Archive January 2009

Menulis Lamaran yang Menarik..(Pengakuan seorang HR) 1

Jan7

Sebagai manager HRD di sebuah perusahaan swasta, tahukah anda tugas apa yang membuat saya bosan setengah mati? Ya, kalau anda pernah bekerja di bagian HRD mungkin anda bisa menebaknya, yaitu membaca CV dan dokumen lamaran lainnya.

Bagaimana tidak bosan, satu lowongan kerja saja bisa mendatangkan ratusan pelamar kerja. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika perusahaan kami membuka 9 lowongan kerja. Tebaklah berapa jumlah dokumen lamaran yang sampai ke bagian HRD kami? 2452 dokumen!

Lalu apa yang harus kami lakukan dengan pelamar sebanyak itu? Memilih secara acak diantara dua ribu orang lebih? Terlalu riskan. Mengundang semuanya untuk wawancara? Terlalu makan waktu, manajemen senior hanya memberikan waktu 2 minggu.

Akhirnya seorang rekan mencetuskan sebuah ide yang (menurut saya) agak “jahat”, yaitu cukup dengan melihat CV mereka saja. Intinya adalah CV yang tidak menarik dan tidak sedap dipandang mata, langsung kami buang ke tong sampah. Wow, kejam sekali!

Tapi itulah yang kami lakukan mulai saat itu dan seterusnya, hanya menilai buku dari sampulnya. Yah, mau bagaimana lagi, kami sudah tidak tahu cara yang lebih baik. Lagi pula cara ini terbukti efektif dan efisien. Kami berhasil mendapatkan orang-orang berkualitas selama bertahun-tahun menerapkannya.

Sepanjang karir saya selama memeriksa dokumen lamaran, hanya ada tiga dokumen lamaran yang benar-benar saya ingat. Yang lainnya memang bagus, tapi yang tiga inilah yang paling unik dan berbeda (sehingga masih saya ingat sampai sekarang).

Yang pertama berupa sebuah brosur. Bukan brosur sembarangan dan yang biasanya dicetak hitam putih. Tapi sebuah brosur yang sangat bagus sekali, dengan kertas yang berkualitas dan dicetak full-color! Hebat, orang ini sungguh serius sekali.

Yang kedua hanya sebuah dokumen CV biasa. Yang membuatnya berbeda adalah CV ini dikirimkan dengan menggunakan jasa FedEx. Karena mengira itu dokumen penting, dokumen itu sampai ke meja saya dengan mulus dan langsung saya baca. Dalam hal merebut perhatian saya, CV ini telah mengalahkan ratusan CV yang lain.

Yang ketiga adalah CV yang menyertakan sebuah hyperlink ke sebuah situs pribadi. Yang sungguh mengagumkan adalah CV itu tidak berkata banyak selain membuat saya penasaran untuk mengunjungi situs tersebut. Dalam situs itu ada rekaman video singkat tentang mengapa saya harus memberinya pekerjaan. Inilah yang disebut berusaha ekstra untuk sebuah CV!

Kesimpulannya: Jangan takut untuk melawan arus. Lain kali anda menuliskan CV anda, buatlah yang berbeda dan unik. Jangan dengarkan suara dan ketakutan “orang yang biasa-biasa saja”. Jadilah berani untuk tampil beda, karena itulah yang akan memudahkan kami untuk mengingat anda dan menerima anda bekerja di perusahaan kami.

Sumber: dari emailnya Tri Hardiyanto temen SMU…gak tau dapatnya dari mana semoga bukan HOAX

Keadaan Ekonomi Indonesia Selama 2008* 3

Jan7

Perkembangan kondisi perekonomian dunia pada 2008 ini dikhawatirkan akan menuju resesi tingkat akut. Indeks yang mengukur tingkat kepercayaan di enam benua The Bloomberg Professional Global Confidence Index menunjukkan penurunan drastis menjadi 10,3 poin dari 21 poin pada bulan juni 2008 sebagai respon dari melemahnya ekonomi di US, Jerman, Jepang, Prancis, dan UK. Indeks tersebut juga menunjukkan bahwa Asia mengalami penurunan dari 19,4 poin menjadi 7 poin.

