Archive January 2009

Aturan Main untuk Dorong Daya Saing: Belajar dari Korea Selatan 0

Jan7

Korea Selatan (Korsel)yang sekarang dikenal sebagai salah satu Macan Asia, ternyata mempunyai beberapa kiat (strategi) untuk mendorong daya saing sehingga mempunyai keunggulan kompetitif yang menjadikannya sebagai modal utama menghadapi persaingan global. Pemerintah Korsel ternyata tak henti-hentinya melakukan perubahan kebijakan, dimana setiap rezim memiliki kebijakan sendiri-sendiri yang pada akhirnya bertumpu pada peningkatan perekonomian dengan orientasi ekspor. Perubahan perekonomian itu ternyata sampai pada sistem ekonomi yang mengikuti pola Amerika Serikat dan Inggris pada saat ini.

Adapun strategi Korsel tersebut secara terperinci dapat disimpulkan dengan melalui tahapan langkah-langkah berikut:

I. Memperkuat ekonomi

Pemerintah Korsel dalam praktik membuat kebijakan yang bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi selalu menitikberatkan pada peningkatan daya saing industri dalam negeri. Intervensi pemerintah tersebut secara khusus dilakukan dengan meluncurkan program reformasi kebijakan untuk meningkat efisiensi. Hal itu dilakukan dengan menciptakan iklim investasi yang pada realisasinya membentuk tiga badan reformasi kebijakan, yakni

a) Memperbaiki kelembagaan dan peraturan yang terkait dengan investasi.

Pemerintah Korsel membentuk tiga badan, yakni: Regulatory Reform Commite (RRC) yang berada lngsung di bawah pengawasan presiden, Regulatory Reform Promotion (RRP) di setiap kementrian dan pemerintah daerah, Regulatory Reform Task Force Team at the Office for Government Police Coordination (OPC).

b) Memastikan implementasi reformasi kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Hal ini dapat dilihat bahwa hubungan antara pemerintah pusat dan daerah adalah berhubungan seperti “saudara”. Kebijakan-kebijakan yang mereka buat selaras dengan tujuan yaitu memperbaiki iklim investasi. Di samping itu, koordinasi antar lembaga pemerintahan dapat berjalan dengan baik karena berada dalam satu koordinasi. Terbukti pemerintah melakukan kajian ulang terhadap 7.063 peraturan sejak tahun 1999 hingga tahun 2005 denagn mencabut 2.408 peraturan dan memperbaikinya.

Peningkatan investasi dari investor asing telah menciptakan stabilitas dan peningkatan pasar bursa dalam negeri.

II. Ekspor meningkat

Dengan telah berhasilnya perbaikan daya saing industri di Korea Selatan maka nilai ekspor dapat terdorong. Bahkan, ekspor bisa mengatasi hambatan eksternal berupa lonjakan harga minyak dan menguatnya nilai tukar uang korea.

Pertumbuahan ekspor menunjukan bahwa perekonomian semakin membaik dan sekarang Korsel tercatat sebagai Negara terbesar keempat dalam ekspor elektonik terbesar keempat setelah Jepang, Amerika Serikat dan Cina. Kemajuan ekonomi Koresel juga didorong oleh upaya industri untuk mencari pasar baru dan peningkatan nilai tambah tiada henti yang secara langsung hal itu dapat meningkatkan kepercayaan pada produksi Korea.

III. Pendidikan didukung

Dalam upayanya memajukan daya saing industri negaranya, Pemerintah Korea Selatan sangat mendukung program pendidikan. Terbukti pemerintah menganggarkan 8 milliar won untuk disalurkan ke beberapa universitas dan akademi di Korsel. Pemerintah juag melatih 1.300 tenaga ahli di bidang industri untuk menciptakan tenaga ahli di bidang industri utama.

Keberhasilan program pendidikan ini juga didukung faktor budaya Korea Selatan yang mempunyai anggapan bahwa pendidikan merupakan masa depan mereka. Orang yang memiliki prestasi pendidikan yang baik akan mendapat tempat kerja yang relative menarik sehingga perjuangan orang tua untuk merencanakan pendidikan anaknya sangat didukung oleh pemerintah.

Manajemen Islami: PT Asuransi Takaful Keluarga 0

Jan7


3. Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Di abad 21 ini hampir setiap ceruk pasar habis sudah digarap para pebisnis yang cerdik untuk melihat peluang akan bisnis. Bahkan bisnis-bisnis bernuansa religius pun kini sudah bertebaran seiring dengan bisnis lainnya. Banyak perusahaan yang menggarap bisnis bernuansa religius mengharapkan bisnisnya”

Kebangkitan kedua sektor keuangan syariah setelah perbankan, dialami oleh asuransi. Itu terjadi pada tahun 1994, ketika untuk pertama kalinya didirikan perusahaan asuransi berlandaskan syariah di Indonesia, melalui PT Syarikat Takaful Indonesia (STI). PT STI sendiri memiliki dua anak perusahaan, yaitu PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) dan PT Asuransi Takaful Umum (ATU).

