dengan cara-cara yang benar. Mencontoh dari nama-nama besar seperti Herb Kelleher dengan Southwest Airlines-nya, Roberto Goizueta dengan Coca-Cola Company, Sir Richard Branson dengan Virgin Group, ataupun Elly Callaway dengan Callaway golf-nya pun tidak ada buruknya. Mereka mungkin mempunyai gaya enterpreuner yang berbeda-beda tetapi mereka semua berhasil karena dapat meletakkan gaya enterpreunership sesuai situasi dan kondisi yang tepat. Sebagai contoh saja Herb Kelleher dengan Southwest Airlines-nya yang selalu mengutamakan humor untuk para pelanggannya, mungkin tidak akan pernah bisa dipraktekkan di dalam perusahaan Callaway Golf, karena prinsip dasar kedua perusahaan memang berbeda. Yang menyamakan adalah desire mereka untuk memulai sesuatu yang baru karena melihat setitik celah keberhasilan. Mereka semua memulai usaha mereka dari nol, tetapi denga jiwa dan semangat enterpreuner mereka mampu mengubah sesuatu hal kecil yang membosankan menjadi sebuah perusahaan raksasa yang sulit ditandingi.

Mengapa kita sebagai generasi muda tidak bisa meniru mereka? Selama kita masih menjunjung tinggi semboyan seperti slogan silver queen”mumpung kita masih muda santai saja” maka tidak mustahil Bangsa Indonesia tidak mampu keluar dari ekonomi yang menjerat rakyatnya. Sebenarnya kita bisa memulai perubahan itu sekarang, dengan tidak bertumpu pada sifat individualisme dan primordialisme maka sebenarnya kita sudah menumbuhkan benih-benih jiwa enterpreunership dalam tubuh kita.

Tidak perlu dibayangkan, karena kita sudah terlambat, sifat enterpreunership harus kita kembangkan mulai detik ini juga, dengan menyamakan persepsi menuju Bangsa Indonesia yang disegani oleh semua bangsa, maka tidak lama lagi hal itu akan segera terwujud. Karena jika kita masih membayangkan maka kita hanya akan tersesat seperti sebuah pepetah ”telur dulu atau ayam dulu” maksudnya disini adalah kita harus memulai perbaikan sistem ekonomi oleh para ekonom sekarang ataukah kita harus mulai sekarang. Jadi untuk menghilangkan pepatah tersebut kita harus menyamakan persepsi bahwa ayam dulu-lah yang lahir. Artinya perubahan harus dimulai dari kita sendiri, karena hanya dengan cara itu kita semua dapat mewujudkan Bangsa Indonesia yang mandiri.

Bangsa yang mandiri ialah bangsa yang dapat menyediakan kebutuhannya sendiri, terutama terhadap barang yang dapat mereka produksi sendiri. Kemandirian akan meningkatkan kesejahteraan warga negara dan memperjelas eksistensi negara di mata dunia. Dengan jiwa enterpreunership kita dapat menemukan sepercik titik terang tersebut. Sebuah titik yang dapat membawa perubahan besar bagi bangsa kita, Bangsa Indonesia.

Tetapi memang benar esensi semua itu kembali kepada mahasiswa yang harus mau membangun jiwa enterpreunership. Saat ini sebagai mahasiswa, kita harus menyadari, ada banyak hal di negara ini yang harus diluruskan dan diperbaiki. Kepedulian terhadap negara dan komitmen terhadap nasib bangsa di masa depan harus diinterpretasikan oleh mahasiswa ke dalam hal-hal yang positif. Tidak bisa dimungkiri, mahasiswa sebagai social control terkadang juga kurang mengontrol dirinya sendiri. Sehingga mahasiswa harus menghindari tindakan dan sikap yang dapat merusak status yang disandangnya, termasuk sikap hedonis-materialis yang banyak menghinggapi mahasiswa.

Demi menjaga eksistensi dari atribut tersebut, adalah anda aktivis mahasiswa sebagai agent of change dan agent of modernization. Siapalagi yang akan melakukan perubahan kecuali anda.