Indonesia pun terkena dampak akibat melonjaknya harga minyak dunia. Selama kuartal pertama 2008 inflasi tercatat sebesar 11,03%, BI Rate 8,75%, dan kurs Rp 9.155/US$. Pasar modal pun diwarnai oleh rekor-rekor baru IHSG (indeks harga saham gabungan), SUN (Surat Utang Negara), yang terus diminati oleh investor domestik maupun asing. ORI (Obligasi Republik Indonesia) selalu terserap oleh investor perseorangan dengan nilai yang melebihi target. Cadangan devisa melonjak secara signifikan, dari posisi akhir tahun 2006 sebesar US$34,7 milyar, naik menjadi US$59,5 milyar pada 30 Juni 2008. Kondisi APBN pun belum bisa dikatakan aman, karena selain masih mengandung beban defisit sebesar Rp 82,3 triliun untuk tahun 2008, juga tetap dibayang-bayangi oleh kenaikan harga minyak dunia yang masih terus bergejolak hingga saat ini. Adanya kekhawatirkan bahwa harga minyak mentah dunia bisa menembus angka US$ 200 per barrel di akhir tahun 2008 bukanlah suatu hal yang berlebihan, melihat kondisi kondisi pasar uang dan pasar komoditi dunia yang semakin tidak terkendali akhir-akhir ini.

Kenaikan BBM di perekonomian nasional yang kedua kalinya pada bulan Mei 2008 lalu, menyebabkan ancaman stagflasi akan terjadi dimana pertumbuhan ekonomi sangat lamban, tetapi diikuti oleh tingkat inflasi yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, tekanan eksternal dari kenaikan harga BBM dan gangguan pasokan barang-barang kebutuhan pokok menyebabkan pada bulan Juni 2008 terjadi inflasi 2,46 persen dan laju inflasi “year on year” (Juni 2008 terhadap Juni 2007) 11,03 persen. Tingginya angka inflasi ini terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa. Sektor tansportasi merupakan faktor penyumbang inflasi yang tertinggi pada Juni 2008. Kenaikan indeks barang dan jasa transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan lalu tercatat sebesar 8,72 persen. Sementara itu, tingkat sensitivitas inflasi dari sektor makanan mengalami penurunan. Tingginya nilai inflasi ini mengharuskan Bank Indonesia (BI) harus menaikkan BI rate minimal 25 bps menjadi 8,75 persen agar selisih suku bunga rupiah dengan inflasi year on year tidak terlalu jauh negatif. Walaupun kenaikan BI Rate akan memberatkan sektor perbankan. Namun hal ini adalah untuk menjaga supaya rupiah tetap diminati, kenaikan ini juga diharapkan mampu menahan pemilik dana yang ingin berspekulasi di pasar modal.

Meskipun pada triwulan I 2008 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,3% secara year on year, namun secara triwulanan hanya tumbuh sekitar 2,1 persen terhadap triwulan IV 2007. Pertumbuhan ekonomi tersebut hanya bertumpu pada kegiatan ekspor, karena dari empat komponen pengguna Produk Domestik Bruto (PDB) hanya ekspor yang tercatat positif, yaitu sekitar 5,7 persen. Sedangkan investasi fisik (Pembentukan Modal Tetap Bruto) mengalami kontraksi sekitar 0,6 persen, dan pengeluaran konsumsi masyarakat turun sekitar 0,4 persen akibat turunnya daya beli di awal tahun 2008 ini.

