Category Other Things

We Are New Wave Generation 1

Nov8

Pernahkah ada yang membaca bukunya Paul Arden yang berjudul “Whatever you think, think the opposite”. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa kebanyakan orang hanya berpikir dalam boundaries yang telah ditetapkan, banyak orang yang masih takut untuk melakukan breakthrough atau terobosan dalam melakukan usaha, bisnis, ataupun perjalanan mereka.

Saya hanya akan membatasi artikel ini dengan mengkritisi mengenai high cost marketing tidak efektif dan memperkenalkan new way of advertising!.

continue reading »

Mengenal Risiko lebih dalam! Bagian I 0

Jun15

Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti mengandung risiko didalamnya. Risiko memiliki konotasi negatif, hal yang harus dihindari, dan berusaha meminimalkan potensi terjadinya risiko. Risiko dalam bidang keuangan sering diidentikan sebagai hal yang meleset dari perkiraan. Dalam investasi saham misalnya, kita sering mengurangi risiko dengan melakukan diversifikasi atau portofolio atau dengan teorinya yang terkenal “don’t put your eggs into one basket”.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai risiko dalam dunia keuangan, adalah lebih baik jika kita mengenali tipe tipe risiko terlebih dahulu. Risiko sangat beragam jenisnya, dari risiko kecelakaan, risiko kematian, risiko bangkrut, risiko kerugian, risiko terjadinya perubahan kurs, risiko terjadinya inflasi, risiko perubahan suku bunga, dan masih banyak lainnya. Namun secara garis besar risiko dapat dibedakan menjadi dua. risiko murni dan risiko spekulatif.

Risiko yang kemungkinan terjadinya ada, namun tidak memberikan keuntungan ketika tidak mengalaminya termasuk dalam risiko murni. Terjadinya kebanjiran, kecelakaan termasuk dalam kategori ini. Di Indonesia saat ini bermunculan industri asuransi yang membantu mengurangi risiko ini dengan imbalan sejumlah premi tiap tahun. Dibandingakan dengan beberapa Negara di Scandinavia pertumbuhan industri asuransi di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Bahasan mengenai industri asuransi akan dibahas later on. Tidak pada bagian ini.. okay..

Risiko yang kedua adalah risiko spekulatif. Terdapat kerugian dan keuntungan dalam risiko ini. Berbisnis, berjudi, saham, forex, obligasi, tentu saja masuk dalam kategori ini. Risiko ini biasanya berbanding terbalik dengan orang lain dalam industri bisnis yang sama. Misalnya kita membuka bisnis usaha retoran. Kerugian penjualan yang kita alami mungkin saja membawa keuntungan bagi pengusaha restoran lainnya.

Yang perlu dipahami oleh semua individu tentang risiko adalah risiko itu datang kapan saja dan sulit dihindari. Karena itu banyak perusahaan yang mendatangkan konsultan hanya untuk meminimalkan risiko yang akan terjadi. Banyak sekali risiko yang terjadi dalam sebuah organisasi bisnis. Sebagaimana kita pahami dan sepakati, tujuan utama perusahaan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan dan memaksimalkan kemakmuran pemilik perusahaan. Salah satu cara memaksimalkan kemakmuran share holder adalah dengan mengelola risiko dengan baik.

Risiko harus dikelola dengan baik karena kegagalan mengelola risiko menimbulkan banyak biaya yang akan muncul. Bayangkan suatu kejadian di mana sebuah perusahaan karet ban yang mengalami kebakaran salah satu pabriknya. Kerugian langsung dari peristiwa tersebut adalah kerugian finansial akibat aset yang terbakar. Namun lihat juga kerugian tidak langsungnya, seperti tidak bisa beroperasinya perusahaan selama beberapa bulan sehingga menghentikan arus kas. Akibat lainnya barangkali adalah macetnya pembayaran utang kepada kreditor dan suppliers karena terhentinya arus kas tadi yang akhirnya akan menurunkan kredibilitas dan hubungan baik perusahaan dengan para business partners tersebut. Nah, di sinilah pentingnya manajemen risiko. Manajemen risiko yang efektif dapat meminimumkan biaya risiko. Konkretnya, risiko yang dikelola dengan baik, seperti dengan asuransi dan hedging kontrak derivatif, dapat menjaga agar kinerja perusahaan terhindar dari faktor-faktor non-operasi seperti kerugian akibat risiko murni tadi.

Nah pertanyaan selanjutnya bagaimana mengelola risiko secara garis besarnya? Risiko bisa dikelola dengan berbagai cara, menghindar, ditahan (risk retention), dibuang, diminimalkan dengan diversifikasi atau dilimpahkan ke pihak lain.