Dibandingkan di sejumlah negara bahkan negara yang mayoritas penduduknya adalah nonmuslim- keberadaan asuransi Takaful di Indonesia terbilang terlambat. Di Luxemburg, Geneva dan Bahamas misalnya, asuransi Takaful sudah ada sejak tahun 1983. Sementara di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim, keberadaannya sudah jauh lebih lama seperti di Sudan (1979), Saudi Arabia (1979), Bahrain (1983), Malaysia (1984) dan Brunei Darussalam (1992).

Hingga saat ini, PT Syarikat Takaful Indonesia masih menjadi satu-satunya perusahaan asuransi berdasarkan syariah. Namun demikian, ada beberapa perusahaan asuransi konvensional yang mulai menjajaki peluncuran produk-produknya yang berlandaskan sistem syariah.

Dibandingkan asuransi konvensional, asuransi syariah memiliki perbedaan mendasar dalam beberapa hal. Pertama, keberadaan Dewan Pengawas Syariah dalam perusahaan asuransi syariah merupakan suatu keharusan. Dewan ini berperan dalam mengawasi manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam.

Kedua, prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli (tolong-menolong). Yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lain yang tengah mengalami kesulitan. Sedangkan akad asuransi konvensional bersifat tadabuli (jual-beli antara nasabah dengan perusahaan). Ketiga, dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan syariah dengan sistem bagi hasil (mudharobah). Sedangkan pada asuransi konvensional, investasi dana dilakukan pada sembarang sektor dengan sistem bunga.

Keempat, premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sedangkan pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan-lah yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut.

Kelima, untuk kepentingan pembayaran klaim nasabah, dana diambil dari rekening tabarru (dana sosial) seluruh peserta yang sudah diikhlaskan untuk keperluan tolong-menolong bila ada peserta yang terkena musibah. Sedangkan dalam asuransi konvensional, dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan.

Keenam, keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola, dengan prinsip bagi hasil. Sedangkan dalam asuransi konvensional, keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. Jika tak ada klaim, nasabah tak memperoleh apa-apa.

Studi Kasus Perusahaan yang Mengaplikasikan Manajemen Islami

PT Asuransi Takaful Keluarga

Profil Tafakul Indonesia

Sebagai pelopor asuransi syariah di Nusantara, Takaful Indonesia telah melayani masyarakat dengan jasa asuransi yang sesuai dengan prinsip syariah, selama lebih dari satu dasawarsa, melalui dua perusahaan operasionalnya: PT Asuransi Takaful Keluarga (Asuransi Jiwa Syariah) dan PT Asuransi Takaful Umum (Asuransi Umum Syariah).

PT Syarikat Takaful Indonesia (Perusahaan) berdiri pada 24 Februari 1994 atas prakarsa Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia (TEPATI) yang dimotori oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) melalui Yayasan Abdi Bangsa, Bank Muamalat Indonesia Tbk., PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, Departemen Keuangan RI, serta beberapa pengusaha muslim Indonesia. Melalui kedua anak perusahaannya yaitu PT Asuransi Takaful Keluarga dan PT Asuransi Takaful Umum, Perusahaan telah memberikan jasa perlindungan asuransi yang menerapkan prinsip-prinsip murni syariah pertama di Indonesia.

PT Asuransi Takaful Keluarga yang bergerak di bidang asuransi jiwa Syariah didirikan pada 4 Agustus 1994 dan mulai beroperasi pada 25 Agustus 1994, yang ditandai dengan peresmian oleh Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad. Diikuti dengan pendirian anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum Syariah yaitu PT Asuransi Takaful Umum, yang diresmikan oleh Menristek/Ketua BPPT Prof. Dr. B.J. Habibie pada 2 Juni 1995.

Kepemilikan mayoritas saham Syarikat Takaful Indonesia saat ini dikuasai oleh Syarikat Takaful Malaysia Berhad (56,00%) dan Islamic Development Bank (IDB, 26,39%), sedangkan selebihnya oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bank Muamalat Indonesia serta Karya Abdi Bangsa dan lain-lain.

Di tahun 2004, Perusahaan melakukan restrukturisasi yang berhasil menyatukan fungsi pemasaran Asuransi Takaful Keluarga dan Asuransi Takaful Umum sehingga lebih efisien serta lebih efektif dalam penetrasi pasar, juga diikuti dengan peresmian kantor pusat, Graha Takaful Indonesia di Mampang Prapatan, Jakarta pada Desember 2004. Selain itu, dilakukan pula revitalisasi identitas korporasi termasuk penataan ruang kantor cabang di seluruh Indonesia, untuk memperkuat citra perusahaan.