* Didik Kurniawan Hadi

Perangkai Pidato Obama yang Cemerlang.. 3

Jan21

Tahun Pidato pelantikan Presiden Barack Obama yang mengesankan dan inspiratif ternyata dibuat seorang anak muda berusia 27 tahun.

PENULIS pidato itu adalah Jon Favreau. Dialah kini pencipta sejarah sebagai penulis pidato termuda dalam sejarah pelantikan presiden baru AS. Selama dua bulan terakhir sedikitnya 16 jam sehari Favreau menghabiskan waktu untuk mencari inspirasi dalam penulisan pidato pelantikan Obama.

Detik demi detik selalu dia manfaatkan untuk memikirkan bagaimana menyambung kata-kata dan merangkai kalimat pidato agar lebih memikat. Cara kerja dan tempat kerjanya pun dibuat bervariasi dan berpindah-pindah. Kadang dia pergi ke kedai kopi Starbucks di Penn Quarter atau tinggal serta merenung sendiri di apartemen yang tergolong baru karena dilengkapi perabotan rumah tangga di
Dupont Circle,Washington.

Sering pula dia kerjakan pidato Obama hingga pukul 03.00 pagi. Dia minum kopi double espresso dan minuman energi Red Bull sebagai dopingnya. Untukmempermudahtugas Favreaudibantusatutimasisten yang membantu mengumpulkan berbagai bahan pidato. Bahan-bahanyangmenjadipendukung utama Favreau adalah kumpulan pidato-pidato pelantikan Presiden AS dan penelitian tentang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah bangsaAmerika.

Setiap untaian kalimat yang dibuat Favreau dan diucapkan Obama akan dikutip dalam sejarah dan menjadi inspirasi bagi jutaan rakyat Amerika. “Saya berada pada pelantikan ketika Obama mengatakan…,”demikian rakyat AS akan bercerita tentang pengalaman mereka ketika melihat langsung atau melalui televisi tentang pidato pelantikan Obama. Untuk membuat pidato yang hebat Favreau menjalin kedekatan sendiri. Persahabatan ini membuat mereka bisa saling membaca pikiran.

Dengan demikian, tidak ada jurang pemisah antara Favreau dan Obama.Tiap pidato yang dibuat Favreau pun menjadi satu kesatuan yang tidak dipisahkan dan menciptakan sebuah harmoni. Selain pidato, “Yes We Can”juga slogan Obama yang diciptakan Favreau. Menurut Favreau,slogan tersebut mampu meramu semua
kebijakan dan impian menjadi sebuah harapan bagi Obama demi masa depan bangsa Amerika.

Kenapa harus Favreau yang menjadi penulis pidato Obama? Menurut penasihat utama Obama, David Axelrod, Obama sangat mempercayai Favreau. “Dan Anda tahu, Barack bukan tipe orang yang percaya kepada banyak orang,”papar Axelrod. Favreau bakal terus mendampingi Obama setelah pelantikan tadi malam.

Dia akan menanggalkan seragam kebangsaannya, celana jins dan sweater, lalu mengenakan setelan formal dan duduk di ruangan di Sayap Barat Gedung Putih. Jabatan barunya adalah ketua tim perumus naskah pidato presiden, bersama belasan penulis senior yang menjadi anak buahnya. Bergabung dengan tim Obama
di Gedung Putih akan menjadi langkah perubahan besar-besaran bagi kehidupan Favreau.

Bisa jadi ini juga menjadi karier terakhir bagi Favs di dunia politik. ” Segalanya bisa menjadi antiklimaks, “paparnya kepada Times Online. Favreau dan Obama sadar bahwa pidato mereka akan ditunggu dan dikenang sejarah.