Mengelola risiko dengan cara menghindar berari menghindari risiko dengan melakukan sebuah tindakan yang memunculkan terjadinya risiko tersebut. Contohnya jika anda takut gagal ketika mendirikan bisnis. Yaudah jadi karyawan aja.mudah kan?

Diversifikasi risiko ini paling terkenal ketika kita mengenal dunia investasi. Pasar saham misalnya. Banyak manajer investasi menggunakan diversifikasi assetnya untuk mengurangi kerugian. Seorang manajer akan mencari asset asset dalam industri yang berlawanan untuk mengurangi terjadinya risiko default. Biasanya terkenal dengan beta portofolio minus satu ( -1) maka seseorang telah menggunakan teori diversifikasi.

Nah skian dulu tentang pengenalan risiko manajemen pada bab selanjutnya akan dijelaskan lebih dalam bagaimana seluk beluk risiko itu. Bagaimana mereka mengelolanya mengatasinya.. menarik bukan?

* Didik Kurniawan Hadi

membuat sebuah website… 0

May26

tiga bulan sudah akhirnya aku menyelesaikan website musikku, banyak pro kontra dalam pembuatannya..ada yang bilang itu pembajakan lah, illegal..akhirnya aku pun menghentikan untuk upload lagu lagu.. tapi kemudian aku mengambil link2 yang diupload di 4shared.com. hahaha..saya tidak membajak tetapi membantu menyebar luaskan informasi musik…silahkan kunjungi situs saya di musicact.net

Pengusaha Menghapi Pajak (interview) 0

Apr27

    • Dalam rangka menahan laju pelemahan ekonomi global, pemerintah diberbagai negara menguncurkan paket stimulus fiskal 2009 tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia pada 2009 ini akan meluncurkan paket stimulus fiscal senilai Rp.73,3 triliun. Dari kacamata bapak bagaimana bapak melihat konsep pengucuran stimulus fiskal 2009 di Indonesia? sudah cukup idealkah atau masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki baik secara kuantitas maupun kualitas?

      Saya menghargai langkah pengucuran paket stimulus yang dilakukan oleh pemerintah, hanya saja sasarannya yang masih harus diperbaiki. Suntikan (stimulus) sebesar Rp73,3 triliun, adalah sekitar 1,4% dari Produk Domistik Bruto (PDB). Akan tetapi hanya Rp1,05 triliun, atau 1,38% dari total stimulus itu yang dirasakan langsung oleh rakyat, diantaranya untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sisanya hampir 98% dana paket stimulus itu dialokasikan sebagai subsidi dan insentif pajak. Jadi menurut saya langkah pemberian stimulus fiskal sudah benar, tapi akan lebih maksimal jika stimulus fiskal diarahkan untuk kegiatan-kegiatan ekonomi rakyat yang manfaatnya jangka panjang dan akan memberi multiplayer effect yang tinggi.’’ seperti contoh di China semuanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur untuk kepentingan ekonomi jangka panjang dan akan dirasakan langsung oleh rakyat banyak.

        • Seperti diketahui, penguncuran paket stimulus fiskal 2009 ini salah satunya diprioritaskan untuk dunia usaha yakni agar produktivitas meningkat dan PHK massal bisa diantisipasi. Bagaimana tanggapan bapak tentang hal ini?

          Walaupun nilai stimulus di Indonesia mayoritasnya adalah keringanan pajak dan dengan direct spending yang kecil, namun sedikit banyaknya telah merangsang produktivitas dunia usaha. Oleh karena itu, direct spending dan target yang tepat menjadi penting untuk di perhatikan. Jangan sampai stimulus semata mata hanya diraskan oleh dunia usaha besar, dan melupakan masyarakat berpendapatan rendah seperti UMKM, pedagang kecil, petani, nelayan, dan sektor informal lainnya yang justru mereka adalah penyelamat perekonomian negeri saat terjadi krisis. Kalau stimulus fiskal ini dapat berjalan dengan tepat sasaran, maka harapan untuk menahan pelemahan ekonomi akan lebih besar. Harapannya tentu nanti dunia usaha akan bisa bergulir sehingga mengurangi PHK.

            • Terkait dengan pertanyaan nomor 2, bentuk stimulus dengan dunia usaha diantaranya insentif pajak berupa penurunan tarif PPH dan subsidi pajak berupa PPN dan BM ditanggung pemerintah. Bagaimana bapak melihat aturan pajak di Indonesia khususnya dari kacamata pengusaha. Sudah cukup business friendly kah?atau masih ada hal-hal mendasar yang perlu ditangani?