Dengan dukungan Pemerintah dan tenaga professional yang berkomitmen untuk mengembangkan asuransi syariah, Syarikat Takaful Indonesia bertekad untuk menjadi perusahaan asuransi syariah terkemuka di Indonesia.
Visi
Menjadi grup asuransi terkemuka yang menawarkan jasa Takaful dan keuangan syariah yang komprehensif dengan jangkauan signifikan di seluruh Indonesia menjelang tahun 2011.

Misi
Kami bertekad memberikan solusi dan pelayanan terbaik dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan risiko bagi umat dengan menawarkan jasa Takaful dan keuangan syariah yang dikelola secara profesional, adil, tulus dan amanah.

Konsep dan Filosofi
Segala musibah dan bencana yang menimpa manusia adalah ketentuan Allah. Namun manusia wajib berikhtiar untuk memperkecil resiko dan juga dampak keuangan yang mungkin timbul. Upaya tersebut seringkali tidak memadai, sehingga tercipta kebutuhan akan mekanisme mengalihkan resiko seperti melalui konsep Takaful atau asuransi.

Kegiatan Manajemen di dalam PT Asuransi Takaful Keluarga

PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK), didirikan pada tahun 1994 dengan modal dasar Rp 25 miliar dan modal disetor Rp 9 miliar. Sebagai anak perusahaan PT Syarikat Takaful Indonesia (STI), sebagian besar saham PT ATK dimiliki oleh PT STI, selebihnya oleh Koperasi Karyawan Takaful.

Pada tiga tahun pertama beroperasi, yaitu 1994, 1995 dan 1996, PT ATK mengalami kerugian kumulatif sebesar Rp 1,383 miliar. Namun mulai tahun 1997, PT ATK mulai berhasil membukukan laba yaitu sebesar Rp 135 juta. Laba itu terus tumbuh pada tahun 1998 menjadi Rp 312 juta, namun menurun kembali pada 1999 menjadi Rp 221. Kondisi ini sebetulnya relatif baik, mengingat pada tahun-tahun itu ekonomi Indonesia tengah dilanda krisis. Bahkan, tak sedikit perusahaan Asuransi konvensional yang kesulitan likuiditas dan akhirnya gulung tikar.

Sedangkan pendapatannya sejak pertama berdiri terus tumbuh. Pada tahun 1999, porsi pendapatan terbesar masih dari premi yaitu mencapai Rp 28,552 miliar. Pendapatan investasi mencapai Rp 1,707 miliar dan dari sektor lainnya Rp 99 juta. PT ATK yang berkantor pusat di Jl. DR. Saharjo, Jakarta, hingga tahun 1999 berhasil merangkul 39.204 orang peserta individu di delapan produk individunya, yaitu Takaful Dana Investasi, Takaful Dana Haji, Takaful Dana Siswa, Takaful Anuitas, Takaful Anak Asuh, Takaful Kesehatan, Takaful Al-Khairat dan Takaful Kecelakaan Diri. Sementara 441.573 peserta kumpulan tersebar di tujuh produk kumpulannya, yaitu Takaful Pembiayaan, Takaful Al-Khairat, Takaful Majelis Taklim, Takaful Kecelakaan Diri Kumpulan, Takaful Kecelakaan Siswa, Takaful Perjalanan Haji dan Umroh serta Takaful Wisata dan Perjalanan.

Jajaran dewan komisaris PT ATK, dipimpin oleh Iwa Sewaka selaku Direktur Utama PT STI. Sedangkan jajaran dewan pengawas syariah diketuai oleh KH Ali Yafie. Jajaran dewan direksi diisi oleh Agus Siswanto selaku direktur utama, Basuki Agus selaku direktur operasional, Edwin Mustafa selaku direktur keuangan dan Syahrial Sakni selaku direktur teknik dan aktuaria. Mereka saat ini mengelola aset perusahaan senilai lebih dari Rp 55 miliar. Dalam menjalankan operasionalnya, PT ATK didukung oleh 947 orang sumberdaya manusia yang tersebar di 31 kantor cabang.

Dengan segala potensinya, PT ATK menetapkan visi 2003, yaitu menjadi perusahaan Asuransi yang tangguh, terkemuka, diperhitungkan dan dibanggakan oleh ummat Islam dan masyarakat Indonesia. Untuk itu, PT ATK menetapkan misi untuk tetap konsisten sebagai lembaga ekonomi-keuangan syariah dan memeberi manfaat sebesar-besarnya bagi para stakeholders.

