Archive April 2009

Update on Indonesia’s Investment Environment 2009 0

Apr27

Better Macroeconomic condition represents the correct moment to take decision in investment. Because, real development which acted by entrepreneur will not be able to walk maximal without existence of positive support from macroeconomics stability. Indonesia have the big potency to create a better economic growth more compared other state in Asia.

Now, there are so many investment opportunity waiting all investor. Starting from infrastructure, agribusiness, tourism, mining and energy and also some other sector which promise big advantage to investor, like in energy sector. We already know that in our five big islands in Indonesia, two of it, is the biggest user in electricity. That island is Java and Sumatra. Unfortunately, until now energy request still not yet be able fulfilled by Indonesia energy supplier like PLN and other private sector party.

So that, some potential area in economic study, still not be able to be tilled maximal, like mineral for example. In West Sumatra, there are coal reserves which promising in Town Sawahlunto for exactly. It is about 20 million ton of which ready to be exploited. In Tourism. “Nowadays, there are big opportunities, in front of our eyes and heap of supporter mediums have also been made available. For capital owner which still confuse to look for the business opportunity hence most precise place is Indonesia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) predicted that investment growth in 2009 is about 10,7-11,2% to a lot of contributed by local investor. (Growth in 2007-2008 is 20.5%). Lutfi tell that in order to reach goals of investment growth 10,7 – 11,2%, BKPM will focus in investment promotion for three sector that is energy, food and infrastructure. In three the last year, BKPM already obstinately fight for the change paradigm and behavioral in improving climate of national investment gave the theme of From Red of Tape of to Red Carpet. BKPM have also compiled the book “Roadmap Investment” to be made as reference of promotion of investment and service.

Success key for Indonesia efficacy in ascertaining more investment prospect or remain to be bright like last some years, lay in determining process what have to be realized. In the case of real sector investment, the process can be categorized to become three. First, process to realize the investment climate which more interesting and competitive from all security, speed of service permit, and rule of law. Second, process promote the Indonesia to and among other nations in Asia and world. Third, process to maintain the investment which already run or have been agreed. In order to make a better investment, a better society support is very important to support form bottom line.

So what will do? Let use domestic Products. It will give the remarkable positive impact to national economy. Pursuant to simulation from assumption to seven commodity becoming basic need for society, in one year at least Rp 257,5 trillion of fund of stream down in country, to move the economics. Assess that almost a quarter from total expense of APBN in one budget year. ( renewal voice)

Investment climate in Indonesia will be good progressively if government can improve 10.000 by law (perda), that becoming inhibitor of capital investment by foreign and domestic investor during this time. ” During the year 2008, government only able to repair 30 percentage of 10.000 perda pursuing of investment (source: Committee Make An Audit Of The PT of Bank of Swadesi Teddy Reinier Sondakh).

Investment is not only giving labor accretion, not merely giving economic growth. But, investment forwards have to follow to improve the industry strategic structure. For example in goods production, hence its condition has to be more goodness. Shall no longer export the raw goods, but how managed, produced better become fabricating material goods.

Pelaksanaan Kebijakan Akses Pembiayaan bagi pemberdayaan UMKM 0

Apr27

  • Ada beberapa alasan mengapa UMKM perlu diberdayakan.
    1. Pertama adalah karena masih banyak atau sekurang-kurangnya 92 % UMKM belum akses dengan sumber permodalan.
    2. Kedua adalah karena jumlahnya sangat besar. Menurut BPS (2006), jika pengusaha UMKM tidak diberdayakan menyebabkan kemiskinan makin besar dan menjadi beban seluruh bangsa.
    3. Alasan ketiga jika UMKM diberdayakan secara tepat akan menjadi usaha kecil yang kemudian berkembang menjadi usaha menengah
    4. dan alasan keempat. menurut hasil penelitian (Syukur, 2002) umumnya usaha mikro yang mendapat pelayanan keuangan pendapatannya meningkat per- bulan rata-rata 87, 34 % dan alasan yang kelima faktor pendanaan menjadi daya dorong bagi usaha mikro untuk naik kelas menjadi usaha kecil dan bahkan bukannya tidak mungkin untuk terus ke usaha menengah. Usaha mikro mempunyai potensi untuk dikembangkan secara cepat.