              Pajak merupakan sumber pemasukan negara terbesar. Indonesia tak akan lagi terlalu bergantung pada utang luar negeri dan penjualan aset negara seperti pada dasawarsa lalu. Pemerintah perlu diacungi jempol telah berhasil memperbaiki citra pembayaran pajak sampai saat ini. Para pengusaha pun sangat mendukung dan ingin melakukan yang terbaik dengan membayar pajak yang ada. kalangan dunia pengusaha memainkan peranan signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, lewat pembayaran pajak namun hal ini jangan membuat pemerintah makin menjerat para pengusaha dengan pajak yang tinggi. Saat ini yang perlu dioptimalkan adalah pajak untuk para pejabat dan orang kaya di Indonesia. Direktorat Jenderal Pajak yaitu harus bersikap fair dengan memeriksa kepatuhan pejabat dan mantan pejabat dalam pembayaran pajak, sehingga tidak hanya pengusaha saja yang selalu menjadi uber uberan pajak. Jika keseimbangan antara hak dan kewajiban wajib pajak telah dipenuhi maka akan terjadi keharmonisan antara pemerintah dengan para pengusaha.

                • Menurut bapak selain dalam bentuk insentif pajak dan subsidi pajak, usaha apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menggenjot produktivitas dunia usaha saat ini yang cukup lesu akibat pengaruh krisis global?

                  Bagi dunia usaha yang paling penting adalah memberi kepastian dan jaminan dalam berusaha. Penurunan peringkat kemudahan berinvestasi di Indonesia dari 123 menjadi 129 tentunya membuat kalangan pengusaha berfikir kembali untuk berinvestasi di Indonesia. Sedangkan bagi pengusaha yang telah ada di Indonesia, kemudahan perijinan, kemudahan birokrasi, kemudahan dalam pemberian kredit dan kepastian dukungan pemerintah pada para pengusaha yang diwujudkan dalam kemudahan pembayaran pajak misalnya akan menjadi obat penenang bagi pengusaha saat ini yang masih tersendat sendat akibat krisis global kemarin.

                    • Bagi pelaku usaha dan ukm, menurut pandangan bapak apa langkah-langkah strategis yang mesti ditempuh seorang pengusaha dalam jangka pendek agar tetap survive dan bisa menjaga sustainabilitas usaha ditengah kondisi cukup sulit saat ini?

                      Untuk dapat survive maka seorang pengusaha harus bisa membuat prioritas yang harus dilakukan pada usahanya. Saat ini prioritas pertama adalah mengembangkan jurus bertahan daripada menyerang. Saat ini situasi belum jelas sehingga kita belum mengetahui sampai sejauh mana keburukan krisis ini. Pengusaha bias menggunakan manajemen berdasarkan akal sehat, misalnya menahan investasi berdasarkan impian yang masih jauh dan menghemat biaya untuk yang kecil sekalipun. Efesiensi biaya adalah kunci utama untuk survive, ajak seluruh stakeholder untuk bertindak seefisen mungkin, dan tanamkan sikap untuk memiliki perusahaan.

                        • Terkait pertanyaan nomor 5, menurut bapak jika seorang pengusaha harus menurunkan tingkat produktivitas usaha akibat tekanan kondisi yang cukup berat saat ini, usaha apa yang harus ditempuh pengusaha untuk menghindari terjadinya PHK massal?

                          Seperti yang telah saya katakana pada pertanyaan sebelumnya. Perusahaan yang bagus dalam menghadapi krisis adalah perusahaan yang dapat melakukan rapid respond tentunya dengan mengurangi biaya tetap (fixed cost) dan mengubahnya lebih banyak menjadi flexible cost atau meminimalkan biaya tetap. Sudah hal biasa jiga fixed cost perusahaan besar jauh lebih besar daripada perusahaan kecil sehingga potensi yang dialami ketika krisis pun cenderung lebih besar. Banyak perusahaan yang memutuskan untuk mengurangi fixed cost denga mengurangi sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan. Padahal cara ini dapat menimbulkan efek negatif terhadap moral organisasi dalam mensejahterakan salah satu stakeholder perusahaan yaitu karyawan. Mensiasati fixed cost bisa melalui berbagai macam cara, misalnya saja penghematan operasional kegiatan karyawan sehari hari, pemakaian listrik AC, air, dll adalah kebijakan yang pintar dan mengajak karyawan untuk berhemat. Kita juga bisa menggunakan kebijakan meminimalkan pengeluaran dalam bentuk dollar dan currency asing lainnya. Dengan cara ini produksi barang/jasa baru bisa tetap berjalan normal.

                            • Sebagai seorang pengusaha, bagaimana bapak melihat kinerja perekonomian Indonesia ditahun 2009 ini?