Didalam pemasaran PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) sering menggunakan metode metode presentasi di BUMN maupun perusahaan-perusahaan swasta. Bahkan memanfaatkan lebaran PT ATK memproyeksi penjaringan minimal 10 ribu nasabah baru selama mudik Lebaran. Untuk merealisasikan hal tersebut, ATK bekerja sama dengan PT Telkomsel melalui layanan asuransi syariah perjalanan. Layanan tersebut bernama Takaful Safari

Sebagai perusahaan asuransi syariah, Takaful bekerja dengan konsep tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana telah digariskan di dalam Al Qur?an,


2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah[389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram[390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[391], dan binatang-binatang qalaa-id[392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[393] dan apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Dengan landasan ini, PT ATK menjadikan semua peserta sebagai satu keluarga besar yang akan saling melindungi dan secara bersama menanggung resiko keuangan dari musibah yang mungkin terjadi di Al-Mudharabah, Al-Wakalah, dan Tabarru?. Akad-akad Takaful tidak mengandung unsur Al-Riba (bunga uang), Al-Maisir (Judi), dan Al Gharar (untung-untungan) yang dilarang dalam akad-akad keuangan Islami.</p> <p>Pengelolaan Dana di dalam tubuh PT Asuransi Tafakul Keluarga.

Di dalam operasional asuransi syariah yang sebenarnya terjadi adalah saling bertanggung jawab, bantu-membantu dan melindungi di antara para peserta sendiri. Perusahaan asuransi diberi kepercayaan (amanah) oleh para peserta untuk mengelola premi, mengembangkan dengan jalan yang halal, memberikan santunan kepada yang mengalami musibah sesuai isi akta perjanjian tersebut.

Keuntungan perusahaan asuransi syariah diperoleh dari bagian keuntungan dana dari para peserta, yang dikembangkan dengan prinsip mudharabah (sistem bagi hasil). Para peserta asuransi syariah berkedudukan sebagai pemilik modal dan perusahaan asuransi syariah berfungsi sebagai yang menjalankan modal. Keuntungan yang diperoleh dari pengembangan dana itu dibagi antara para peserta dan perusahaan sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Mekanisme pengelolaan dana peserta (premi) terbagi menjadi dua sistem yaitu:</p> <p> 1. Sistem yang mengandung unsur tabungan<br /> 2. Sistem yang tidak mengandung unsur tabungan</p> <p>1. Sistem yang mengandung unsur tabungan.

Setiap peserta wajib membayar sejumlah uang (premi) secara teratur kepada perusahaan. Besar premi yang akan dibayarkan tergantung kepada kemampuan peserta. Akan tetapi perusahaan menetapkan jumlah minimum premi yang dapat dibayarkan. Setiap peserta dapat membayar premi tersebut, melalui rekening koran, giro atau membayar langsung. Peserta dapat memilih cara pembayaran, baik tiap bulan, kuartal, semester maupun tahunan. Setiap premi yang dibayar oleh peserta akan dipisah oleh perusahaan asuransi dalam dua rekening yang berbeda, yaitu:

1. Rekening Tabungan, yaitu kumpulan dana yang merupakan milik peserta, yang dibayarkan bila:* Perjanjian berakhir* Peserta mengundurkan diri* Peserta meninggal dunia2. Rekening Tabaru’, yaitu kumpulan dana yang diniatkan oleh peserta sebagai iuran kebajikan untuk tujuan saling tolong-menolong dan saling membantu, yang dibayarkan bila:* Peserta meninggal dunia * Perjanjian telah berakhir (jika ada surplus dana).Kumpulan dana peserta ini akan diinvestasikan sesuai dengan syariah Islam. Tiap keuntungan dari hasil investasi, setelah dikurangi denagn beban asuransi (klaim dan premi re-asuransi), akan dibagi menurut prinsip Al-Mudharabah. Prosentase pembagian mudharabah (bagi hasil) dibuat dalam suatu perbandingan tetap berdasarkan perjanjian kerjasama antara perusahaan dengan peserta.

2. Sistem yang tidak mengandung unsur tabungan

Setiap premi yang dibayar oleh peserta, akan dimasukkan dalam Rekening Tabarru’, yaitu kumpulan dana yang diniatkan oleh peserta sebagai iuran kebajikan untuk tujuan saling tolong-menolong dan saling membantu, dan dibayarkan bila:

* Peserta meninggal dunia
* Perjanjian telah berakhir (jika ada surplus dana)

Kumpulan dana peserta ini akan diinvestasikan sesuai dengan syariah Islam. Keuntungan dari hasil investasi setelah dikurangi dengan beban asuransi (klaim dan premi re-asuransi), akan dibagi antara peserta dan perusahaan menurut prinsip Al-Mudharabah dalam suatu perbandingan tetap berdasarkan perjanjian kerjasama antara perusahaan dengan peserta.

Example of Recommendation Letter 0

Jan7

As the Head of Economics Department, Faculty of Economics and Business, Gadjah Mada University, I am pleased to issue this letter of recommendation for Didik Kurniawan Hadi. I have known Didik Kurniawan Hadi for the last years. He was my student in Development Economics I. He was also my assistant for some research projects. During his work, he showed his satisfactory performance and responsibility in doing his entire task

As an undergraduate student, he has shown an excellent performance. He finished his undergraduate program with distinction. Furthermore, he seems to have an outstanding and promising academic record for Bachelor degree program. I found that he has penchant for research work. He is a diligent, a-self-motivated, and hard working person. Apart from his academic activities, he was actively involved in leadership and extracurricular activities. He was a leader for BITE (Bureau Information and Technology of Economics), part of IKAMMA (Management Student Association), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), and Editorial Staff in Equilibrium (Student Press). However, I think that he needs to improve his theoretical capacity and research capability to support his capability more. I believe that following Qualitative Evaluation on the the Improving Educational Quality program from World Bank can enhance his capability and enrich his perspective.