Mereka pun tidak sembarang membuatnya.Ambisi Favreau adalah membuat pidato yang lain dari pidato pelantikan Presiden AS sebelumnya. Menurut sejarawan kepresidenan AS, Thoman Alan Schwartz, jika kemampuan retorika Favreau dan Obama digabungkan dengan kemenangan bersejarah, pidato
inaugurasi tersebut akan menjadi suatu yang fenomenal.” Saya tidak mudah membuat pidato bersejarah. Apalagi setiap frase dan kalimatnya akan selalu dikenang,” papar Schwartz dikutip Time. Pidato-pidato Obama yang dibuat

Favreau sempat mendapatkan pujian langsung Hillary Clinton. “Pidato kampanyemu seperti puisi,tapi Anda menyampaikan layaknya sebuah prosa,”puji Hillary. Favreau mengatakan rahasia membuat pidato yang bagus adalah kejujuran. “Pertama kali saya akan berpikir tentang bagaimana pidato itu ketika Obama mengucapkannya pada kampanye.Kemudian saya akan melihat raut muka para penasihat senior Obama.

Jika mereka tersenyum, berarti pidato buatan saya bagus,” kutip The New YorkTimes. Siapa sesungguhnya Favreau? Pria yang akrab dipanggil “Favs”ini lahir pada 6 Juni 1981.Pada 2003 dia menyelesaikan studi di College of the Holy Cross di Massachusetts. Awal ketertarikannya pada dunia pidato sejak Favs ditunjuk menyampaikan pidato perpisahan mewakili teman-temannya. Saat itu ia menyandang predikat mahasiswa paling berprestasi.

Mengetahui ketertarikan dengan dunia penulisan pidato, pada 2004 Favs bergabung dalam kampanye presiden untuk Senator John Kerry. Dalam Konvensi Partai Demokrat 2004, di belakang panggung dia bertemu Obama. Dari belakang panggung tersebut, Favs memberikan saran pada Obama untuk menulis ulang pidatonya agar lebih berintonasi dan tidak tumpang tindih.

Awalnya Obama tidak percaya pada Favreau dengan wajah anak dan gaya gaulnya. “Obama melihat saya seperti orang bingung, ‘Ada apa dengan anak ini’” ungkapnya menirukan ekspresi Obama. Penjelasannya tentang gaya dan isi pidato membuat Obama takjub. Asisten komunikasi Obama, Robert Gibbs, yang
juga membantu kampanye Kerry, merekomendasikan Favreau kepada Obama.

Pada 2005 Favreau mulai bekerja untuk presiden terpilih berkulit hitam pertama AS tersebut. Favreau bergabung dengan tim kampanye Obama sebagai ketua tim perumus pidato pada 2007 lalu. Tak mengherankan jika selama masa kampanye itu pidato Obama luar biasa dan mendapatkan sambutan positif dari warga AS. (NYT/Times Online/ andika hm)

Menulis Lamaran yang Menarik..(Pengakuan seorang HR) 1

Jan7

Sebagai manager HRD di sebuah perusahaan swasta, tahukah anda tugas apa yang membuat saya bosan setengah mati? Ya, kalau anda pernah bekerja di bagian HRD mungkin anda bisa menebaknya, yaitu membaca CV dan dokumen lamaran lainnya.

Bagaimana tidak bosan, satu lowongan kerja saja bisa mendatangkan ratusan pelamar kerja. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika perusahaan kami membuka 9 lowongan kerja. Tebaklah berapa jumlah dokumen lamaran yang sampai ke bagian HRD kami? 2452 dokumen!

Lalu apa yang harus kami lakukan dengan pelamar sebanyak itu? Memilih secara acak diantara dua ribu orang lebih? Terlalu riskan. Mengundang semuanya untuk wawancara? Terlalu makan waktu, manajemen senior hanya memberikan waktu 2 minggu.

Akhirnya seorang rekan mencetuskan sebuah ide yang (menurut saya) agak “jahat”, yaitu cukup dengan melihat CV mereka saja. Intinya adalah CV yang tidak menarik dan tidak sedap dipandang mata, langsung kami buang ke tong sampah. Wow, kejam sekali!

Tapi itulah yang kami lakukan mulai saat itu dan seterusnya, hanya menilai buku dari sampulnya. Yah, mau bagaimana lagi, kami sudah tidak tahu cara yang lebih baik. Lagi pula cara ini terbukti efektif dan efisien. Kami berhasil mendapatkan orang-orang berkualitas selama bertahun-tahun menerapkannya.