  • Pemerintah akan meningkatkan akses UMKM terhadap sumber pembiayaan dengan mengeluarkan 13 dari 29 kebijakan terkait pemberdayaan UMKM. Fokus pemberdayaan UMKM yang pertama adalah peningkatan akses pembiayaan, termasuk kapasitas kemampuan penjaminan dari beberapa lembaga penjaminan kredit.

  • Setidaknya, akan ada 3 Peraturan Menteri Keuangan, antara lain mengenai skema kredit investasi bagi UMKM yang ditargetkan keluar akhir tahun ini. Selain itu, untuk memperkuat sistem penjaminan kredit bagi UMKM, pemerintah juga mengeluarkan program sertifikasi tanah untuk memperkuat penjaminan kredit dengan mempermudah pembuatan sertifikasi tanah serta menurunkan biayanya agar lebih murah dan terjangkau.

  • Menteri Keuangan juga akan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) mengenai perubahan batas kena pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Batas terendahnya akan dinaikkan sehingga memperluas cakupan sertifikasi tanah milik UMKM yang tidak terkena pajak BPHTB.

  • Permenkeu lainnya yang akan terbit pada Agustus ini mengenai pedoman tentang pengelolaan dana APBN untuk optimalisasi pemberdayaan UMKM. ” juga akan melakukan revitalisasi kredit UMKM. Kemudian restrukturisasi dana program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) yang disisihkan dari laba BUMN. Selain itu, paket kebijakan pemberdayaan UMKM juga termasuk pembangunan kewirausahaan dan sumber daya manusia UMKM. “Di sini ada program sarjana mandiri, di mana ada keterlibatan perguruan tinggi dalam business development service (pengembangan layanan bisnis) yang menjadi konsultan bagi UMKM.

  • Pemerintah juga menyiapkan program peningkatan peluang pasar bagi UMKM dengan pengembangan institusi promosi produk dan pengembangan akses pasar melalui hotel.

  • Optimalisasi peran PEMDA dengan melakukan penjaminan kredit UMKM yang diajukan kepada perbankan dirasakan sangat strategis dalam upaya pemberdayaan UMKM di daerah. Skema penjaminan yang dilakukan dapat dipilih dari alternatif-alternatif sesuai dengan kondisi daerah. Dengan penjaminan ini, maka pemberdayaan UMKM baik dari sisi kelembagaan maupun permodalan melalui mekanisme perbankan dapat dilakukan sehingga hasil yang diperoleh akan dapat lebih optimal.

LONDON SUMMIT: G20 akankah efektif untuk Indonesia? 0

Apr27

Kemerosotan ekonomi AS sampai saat ini di karenakan dua hal. Pertama, pengeluaran yang sangat unproduktif militer AS sebagai penjaga dunia dari teror. Kedua, melemahnya sektor manufaktur akibat banyak produk saingan yang lebih kompetitif muncul dari negara lain. Dua hal ini yang menyebabkan bursa Wall Street menciptakan produk derivatif yang nilainya 684 triliun dollar AS atau 11 kali total PDB dunia. Industri derivatif ini menjadi penyebab utama terjadinya krisis yang sampai saat ini belum terselesaikan.

Sistem banking internasional yang telah runtuh, banyak perusahaan yang tutup, menurunnya volume perdagangan dan meningkatnya pengangguran adalah sederet dampak dari krisis ekonomi yang sampai sekarang belum juga selesai. Menganggapi hal itu, sebagai tindak lanjut dari Washington Summit pada November 2008 silam, maka pada 2 april 2009 akan diselenggarakan kembali pertemuan para pemimpin Negara G-20 di London. Pertemuan yang dilatar belakangi buruknya krisis bank internasional saat ini akan membahas tentang bagaimana meningkatkan koordinasi global untuk membantu mengembalikan pertumbuhan ekonomi global. Tiga komitmen yang harus disepakati dalam pertemuan itu adalah:

· Menstabilkan pasar finansial dan membantu para pelaku bisnis untuk keluar dari resesi

· Reformasi dan penguatan keuangan global dan sistem ekonomi untuk mengembalikan keyakinan dan kepercayaan

· Untuk meletakkan ekonomi global dalam kerangka pertumbuhan yang berkelanjutan.

KTM G-20 London sebelumnya telah mengeluarkan pemberitahuan resmi yang dalam pasal 7-nya menyatakan, International Organization of Securities Commission (IOSCO) akan meningkatkan peranannya sebagai badan pengawas supranasional untuk mencegah terulangnya krisis kembali. Pasal 8 KTM menyebut, perombakan kuota IMF untuk meningkatkan porsi emerging markets harus selesai pada Januari 2011. Sedangkan perombakan Bank Dunia harus diselesaikan pada April 2010, termasuk demokratisasi pimpinan BD/IMF harus berdasarkan meritokrasi dan bukan lagi kuota duopoli AS untuk BD dan Eropa untuk IMF.