I strongly support him endeavour to follow this program. Furthermore, he will be able to give insightful contribution to his career. Accomplishing this program will enhance his knowledge and capability in doing research, he can provide quality service to society and share valuable experience. If there is any question concerning this recommendation please feel free to contact me through profmudrajad@gmail.com.

SHORT CONTRARIAN INVESTMENT STRATEGY 0

Jan7

Stock’s Analysis in Jakarta Stock Exchange

ABSTRACT

Capital market anomalies indicate a divergence in efficient capital market concept. One of those anomaly forms is return reversal phenomenon, in which the stocks those are previously be the winner stocks, now become the loser ones and the contrary. This phenomenon in previous research found various influence that cause return reversal, which is Price Book Value (PBV), Price Earning Ratio (PER), size, and risk. The result in my research shows that based on abnormal return, return reversal phenomenon is occurred in Jakarta Stock Exchange. It appears from movement pattern of loser portfolios surpassed the winner in period of examination. Although separately, it is proven that stocks with low PER and PBV give the higher abnormal return than stocks with high PER and PBV. Final result after adjustment on size and risk shows that in first period loser portfolios are still give a higher abnormal return than winner. But in sixth period of examination loser portfolios give the lower abnormal return than winner stocks because of compensation on risk which bearded is bigger on company with small size based on its market capitalization.

Keyword: contrarian investment strategy, price book value, price earning ratio, earning per share, size and risk

Download all Thesis click here

Halaman Persembahan Skripsiku….. 1

Jan7

Terimakasih Semua Kutujukan Kepada:

Allah SWT

atas anugerah, kemudahan, kebahagiaan, dan keajaiban yang telah diberikan selama ini.

Bunda Hj. Sumiyartinah

Tanpa dirimu aku bukan apa-apa, tangan kecilmu merangkul seluruh keluarga, keringatmu menghidupi kami berdua, air matamu mengingatkan kami akan kebesaranNya, Mom, you are brighter than a billion stars in the sky…

Ayahqu H. Mudjinar Hadi

”tidak ada itu yang namanya bekas anak, dan bapak merasa berhasil bila dapat menjadikanmu jauh lebih baik dari bapak”, sebagai orang tua dan guru tidak ada yang lebih baik dari bapak, kepadamulah tempat semua kebanggaan dan prestasi ini menuju.

Adequ Yuni Kurnia Indrawati

Teman paling menghibur.. melintasi malam bersama.. Kuharap diriqu dapat menjadi kawan dan kakak yang baek bagi dirimu..

Bpk. Dr. Suad Husnan M.B.A

Tanpa bapak saya yakin skripsi saya tidak mungkin selesai, terima kasih yang setulus-tulusnya atas perhatian bapak pada skripsi saya, anda adalah dosen pembimbing terbaik dan tercerdas yang pernah saya temui.

Prof. Mudrajad Kuncoro (Acha, Ichi, Icha, Ibu. Mudrajad, Mas Bari)

Huhuhu. Bapakku yang satu ini wis lah paling hebat sepanjang masa. Tanpa beliau aku bukan apa-apa. Terima kasih buangeettt pak, bapak is the best pokoknya, aku buanyak banget belajar dari bapak, cv-ku jadi panjang banget karena bapak, muakasih banget pak.

Paramastri (Astrid)

The real depth of me sangat berterima kasih padamu, tanpa dirimu yang selalu menyemangati aku, memberi dorongan aku, karya ini gak akan selesai. Hope the best for us yaw (“_).

Paramitha Gama Suandi (icha)

Ini dia dek icha……aku masih utang “take my test” di fs niy, semangat yaw nyelesaiin skripsinya, jangan bergadang terus ndak sakit yaw ^_^. Jangan suka ngerjain aku, aku dah capek banget niy.