Ketidakstabilan perekonomian juga ditunjukkan oleh turunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai titik terendah sejak Oktober 2005. Pascakenaikan harga BBM bulan Mei 2008, IKK menunjukkan angka sebesar 79,1 atau lebih rendah 3,3 poin bila dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi yang semakin pesimis ini didorong oleh semakin menurunnya keyakinan konsumen terhadap indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) sebesar 5,9 poin dan menurunnya Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 0,8 poin.

Apabila dihitung secara tahunan, IKK mengalami penurunan sebesar 16,7 poin dibandingkan tahun 2007, hal ini menunjukkan konsumen yang makin pesimis terhadap kondisi ekonomi saat ini dengan penurunan indeks sebesar 12,0 poin. Hal tersebut diikuti pula oleh optimisme yang menurun terhadap ekspektasi konsumen sebesar 21,4 poin.

Berdasarkan survei yang dilakukan Bank Indonesia penurunan IKK terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk IKK antara lain: ketepatan waktu pembelian barang tahan lama sebesar 8,0 poin, ketersediaan lapangan kerja sebesar 5,9 poin, dan ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 1,8 poin. Kondisi tersebut diikuti oleh optimisme yang semakin menurun terhadap penghasilan saat ini sebesar 3,9 poin dan ekspektasi penghasilan sebesar 2,9 poin.

Sektor Industri 2008

Keadaan makroekonomi yang kurang stabil ini, menimbulkan dampak besar bagi kelangsungan hidup sektor-sektor di Indonesia, khususnya sektor industri? Antara tahun 1970an hingga sekarang, peranan sektor industri meningkat pesat meninggalkan sektor pertanian yang kontribusinya semakin menurun. Hingga awal kuartal pertama 2008, peranan sektor industri manufaktur telah mencapai sekitar 27 persen dari PDB. Sejak krisis ekonomi Asia sampai 2007, pertumbuhan sektor industri manufaktur hanya meningkat dengan laju satu digit, di bawah 10%, padahal sebelum krisis pada saat sektor industri manufaktur dapat tumbuh dengan dua digit. Sampai dengan awal 2008 industri hanya tumbuh sekitar 5,69% atau menurun hampir 2% sejak tahun 2004.

Patut dicatat, ada dua industri yang mengalami masa bonanza selama pemerintahan SBY-JK. Semenjak tahun 2004 sampai awal 2008 ini Industri alat angkut-mesin-peralatan menjadi cabang industri dengan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 12,9%. Industri pupuk-kimia-barang dari karet menjadi cabang industri dengan laju pertumbuhan tertinggi kedua, sebesar 6,23%. Selama tiga tahun terakhir, ternyata kedua industri ini boleh dikata merupakan sunrise industry. Indikatornya sederhana, yaitu pangsanya melebihi rata-rata per subsektor industri dan memiliki pertumbuhan di atas rata-rata industri. Industri pupuk banyak diuntungkan dengan naiknya harga minyak global, terutama dari produk amoniak. Industri kimia menimbulkan dampak multiplier bagi sektor hilirnya, setidaknya terlihat dari menjamurnya jumlah apotik di Indonesia. Industri barang dari karet merupakan industri hulu untuk industri mobil dan sepeda motor, yang mengalami lonjakan pertumbuhan pada tahun 2007. Industri alat angkut terkait dengan maraknya industri penerbangan dan otomotif, yang terkerek dengan mulai pulihnya daya beli konsumen. Subsektor komunikasi dan transportasi udara memang menjadi primadona karena selama lima tahun terakhir masing-masing selalu tumbuh di atas 20 persen dan 10 persen.