World Trade Organisation (WTO) juga telah memprediksi bahwa perdagangan global akan turun menjadi 9% tahun ini. Penurunan ini adalah penurunan yang paling tinggi sejak perang dunia dua. Antara tahun 1990 sampai dengan 2006 pertumbuhan perdagangan dunia tumbuh lebih dari 6% per tahun. Namun saat ini mesin ekonomi bergerak kebalikannya. Eksport Jepang pada bulan feburari turun 50% dibandingkan februari tahun lalu. namun demikian impor negara ini juga mengalami penurunan yang tajam sehinggal neraca perdangangan jepang masih tercatat surplus.

Keruntuhan ini disebabkan oleh globalisasi. Jaman dahulu, barang diproduksi dalam suatu negara kemudian di export. Akan tetapi saat ini produk terdiri dari beberapa bahan yang berasal dari seluruh dunia. Statistic perdagangan melihat pada nilai, bukan pada nilai tambah, sehingga mereka banyak memasukan perhitungan ganda. Akibatnya ketika ekonomi terguncang, maka perdangangan akan terguncang lebih hebat.

Bank Dunia juga mengatakan, sejak pertemuan para pemimpin G-20 November lalu di Washington, DC, 17 negara diantaranya memiliki kebijakan perdagangan yang sangat ketat. Beberapa menaikan tariff, seperti India pada baja, Rusia pada mobil second, China juga telah melarang import daging babi dan merek Italia.

Dalam menyambut London Summit April mendatang, banyak negara yang telah melakukan persiapan dengan melakukan forum forum yang membahas solusi mengatasi krisis. Dalam pertemuan yang dilakukan menteri menteri keuangan negara G20 menghasilkan beberapa keputusan penting yang diantaranya adalah:

· Komitmen untuk memerangi segala bentuk protectionism dan menjaga perdagangan terbuka.

· Berjanji berusaha yang berkelanjutan untuk mengembalikan pertumbuhan.

· Memberikan bantuan kepada IMF agar dapat lebih membantu negara anggotanya

Tindakan nyata sangat diperlukan untuk menyelesaikan krisis ini dalam menghindari resesi ekonomi, perlindungan terhadap deflasi, penguatan sektor finansial dan mencegah tekanan dari kebijakan proteksi yang akan menghancurkan setiap negara. Karena itu dalam pertemuan London summit diharapkan para pemimpin dapat:

  • Mereview dampak krisis keuangan global dan apakah aksi yang diperlukan harus mengacu pada bagaimana memicu permintaan sesegera mungkin di mana hal ini konsisten untuk kesinambungan anggaran jangka panjang Menetapkan komitmen mereka dalam kestabilan harga dan menghindari deflasi dan mensuport bank sentral untuk melanjutkan kebijakan moneter yang dibutuhkan
  • Menetapkan kebulatan untuk mengambil tindakan apapun yang dibutuhkan untuk membuat ekonomi global lebih stabil termasuk tindakan untuk mendukung peminjaman.

Namun tampaknya KTT G-20 masih diwarnai adanya kekuatan dua golongan. Disatu sisi sikap AS sebagai super power yang selalu menginginkan hasil pertemuan adalah sebagai prasyarat pemulihan ekonomi, sedangkan disisi lain yang didominasi Eropa, emerging markets menginginkanpemulihan kepercayaan dengan merombak adanya kekuasaan moneter yang melebihi skala nasional sehingga kredibilitas pulih dan pasar menjadi normal kembali. Penggelontoran stimulus dalam kondisi lenyapnya kredibilitas tak akan menjamin suksesnya stimulus.

Bagaimana dengan Indonesia? Sangat diharapkan bahwa kehadiran Presiden SBY besok di KTT G-20 bukan untuk sekadar mengulangi minta dana dari IMF kembali. Paradigma era G-20, Indonesia sebagai anggota G-20 harus turut serta merombak dan menentukan pola operasi IMF kedepannya agar lebih menesejahterakan negara negara anggotanya.