Satriyo Dwicahyo (Si Cupu Man)

Teman kkn, sama-sama anggota ABM, temen PPM, makan hampir tiap hari bareng, makasih banget ya bro supportnya dalam segala hal yaw. Pak mamduh ada diruangan yok (127 JEBI niy)

Bayu Agung Pranoto ( The Brekele’s)

Kata orang persahabatan itu layaknya jodoh dari tuhan, terima kasih atas kesetiaan dan kesediannya menemaniku sepak bola, futsal, kapan ke sragen lagi niy, cari pak edi jun bre.hehehe

Nugroho Hadi Wibowo (Si kroco penjual Jangkrik’s)

Sesama penggemar jatuh dari motor, sepak bola, futsal, kkn kali-crew, piye bossss? Makasih ya supportnya. Pak Suad di belakangmu bos

Niko Demus Wirawan (Penggemar Mbak T’s)

Orang paling sableng ini selalu mentraktir aku mie jakarta dekat sagan, main ps, dan kita adalah rival.hahaha, makasiy ya bro, semangat ko cari pak hani tu.hehe

Nurul Rachmawati

Teman seperjuangan yang selalu menunggu bareng di lantai satu sayap barat, sebagai Pak Suad Husnan Fans Club kita adalah seniornya hastin, nita, dan adi lho, jangan kelihatan bodoh ndak malu yo. Hehe. Akankan kita melanjutkan perjuangan bersama lagi nurul…?

Hendra Dwi Atmaja (Hda)

Ayo hend gawe film meneh tapi best friend production ojo Hda yo,hehe, semangat bro skripsinya, kapan dolan dolan meneh ning solo kie?

Jauhari Septiono (Bilakau)

Jangan kebanyakan cari duit bos, selesaikan kuliahnya dulu, tapi makasih bantuannya dalam buat berbagai macam website yo

Heru Dita Tri Surya Dharu (Alm)

Hai kawan gimana kabarmu disana? Baik baik aja kan? Akhirnya sekarang aku lulus s1 dit, aku selalu mendoakanmu sampai kapanpun, kamu tetep yang terhebat, tetep lihat aku kan dari sana? Makasih for taking care of me yaw

Dewi sari Peenandita

Hayo semangat dita, habis ini diTa yaw, semangat semangat, jangan kebanyakan main main yaw, makasih banget selalu menemani aku niy.hehehe

Kenditila Cromavianti Septensi Hernowo

Temen smsku malem malem yang selalu membuat aku ketawa niy, makasih ya dek supportnya, mari kita berjuang bareng yaw, menyusul mas Tianmu,hehe

Novan Restu Pramono, SE, MM

Makasih mas pernah menjadikan aku asisten mas, sungguh aku belajar banyak mengenai finance, memberi tahu aku judul skripsi, mas the best pokoknya makasih banget ya

Sahabat-sahabat, Katalisator, dan Rivalqu di manajemen 2004

Finda (maapin embun fin:’( tapi tetep semangat yaw skripsinya, have the best for us yaw ^_^), Yudhe (Kapan S2 bareng kita salon pak dosen? ML (makan lotek yo), Hendro (Pak manajer kok futsal kita kalah kie piye je?), Maschun (Jangan macam macam ama tiLa bos), Richa (Kamu dimana to cha cha, aduh aduh masak aku temen dari smu gak dibilangin kamu dimana??), Erinna (Hi sis jadi ngambil BNI-nya?haduh haduh lama tak bercanda ria ama kamu niy), Basuki (Akhirnya aku bisa mengejarmu bos, tapi kamu dah mau nikah ya? Haduh kalah lagi dech.hiks hiks), Arinto (The Virust Buster laptopku gimana niy??), Widya (gimana kabarnya ayam bakar wong solo?masih poligami kah?), Ully (jangan basket melulu, ntar nginstal corel aja bingung, ato cari equation di word, tak bilangin pak yono’s lho), Agus (kapan bal balan lagi gus, rafting kemarin seru habis makasih yaw, PALMAE the best bos, tmpat aku main pingpong, hehehe), jarot (Handukmu masih di rumahku kie piye to? Celanaku endi hayo?), Bob (Kapan Co-investern berdiri lagi niy? Eh foto Agla jangan dianeh aneh bob), Fanie (Semangat Fan, kamu harus semangat, pasti titik cerah buatmu akan muncul kok, tenang yaw), Adhya (semangat ya mbak, orang cerdas banget ini selalu energic dimanapun berada), Retno (jangan rebutan cuci piring lagi ya ret, eh tambah kurus banget kamu, kok bisa ya), Adit Gabo ( Hoi dasar lu kebanyakan ngrasanin orang pas brevet niy), Andina (Liverpool kalah 2-1 ama Chelsea din, ayo pak Basu dah pulang tuh), Hari Jefri ( Kapten Usop sekarang main di Naruto bos hahahaha), Adit Gondrong (Piye je pak jarene pendadaran bareng kok kamu malah ngilang kie??), Galuh (semangat yaw, salam buat bapakmu dari bapakku lho, hehe), Indah (cewek paling cakep di FE pertama kali aku kenalan deg degan euy, masih dijalan gajah ndah?), Chandra (Kapan can nyusul mas mu niy), Genta (bantuin tyo gent kasihan tu, jangan lupa besok sabtu main bola lho?), Rofi (Selamat atas terpilihnya bapak menjadi presiden republik jomblo), Bogi (Kapan Rafting meneh Bog, gak brani naik tornado kie,hehe), Ikhwan (mana cewekmu wan?gak pernah keliatan lagi?), Laylin (mbak ini habis rebonding jadi tambah cakep niy), Latilatilati (berkat namamu aku jadi salah kenal ama cewek cakep, hahaha), Nita (Jadi Junior yang turut ya ama pak suad), hastin (di cariin demus kamu), Mersita (gimana lulus kan? Traktirannya bagi empat yaw), Ipung (ketemu sekali lagi di rental komik dapat piring cantik lho), Rining (Uang BITE diapaiin niy??), Molie (Perpus tutup jam brapa yaw), Anggoro ( Striker Sepatu kuning payah niy), Heru (aku dosa banyak ama kamu bos, maapin aku ya her?), Agatha (di cariin adi ta), Barnard (ayo nard mau ngapai sekarang), Reza (Jangan terlalu stress skripsi bro), Boce (Besok kita usul jadi striker aja gimana che), Hipni (sombong niy temen ini jadi pejabat pertamina), Aji (Beras kencurnya mana ji?), Ani dan mona (kayak dua sejoli aja niy kalian), Radit (kebanyakan ngegames kamu), veeta (jangan bingung n ngalamun terus, Maria (Suhu aku tunduk padamu, huhu), Deby (menghilang: Mode On), Cita (jaga kesehatan ya cita, jangan ampe sakit lagi, kesenengen brekele tuh dapat gratisan). Leo (Bapak Markowitch-nya Manajemen 04 n calon dosen risk management, sip bos). Alm. Helmi (Semoga kamu bahagia disana kawan)