                              Sebagai pengusaha saya harus selalu siap dengan kondisi apapun yang akan terjadi. Akan tetapi saya selalu menerapkan pada saya dan seluruh stakeholder di perusahaan saya agar selalu optimis bahwa selalu ada peluang dalam setiap krisis. Walaupun saat ini kondisi fondasi makroekonomi Indonesia yang relatif lebih baik dibandingkan negara-negara lain ditengah krisis yang terjadi saat ini. Walaupun Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2009 ini hanya berkisar 3-4%, namun beberapa sektor telah mengalami rebound yang signifikan seperti yang terjadi pada penjualan motor dan mobil yang telah menunjukkan uptrend-nya kembali. Jika pemerintah berhasil mempertahankan kondisi rupiah pada 11ribu – 12ribu atau bahkan lebih baik dan dengan konsumsi domestik yang besar, maka perekonomian Indonesia perlahan akan mampu berkembang dan tumbuh lebih baik dari negara lain.

                              Review Buku: Psikologi Beragama 0

                              Apr27

                              Dalam beragama tidak bisa di hindari dan dipungkiri bahwa kita akan berbeda dengan yang lain. Perbedaan ini sesungguhnya modal bagi terciptanya kehidupan yang lebih hidup dan penuh dinamika. Meskipun, pada kenyataannya banyak di antara kita yang saling membenci, mencaci, bahkan memushui, hanya karena berbeda keyakinan dan pandangan. Cara menjalankan agama, akan mempengaruhi cara kita menjalani kehidupan. Disinilah tantangan kita, umat beragama untuk bisa menghadirkan agama yang mampu menjadikan hidup ini lebih nyaman dan santun.

                              Dalam kehidupan ini formula “to forgive dan forget” terhadap tragedi masa lalu akan mampu mengubah dunia yang semula gelap gulita dan menyakitkan menjadi terang benderang dan optimis menapaki hari hari esok. Semua ini kembali pada pribadi masing-masing orang. Belajarlah untuk berfikir positif dan berprasangka baik maka hidupmu akan lebih sehat dan damai.

                              Akibat perkembangan demografi dan revolusi teknologi transformasi serta informatika adalah agama bagaikan dalam dunia bisnis telah memasuki pasaran informasi internasional. Informasi keagamaan yang dikemas dalam bentuk buku, video kaset, seminar, meditasi, ideologis keagamaan,- dan semacamnya masuk bursa pasar dan mudah dijumpai di mana-mana.‎Namun, hal yang menggembirakan adalah bermunculan pusat-pusat studi keagamaan yang ada di perguruan tinggi dan jumlahnya kian tahun kian meningkat, baik di dalam maupun di luar negeri.‎ Sifat islam yang mendunia telah mempercepat dan memungkinkan terangkatnya budaya lokal menjadi tersebar kepada skala global. Dunia islam menjadi lokus dan katalisator bagi proses interaksi dan tukar menukar berbagai elemen budaya yang sedemikian beragam sehingga melahirkan peradaban hibrida dengan karakter islam. Islam berkembang karena kemampuannya menyerap dan menghargai budaya lokal yang ada.

                              Manusia adalah makhluk sosial. Sangatlah mustahil bagi kita untuk hidup tanpa orang lain. Kehidupan harus saling tolong menolong dan saling memberi manfaat. Antara manusia satu dengan yang lain banyak yang berbeda agama yang sering kali menimbulkan perbedaan paham dan penafsiran, akan tetapi jika kita sadar beberapa aspek fundamental dalam agama itu sebenarnya tetap sama. Terutama yang terkandung dalam rukun iman dan rukun islam serta ajaran akhlak mulia.

                              Dalam kehidupan seorang yang cerdas adalah orang yang mau berdialog dengan Al Quran, karena didalamnya dia akan melihat pantulan balik tentang kualitas kepribadiannya. Sehingga Al Quran adalah konsultan bagi kehidupan untuk membuat agenda perbaikan di masa depan. Sebagai manusia ciptaan-Nya kita harus senantiasa bersyukur atas apapun pemberian-Nya. Orang kaya yang dikagumi adalah mereka yang dengan hartanya meninggalkan amal kebajikan untuk menolong dan memajukan masyarakat.‎

                              Rasulullah mengajarkan bahwa seseorang ketika meninggal hendaknya mewariskan ilmu yang bermanfaat bagi kemanusiaan, harta kekayaan yang dibelanjakan untuk kesejahteraan umat, dan anak ataupun generasi yang saleh. Ketiga warisan itulah yang membuat seseorang panjang umur, sekalipun seseorang telah meninggal.

                              Karya: Komaruddin Hidayat