Plugging Ideas into Business: Creating Innovative Industries 0

Apr27

Peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia melorot dua posisi, dari 127 menjadi 129. Dalam laporan Doing Business 2009 yang meneliti 181 negara, posisi Indonesia masih jauh dari negara tetangga, seperti Thailand yang berada di peringkat 13, Malaysia (20), dan Vietnam (92). Singapura masih menempati urutan teratas, yang merupakan prestasi dalam tiga tahun berturut-turut.Upaya perbaikan iklim investasi di Indonesia, masih kalah cepat dibandingkan reformasi di negara lain. Inilah yang menyebabkan peringkat kemudahan berbisnis Indonesia menurun. Dari sepuluh ukuran kemudahan berbisnis, peringkat cukup baik dicapai Indonesia pada indikator melakukan transaksi tanpa batas (trading across borders) di posisi 37. Indikator lain yang cukup baik adalah melindungi investor (protecting investor) pada posisi 53.

Think out box,berpikir bahwa selalu ada peluang ditengah krisis. Mungkin itulah ide pertama munculnya banyak industri kreatif seperti saat ini. Industri kreatif adalah salah satu industri yang mampu bertahan ketika krisis moneter terjadi tahun 97-98. Kita lihat saja misalnya Di Bandung, pada saat krisis ekonomi tahun 1998, hanya ada belasan distro tetapi sekarang jumlah distro di Bandung mencapai 400-an. Industri kreatif akan menjadi industri yang menguntungkan di masa depan seiring dengan perubahan selera pasar. Populasi Indonesia yang berusia 15-29 tahun sebanyak 40,2 juta atau 18,4 persen merupakan pasar yang sangat gemuk bagi industri kreatif. Salah satu negara yang paling terkenal dengan industri kreatifnya adalah Inggris. Saat ini industri kreatif di negara ini menyumbang 8,2 persen penerimaan nasionalnya. Target pemerintah Indonesia pada 2015 adalah membuat kontribusi sektor Industri kreatif sebesar 9-11 persen. Apabila hal ini benar terlaksana, maka ekonomi kita akan semakin kuat terhadap gejolak eksternal yang akan terjadi.

Meski Pemerintah begitu gencar dalam menggelontorkan program pengembangan industri kreatif ini namun patut dibeliaungkan dalam hal pengimplementasian, nampaknya masih menemukan beberapa hambatan yang patut diperhatikan. Diantaranya, kurangnya jumlah dan kualitas sumber daya manusia. Masalah kedua adalah pengembangan iklim kondusif untuk memulai dan menjalankan usaha industri kreatif yang meliputi sistem administrasi negara, kebijakan dan peraturan serta infrastruktur yang diharapkan dapat dibuat kondusif bagi perkembangan industri kreatif. Masalah ketiga, mengenai penghargaan terhadap pelaku industri kreatif baik secara finansial maupun nonfinansial. Masalah lain yang teridentifikasi adalah upaya percepatan tumbuhnya teknologi informasi dan komunikasi yang terkait erat dengan pengembangan akses pasar dan inovasi dalam industri kreatif.

Sektor swasta dilihat sebagai motor penggerak dari pertumbuhan ekonomi untuk membantu dalam meningkatkan pendapatan nasional. Sektor swasta Pada tingkat global harus dapat membantu pemerintah untuk mengembangkan iklim ekonomi internasional dan membantu untuk menciptakaan level playing fields (kebebasan perdagangan, menghilangkan hambatan, mendorong investasi luar negeri, pembayaran hutang dan kebijakan pendukung); Membantu dalam menciptakan iklim investasi yang lebih baik di Indonesia melalui kerangka kerja yang jelas dan transparan untuk melakukan bisnis, menjaga stabilitas makro ekonomi. Dengan cara seperti ini beliau berharap ekonomi Indonesia akan merata sampai ke daerah daerah terpencil.

Ingatlah kata kata Ketaki Bhave salah satu CEO di Microsoft. “Some people see things and ask Why? I dream things which never were and ask Why not?”, yang artinya Beberapa orang melihat sesuatu dan bertanya mengapa, dan beliau bermimpi untuk selalu berkata mengapa tidak??. Kita tahu industri ini membutuhkan sumber daya yang kreatif. Kalau mereka aja para pengusaha industri kreatif yang saat ini sukses kebanyakan berasal dari lulusan universitas jatuh bangun, fakultas berani belajar dari kegagalan, dengan jurusan tidak pantang menyerah, dan bidang studi selalu ingin maju. Lalu kenapa kita tidak?