Sepanjang karir saya selama memeriksa dokumen lamaran, hanya ada tiga dokumen lamaran yang benar-benar saya ingat. Yang lainnya memang bagus, tapi yang tiga inilah yang paling unik dan berbeda (sehingga masih saya ingat sampai sekarang).

Yang pertama berupa sebuah brosur. Bukan brosur sembarangan dan yang biasanya dicetak hitam putih. Tapi sebuah brosur yang sangat bagus sekali, dengan kertas yang berkualitas dan dicetak full-color! Hebat, orang ini sungguh serius sekali.

Yang kedua hanya sebuah dokumen CV biasa. Yang membuatnya berbeda adalah CV ini dikirimkan dengan menggunakan jasa FedEx. Karena mengira itu dokumen penting, dokumen itu sampai ke meja saya dengan mulus dan langsung saya baca. Dalam hal merebut perhatian saya, CV ini telah mengalahkan ratusan CV yang lain.

Yang ketiga adalah CV yang menyertakan sebuah hyperlink ke sebuah situs pribadi. Yang sungguh mengagumkan adalah CV itu tidak berkata banyak selain membuat saya penasaran untuk mengunjungi situs tersebut. Dalam situs itu ada rekaman video singkat tentang mengapa saya harus memberinya pekerjaan. Inilah yang disebut berusaha ekstra untuk sebuah CV!

Kesimpulannya: Jangan takut untuk melawan arus. Lain kali anda menuliskan CV anda, buatlah yang berbeda dan unik. Jangan dengarkan suara dan ketakutan “orang yang biasa-biasa saja”. Jadilah berani untuk tampil beda, karena itulah yang akan memudahkan kami untuk mengingat anda dan menerima anda bekerja di perusahaan kami.

Sumber: dari emailnya Tri Hardiyanto temen SMU…gak tau dapatnya dari mana semoga bukan HOAX

Read Me in the Fucking World Created by Heart 3

Jan7

This world is fucking stuff, though I’m seeing the same view like yesterday, walking same road like yesterday my world has totally changed,

Happiness what is that? I think it just dream that can’t be fulfilled

BEM, SEF, IKAMMA, PPM, BITE, Co-investern, Instruktur, kerja part time, full time, dapat beasiswa, ikut seminar training, IPK-cumloade, main sana main sini, semua sudah aku lakukan sebagai mahasiswa. Tapi semua itu hanya mngisi 1/8 dari otakku yang mungkin tidak berbekas ketika aku tua kelak yang akan ditumpuki dengan berbagai kegiatan.

Dan Aku tidak bahagia……………………..

Masa muda yang hanya sekali ini aku bingung mau berbuat apa? Aku melihat teman-temanku yang semua sibuk dan sok sibuk, apakah itu masa muda buat mereka? Cari sponsor, jadi pembicara, sekretaris, bendahara, kerja part time? Itu semua aku akuin penting, tapi just go to hell just being like that, its so damn pity, Mengapa system dunia ini begitu kacau, tuan Kelabu (F**K!), karena kamu aku kebilangan kebahagianku, teman temanku, kau paksa semua untuk mengikuti system yang kau buat…aaarrrgghh….Ada tidak kah dunia yang menstandarkan gaji pada tingkat kebahagiaan??Kalo ada dimana? Aku ingin tahu sekarang apakah aku temasuk kaya atau miskin?bagaimana dengan teman-temanku?

To be honest, I’m oh bukan, tapi we get youth itulah yang aku impikan (love, relationship, friends). Kapan seluruh otakku terisi itu semu, kalo bisa aku rela mengorbankan apapun..

Mimpi apa kamu mbun????Dunia ini milikku, sistem yang telah aku ciptakan, kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Kamu harus ikut sistem ini, teman temanmu sudah aku rampas dan sebentar lagi kamu (begitulah kata-kata terakhir yang diucapkan tuan kelabu sesaat sebelum aku akhirnya menyerah)

For all my friends (thanks for being my 1/8 in my entire life where the 7/8 was gone)

* Tuan Kelabu (Tuan Pencuri waktu dalam novel Momo)