Manajemen 2003, and veteran

mbak Imma huhuhuu, Robi, Agung, Hafid, Agung, Mbak Danur, Mbak Yayash, Mbak Lia, Ewin, Erwin Teves, Odjo, Bakrie, Mbak Lisa (kapan aku bisa ke telkom ya), Mbak Ida, Mas Wicak, Terry, Amal, Afda, Endu

Ekonomi 2005

Nirawen (weny kamu utang aku ramen sekali, tapi aku utang ama kamu tiga kali, semangat yaw dek weny^_^), Ateng, Otong, Najib, Syaiqa, Tatik, Wenny, Ayu, Silvi, Rian, Mirdi, Pita, Tatik, Eria, Lukman, Danu, Herlin, vita, lisa, maisya farharti (makasih selalu commentnya yaw), Pipit,

Rekan-rekan Lintas Jurusan

Dian Kartika Rahajeng (mari bersama menuju pelanggaran ringan bu), Aris (piye kabare samsung), Rumi, Dicky, Rudi, Heri, Tyas, Mira, Mila, Widy, Sufi, Dodi, Diaz, Mita, Angga, Husni, Icha, Toto, dee_nee, Wawan, Kristo markotox, Dhanik, dll, Dena, Ilham (kapan les bos), Haydi, Vivi, Ohsi, Via, Yanu,

Temen-temen SMU

PT, Adon, In’am, Bayu, Yoshi, Bagas, A’an, Ria, Chandra, Lia, Ikhsan, Zulhan, Ari, Picolo, Fadzil, Fatimah, Yuana, Ma lovely best friend ever forever, Yogi, Bahrun

Rekan-rekan organisasi terhebat..

(dari mu aku tidak bisa lupa..)

Rekan pencerah IT di FE (BITE)

Instruktur Muche sang inspirator (makasih ya mas atas bimbingannya selama ini, aku kok mengikuti jeakmu banget ya, tapi aku gak mau jadi dosen lho) dan para perwira baret merah dan hijau, Eta, Jauhari, Hendra, Rining, Desti ndut (critamu itu kayak masakanmu des, gak ada habisnya, aduh aduh tapi semua kok persoalan hidup ya), Toto, Rofi, Lati, Nurul, Aime.

Equilibrium

Adit, Deka, Putro Yoshi, Aidha, Muti, Mierma, Lisa, Jeri, Witha, Devi, Lala, Ferdi, Erick, Yoga, Riskha, Indra (si kunyuk dari jakarta), Disa (maapin embun ya disa :’( semoga dek disa cepet sembuh), Aulia, Ria, Hendra, Jauhari, Rei, Bit-bit (cewek paling gokil se FE), Indah, Ahel, Prastowo, nurul, toto, dena, hendra, desti.

IKAMMA

Genta, Bogi, Tyo, Cita, Adit Gabo, Adhya, Luqman, mbak Ully, dan banyak lagi

BEM FE UGM

Mas Wawan, Priyo, Erina, Syarif, Kiki, Nurul, Ganjar, jangan peribet proposal Eq dunk.huhuhu

Temen-temen KKN

Romy, Nila, Sisca, Ully, Retno, Juan, Pamuji, nurrahman, menur, Imam, Gentur, Hatta, Dinar, Ersta, Dian, Diah, Omik, Pak Eko, kapan kita ke sumber agung lagi…..?