Pengusaha Menghapi Pajak (interview) 0

Apr27

    • Dalam rangka menahan laju pelemahan ekonomi global, pemerintah diberbagai negara menguncurkan paket stimulus fiskal 2009 tak terkecuali Indonesia. Pemerintah Indonesia pada 2009 ini akan meluncurkan paket stimulus fiscal senilai Rp.73,3 triliun. Dari kacamata bapak bagaimana bapak melihat konsep pengucuran stimulus fiskal 2009 di Indonesia? sudah cukup idealkah atau masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki baik secara kuantitas maupun kualitas?

      Saya menghargai langkah pengucuran paket stimulus yang dilakukan oleh pemerintah, hanya saja sasarannya yang masih harus diperbaiki. Suntikan (stimulus) sebesar Rp73,3 triliun, adalah sekitar 1,4% dari Produk Domistik Bruto (PDB). Akan tetapi hanya Rp1,05 triliun, atau 1,38% dari total stimulus itu yang dirasakan langsung oleh rakyat, diantaranya untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sisanya hampir 98% dana paket stimulus itu dialokasikan sebagai subsidi dan insentif pajak. Jadi menurut saya langkah pemberian stimulus fiskal sudah benar, tapi akan lebih maksimal jika stimulus fiskal diarahkan untuk kegiatan-kegiatan ekonomi rakyat yang manfaatnya jangka panjang dan akan memberi multiplayer effect yang tinggi.’’ seperti contoh di China semuanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur untuk kepentingan ekonomi jangka panjang dan akan dirasakan langsung oleh rakyat banyak.

        • Seperti diketahui, penguncuran paket stimulus fiskal 2009 ini salah satunya diprioritaskan untuk dunia usaha yakni agar produktivitas meningkat dan PHK massal bisa diantisipasi. Bagaimana tanggapan bapak tentang hal ini?

          Walaupun nilai stimulus di Indonesia mayoritasnya adalah keringanan pajak dan dengan direct spending yang kecil, namun sedikit banyaknya telah merangsang produktivitas dunia usaha. Oleh karena itu, direct spending dan target yang tepat menjadi penting untuk di perhatikan. Jangan sampai stimulus semata mata hanya diraskan oleh dunia usaha besar, dan melupakan masyarakat berpendapatan rendah seperti UMKM, pedagang kecil, petani, nelayan, dan sektor informal lainnya yang justru mereka adalah penyelamat perekonomian negeri saat terjadi krisis. Kalau stimulus fiskal ini dapat berjalan dengan tepat sasaran, maka harapan untuk menahan pelemahan ekonomi akan lebih besar. Harapannya tentu nanti dunia usaha akan bisa bergulir sehingga mengurangi PHK.

            • Terkait dengan pertanyaan nomor 2, bentuk stimulus dengan dunia usaha diantaranya insentif pajak berupa penurunan tarif PPH dan subsidi pajak berupa PPN dan BM ditanggung pemerintah. Bagaimana bapak melihat aturan pajak di Indonesia khususnya dari kacamata pengusaha. Sudah cukup business friendly kah?atau masih ada hal-hal mendasar yang perlu ditangani?

              Pajak merupakan sumber pemasukan negara terbesar. Indonesia tak akan lagi terlalu bergantung pada utang luar negeri dan penjualan aset negara seperti pada dasawarsa lalu. Pemerintah perlu diacungi jempol telah berhasil memperbaiki citra pembayaran pajak sampai saat ini. Para pengusaha pun sangat mendukung dan ingin melakukan yang terbaik dengan membayar pajak yang ada. kalangan dunia pengusaha memainkan peranan signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, lewat pembayaran pajak namun hal ini jangan membuat pemerintah makin menjerat para pengusaha dengan pajak yang tinggi. Saat ini yang perlu dioptimalkan adalah pajak untuk para pejabat dan orang kaya di Indonesia. Direktorat Jenderal Pajak yaitu harus bersikap fair dengan memeriksa kepatuhan pejabat dan mantan pejabat dalam pembayaran pajak, sehingga tidak hanya pengusaha saja yang selalu menjadi uber uberan pajak. Jika keseimbangan antara hak dan kewajiban wajib pajak telah dipenuhi maka akan terjadi keharmonisan antara pemerintah dengan para pengusaha.

                • Menurut bapak selain dalam bentuk insentif pajak dan subsidi pajak, usaha apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menggenjot produktivitas dunia usaha saat ini yang cukup lesu akibat pengaruh krisis global?