Di sisi lain, ada beberapa cabang industri yang malah tergolong sunset industry. Artinya, industri ini perannya kecil dalam industri manufaktur dan memiliki pertumbuhan di bawah rata-rata industri selama tiga tahun terakhir. Industri yang termasuk sunset industry adalah industri semen & barang galian non-logam, industri barang lainnya, industri kertas & barang cetakan, industri barang kayu & hasil hutan. Sebelum pengumuman kenaikan BBM pada Mei 2008, hampir semua industri non migas yang tergolong sunset industry lebih memprihatinkan dibandingkan pada akhir 2007. Pertumbuhan industri terendah tahun ini terjadi pada industri tekstil, barang kulit dan alas kaki yang pertumbuhannya minus 7,10% lebih buruk dari tahun 2007 yaitu minus 3,68 persen, Industri barang lainnya dari minus 2,82 persen menjadi minus 6,88 persen, industri barang kayu dan hasil hutan yakni minus 0,06 persen, lebih baik daripada tahun lalu yang minus 1,74 persen.

Industri manufaktur Indonesia memainkan peranan penting sejak kita menyadari tidak bisa mengandalkan ekspor sektor migas. Ekspor industri manufaktur menyumbang sekitar 85% ekspor nonmigas dan sekitar 67% total ekspor Indonesia selama ini. Bahkan kontribusi ekspor industri ini telah melampaui ekspor sektor pertanian dan migas sejak awal dasawarsa 1990-an.

Buruknya Sektor Industri

Namun bagaimana dengan produktivitas yang terdapat dalam sektor ini? Bank Indonesia dalam surveinya mengatakan bahwa sektor perindustrian di Indonesia rata-rata baru menggunakan sekitar 70% dari kapasitas produksinya. Artinya, masih banyak pabrik dan mesin-mesin industri yang belum beroperasi pada kapasitas penuh. Pada awal tahun ini terlihat bahwa ketidakefisienan dalam pemakaian kapasitas produksi lebih buruk dibandingkan pada akhir 2007.

Begitu juga dengan penggunaan tenaga kerjanya. Penurunan yang terjadi pada rata-rata kapasitas produksi diikuti dengan penurunan penggunaan tenaga kerja. Dibandingkan dengan 8 sektor yang lainnya, penurunan penggunaan tenaga kerja pada sektor industri pada awal tahun ini paling mengalami keterpurukan menjadi minus SBT 2,76 persen dari sebelumnya SBT 0,38 persen.

Banyak faktor yang menghambat perkembangan sektor ini antara lain tingginya harga BBM yang membuat naik biaya produksi sampai 65 persen, pengalihan jam kerja industri akibat keterbatasan pasokan listrik pun membuat sektor ini harus merenstrukturisasi sistem kerja mereka apalagi untuk industri TPT yang kegiatan produksinya satu minggu penuh. Terlebih lagi, isu kebijakan pemerintah yang akan membatasi penjualan daya listrik 5,5% mulai tahun depan dapat menyebabkan sektor industri kolaps. Roadmap, kebijakan dan strategi yang terarah, serta koordinasi yang just in time adalah solusi yang bisa menjawab perbaikan kondisi ekonomi.

Reformasi Kebijakan

Beberapa persoalan ke depan yang perlu mendapat perhatian serius terkait dengan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional adalah kerawanan pangan yang berpotensi terjadi, ketersediaan energi yang tidak mencukupi dan kondisi infrastruktur yang makin tidak memadai, dan banyak persoalan mendasar lainnya yang perlu dibenahi. Kondisi ini pun makin terbebani karena kini Indonesia sedang menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2009, yang persiapannya akan mulai marak pada tahun 2008.

Tiga arah kebijakan pembangunan 2009 yaitu: peningkatan daya saing industri, peningkatan kapasitas industri, dan peningkatan peran dan faktor pendukung pengembangan industri harus ditopang sumber daya yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, reformasi kelembagaan yang jelas, koordinasi antara pusat dengan daerah, dan konsistensi dan koherensi antarkebijakan makro dan sektoral.