Fuckir Mick-in

Yoga ndut, Heri krempeng, dan embun_jelek

Trust By Danone (Hidup Leudh TEAM)

Dhani (CEO) apapun kuturutin apa maunya bu, habis jadian belum makan makan niy, Heri (orang paling cerdas se FE niy masih mengejar linda gak her? Aku kemarin ditanyain dita lho), Umi (cewek paling geblek, polos banget yang aku kenal tapi cerdas, hahaha), Leendha (kalo ini gak usah diragukan lagi pinter cakep, sayangnya gak mau ama heri, hahaha), sama umi aja her gimana?

ESB & Passivist Community

Guntar, Ilham, Angga, Ade, Imung, Iwan, Bogi, Baim, Reza, Lusi, Ocha, Ken, Asdi, Fitria, Galih bee, Galuh, kapan kita ke Dufan lagi temen2, Acha, Icha.


PPM FE UGM

Mbakku Inna (adikkmu akhirnya lulus juga mbak), mbak isti (bpk marah lagi gak ya), mbak rinda (jangan chat terus mbak), Mbak mitha (Ibu yang baik gajiku bulan kemarin mana?), One, Devi, Berlym Mas lulu, mas gendut, gilang, Helmi (Alm), Purwoko, Bayu, Genta, Tyo, Adi, Jauhari

ABM (Anak Buah Mudrajad)

Mas Koko (The best assisten that i ever seen, rajin, ulet teratur, apalagi ya, semua tugasnya bikin bapak senang lah, jadi kita gak kena marah, muakasih banyak ya mas), Arif (Bocah gemblung kata bapak lho rif, kebanyakan sms-an anak ini jadi sering lupa, tapi hebat calon IPK cumlaude ini kormasit lho, ceweknya cakep juga hebat dech aku kagum lho rif ~_^), Angga (jaga kesehatan ya ngga, kalo bapak marah gak usah dipikirin), Tomi ( Udah jadi orang hebat dia sekarang, jadi gak usah dikomentarin, hehe), Endu (Katanya keluar mau nyelesain skripsi kok malah duluan aku kie gimana to?).

Keluarga Besarku

Pak dhe Sum, Om yanto, Om Roddin, Om She-Gate, Om Hadi prawoto, mbak winanti, Bu lek titik, bu lek marmi, mbak evi, mbak windri, mbak tutik, pak irnowo, pak dhe zam, pak Zun, bu lek sri, bu dhe wanti, mas nugroho, mbak nanik, mbak dahyang, pipit, alfian, novie, dio, diba, danis, veri, rina, dian , dila, ayu, lia, asraf, akbar, wahyu, dimas, dian, wawan, wantik.

Keluarga besar Fakultas Ekonomi

Para pemberi amanah di mana saya pernah menjadi asisten : Bpk Haryono M.Com (bapak adalah malaikat penyelamat saya), Bpk Bayu Sutikno, MSM (anda benar2 cerdas pak!!, teman bercanda yang kadang kebablasan), Pak Sahid Susilo Nugroho (situs pusat karir sudah beres pak, semangat), Pak Kusdhianto (maaf pak gak jadi bimbingan ama bapak, belum selesai pak skripsinya waktu itu, hehe), Pak Boyke (kapan kita satu proyek lagi mbak), Mbak Aprilia (kapan mbak ke Gunung kidul?), Bu Nasti (Bu sebentar lagi melahirkan to, jangan banyak gerak ya), Mas Akbar (Proposal Baseline Economic dah beres mas), Bu Diny (maaf bu kurang berpengalaman dalam Indo Forum niy), Pak Ratno (Bapak belajar komputer ya pak), Pak Mamduh (Makasih kemudahan dalam memilihkan dosen penguji saya pak), Bu Deni (yang sabar ya buk, pak mud memang begitu), Pak Ragil (semangat pak, jauhari dimarah marahin aja pak), Bu Yuke (Makasih bimbingannya ya bu), Bu Diah (makasih loteknya buk, aku terharu niy), Pak Didi (Kembangin BITE dong pak), Pak Ertambang (makasih bimbingannya buat danone ya pak).

Civitas FE

Mbak Evi sekber (mbak pinjem majalah marketingnya dong, ada gak kalo gak ada aku bilangin chatingan terus lho, hehe), mas Sigit SIFE (mas mas kok sering down kie piye, mesti kena masalah meneh kie aku) aduh aduh, mbak Linda (Kuncinya pinjem mbak, kunciku ketinggalan je), Mbak Ika (makasih kemudahan proses pendadaran mbak), pak Rochmat (Muakasih pak, karena bapak urusan akademikku jadi mudah banget), Pak Zakir (Makasih pak, tanda tangan pak mamduh cepet banget jadinya).

“Maybe our grade, face, attitude, lifestyle, all different, but we are comrade who struggling because no one of us can see future” (Makio)