                  Bagi dunia usaha yang paling penting adalah memberi kepastian dan jaminan dalam berusaha. Penurunan peringkat kemudahan berinvestasi di Indonesia dari 123 menjadi 129 tentunya membuat kalangan pengusaha berfikir kembali untuk berinvestasi di Indonesia. Sedangkan bagi pengusaha yang telah ada di Indonesia, kemudahan perijinan, kemudahan birokrasi, kemudahan dalam pemberian kredit dan kepastian dukungan pemerintah pada para pengusaha yang diwujudkan dalam kemudahan pembayaran pajak misalnya akan menjadi obat penenang bagi pengusaha saat ini yang masih tersendat sendat akibat krisis global kemarin.

                    • Bagi pelaku usaha dan ukm, menurut pandangan bapak apa langkah-langkah strategis yang mesti ditempuh seorang pengusaha dalam jangka pendek agar tetap survive dan bisa menjaga sustainabilitas usaha ditengah kondisi cukup sulit saat ini?

                      Untuk dapat survive maka seorang pengusaha harus bisa membuat prioritas yang harus dilakukan pada usahanya. Saat ini prioritas pertama adalah mengembangkan jurus bertahan daripada menyerang. Saat ini situasi belum jelas sehingga kita belum mengetahui sampai sejauh mana keburukan krisis ini. Pengusaha bias menggunakan manajemen berdasarkan akal sehat, misalnya menahan investasi berdasarkan impian yang masih jauh dan menghemat biaya untuk yang kecil sekalipun. Efesiensi biaya adalah kunci utama untuk survive, ajak seluruh stakeholder untuk bertindak seefisen mungkin, dan tanamkan sikap untuk memiliki perusahaan.

                        • Terkait pertanyaan nomor 5, menurut bapak jika seorang pengusaha harus menurunkan tingkat produktivitas usaha akibat tekanan kondisi yang cukup berat saat ini, usaha apa yang harus ditempuh pengusaha untuk menghindari terjadinya PHK massal?

                          Seperti yang telah saya katakana pada pertanyaan sebelumnya. Perusahaan yang bagus dalam menghadapi krisis adalah perusahaan yang dapat melakukan rapid respond tentunya dengan mengurangi biaya tetap (fixed cost) dan mengubahnya lebih banyak menjadi flexible cost atau meminimalkan biaya tetap. Sudah hal biasa jiga fixed cost perusahaan besar jauh lebih besar daripada perusahaan kecil sehingga potensi yang dialami ketika krisis pun cenderung lebih besar. Banyak perusahaan yang memutuskan untuk mengurangi fixed cost denga mengurangi sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan. Padahal cara ini dapat menimbulkan efek negatif terhadap moral organisasi dalam mensejahterakan salah satu stakeholder perusahaan yaitu karyawan. Mensiasati fixed cost bisa melalui berbagai macam cara, misalnya saja penghematan operasional kegiatan karyawan sehari hari, pemakaian listrik AC, air, dll adalah kebijakan yang pintar dan mengajak karyawan untuk berhemat. Kita juga bisa menggunakan kebijakan meminimalkan pengeluaran dalam bentuk dollar dan currency asing lainnya. Dengan cara ini produksi barang/jasa baru bisa tetap berjalan normal.

                            • Sebagai seorang pengusaha, bagaimana bapak melihat kinerja perekonomian Indonesia ditahun 2009 ini?

                              Sebagai pengusaha saya harus selalu siap dengan kondisi apapun yang akan terjadi. Akan tetapi saya selalu menerapkan pada saya dan seluruh stakeholder di perusahaan saya agar selalu optimis bahwa selalu ada peluang dalam setiap krisis. Walaupun saat ini kondisi fondasi makroekonomi Indonesia yang relatif lebih baik dibandingkan negara-negara lain ditengah krisis yang terjadi saat ini. Walaupun Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2009 ini hanya berkisar 3-4%, namun beberapa sektor telah mengalami rebound yang signifikan seperti yang terjadi pada penjualan motor dan mobil yang telah menunjukkan uptrend-nya kembali. Jika pemerintah berhasil mempertahankan kondisi rupiah pada 11ribu – 12ribu atau bahkan lebih baik dan dengan konsumsi domestik yang besar, maka perekonomian Indonesia perlahan akan mampu berkembang dan tumbuh lebih baik dari negara lain.