* Didik Kurniawan Hadi

Read Me in the Fucking World Created by Heart 3

Jan7

This world is fucking stuff, though I’m seeing the same view like yesterday, walking same road like yesterday my world has totally changed,

Happiness what is that? I think it just dream that can’t be fulfilled

BEM, SEF, IKAMMA, PPM, BITE, Co-investern, Instruktur, kerja part time, full time, dapat beasiswa, ikut seminar training, IPK-cumloade, main sana main sini, semua sudah aku lakukan sebagai mahasiswa. Tapi semua itu hanya mngisi 1/8 dari otakku yang mungkin tidak berbekas ketika aku tua kelak yang akan ditumpuki dengan berbagai kegiatan.

Dan Aku tidak bahagia……………………..

Masa muda yang hanya sekali ini aku bingung mau berbuat apa? Aku melihat teman-temanku yang semua sibuk dan sok sibuk, apakah itu masa muda buat mereka? Cari sponsor, jadi pembicara, sekretaris, bendahara, kerja part time? Itu semua aku akuin penting, tapi just go to hell just being like that, its so damn pity, Mengapa system dunia ini begitu kacau, tuan Kelabu (F**K!), karena kamu aku kebilangan kebahagianku, teman temanku, kau paksa semua untuk mengikuti system yang kau buat…aaarrrgghh….Ada tidak kah dunia yang menstandarkan gaji pada tingkat kebahagiaan??Kalo ada dimana? Aku ingin tahu sekarang apakah aku temasuk kaya atau miskin?bagaimana dengan teman-temanku?

To be honest, I’m oh bukan, tapi we get youth itulah yang aku impikan (love, relationship, friends). Kapan seluruh otakku terisi itu semu, kalo bisa aku rela mengorbankan apapun..

Mimpi apa kamu mbun????Dunia ini milikku, sistem yang telah aku ciptakan, kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Kamu harus ikut sistem ini, teman temanmu sudah aku rampas dan sebentar lagi kamu (begitulah kata-kata terakhir yang diucapkan tuan kelabu sesaat sebelum aku akhirnya menyerah)

For all my friends (thanks for being my 1/8 in my entire life where the 7/8 was gone)

* Tuan Kelabu (Tuan Pencuri waktu dalam novel Momo)

Aturan Main untuk Dorong Daya Saing: Belajar dari Korea Selatan 0

Jan7

Korea Selatan (Korsel)yang sekarang dikenal sebagai salah satu Macan Asia, ternyata mempunyai beberapa kiat (strategi) untuk mendorong daya saing sehingga mempunyai keunggulan kompetitif yang menjadikannya sebagai modal utama menghadapi persaingan global. Pemerintah Korsel ternyata tak henti-hentinya melakukan perubahan kebijakan, dimana setiap rezim memiliki kebijakan sendiri-sendiri yang pada akhirnya bertumpu pada peningkatan perekonomian dengan orientasi ekspor. Perubahan perekonomian itu ternyata sampai pada sistem ekonomi yang mengikuti pola Amerika Serikat dan Inggris pada saat ini.

Adapun strategi Korsel tersebut secara terperinci dapat disimpulkan dengan melalui tahapan langkah-langkah berikut:

I. Memperkuat ekonomi

Pemerintah Korsel dalam praktik membuat kebijakan yang bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi selalu menitikberatkan pada peningkatan daya saing industri dalam negeri. Intervensi pemerintah tersebut secara khusus dilakukan dengan meluncurkan program reformasi kebijakan untuk meningkat efisiensi. Hal itu dilakukan dengan menciptakan iklim investasi yang pada realisasinya membentuk tiga badan reformasi kebijakan, yakni

a) Memperbaiki kelembagaan dan peraturan yang terkait dengan investasi.

Pemerintah Korsel membentuk tiga badan, yakni: Regulatory Reform Commite (RRC) yang berada lngsung di bawah pengawasan presiden, Regulatory Reform Promotion (RRP) di setiap kementrian dan pemerintah daerah, Regulatory Reform Task Force Team at the Office for Government Police Coordination (OPC).

b) Memastikan implementasi reformasi kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Hal ini dapat dilihat bahwa hubungan antara pemerintah pusat dan daerah adalah berhubungan seperti “saudara”. Kebijakan-kebijakan yang mereka buat selaras dengan tujuan yaitu memperbaiki iklim investasi. Di samping itu, koordinasi antar lembaga pemerintahan dapat berjalan dengan baik karena berada dalam satu koordinasi. Terbukti pemerintah melakukan kajian ulang terhadap 7.063 peraturan sejak tahun 1999 hingga tahun 2005 denagn mencabut 2.408 peraturan dan memperbaikinya.

Peningkatan investasi dari investor asing telah menciptakan stabilitas dan peningkatan pasar bursa dalam negeri.

II. Ekspor meningkat

Dengan telah berhasilnya perbaikan daya saing industri di Korea Selatan maka nilai ekspor dapat terdorong. Bahkan, ekspor bisa mengatasi hambatan eksternal berupa lonjakan harga minyak dan menguatnya nilai tukar uang korea.

Pertumbuahan ekspor menunjukan bahwa perekonomian semakin membaik dan sekarang Korsel tercatat sebagai Negara terbesar keempat dalam ekspor elektonik terbesar keempat setelah Jepang, Amerika Serikat dan Cina. Kemajuan ekonomi Koresel juga didorong oleh upaya industri untuk mencari pasar baru dan peningkatan nilai tambah tiada henti yang secara langsung hal itu dapat meningkatkan kepercayaan pada produksi Korea.

III. Pendidikan didukung

Dalam upayanya memajukan daya saing industri negaranya, Pemerintah Korea Selatan sangat mendukung program pendidikan. Terbukti pemerintah menganggarkan 8 milliar won untuk disalurkan ke beberapa universitas dan akademi di Korsel. Pemerintah juag melatih 1.300 tenaga ahli di bidang industri untuk menciptakan tenaga ahli di bidang industri utama.

Keberhasilan program pendidikan ini juga didukung faktor budaya Korea Selatan yang mempunyai anggapan bahwa pendidikan merupakan masa depan mereka. Orang yang memiliki prestasi pendidikan yang baik akan mendapat tempat kerja yang relative menarik sehingga perjuangan orang tua untuk merencanakan pendidikan anaknya sangat didukung oleh pemerintah.

Manajemen Islami: PT Asuransi Takaful Keluarga 0

Jan7


3. Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Di abad 21 ini hampir setiap ceruk pasar habis sudah digarap para pebisnis yang cerdik untuk melihat peluang akan bisnis. Bahkan bisnis-bisnis bernuansa religius pun kini sudah bertebaran seiring dengan bisnis lainnya. Banyak perusahaan yang menggarap bisnis bernuansa religius mengharapkan bisnisnya”

Kebangkitan kedua sektor keuangan syariah setelah perbankan, dialami oleh asuransi. Itu terjadi pada tahun 1994, ketika untuk pertama kalinya didirikan perusahaan asuransi berlandaskan syariah di Indonesia, melalui PT Syarikat Takaful Indonesia (STI). PT STI sendiri memiliki dua anak perusahaan, yaitu PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) dan PT Asuransi Takaful Umum (ATU).

Dibandingkan di sejumlah negara bahkan negara yang mayoritas penduduknya adalah nonmuslim- keberadaan asuransi Takaful di Indonesia terbilang terlambat. Di Luxemburg, Geneva dan Bahamas misalnya, asuransi Takaful sudah ada sejak tahun 1983. Sementara di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim, keberadaannya sudah jauh lebih lama seperti di Sudan (1979), Saudi Arabia (1979), Bahrain (1983), Malaysia (1984) dan Brunei Darussalam (1992).

Hingga saat ini, PT Syarikat Takaful Indonesia masih menjadi satu-satunya perusahaan asuransi berdasarkan syariah. Namun demikian, ada beberapa perusahaan asuransi konvensional yang mulai menjajaki peluncuran produk-produknya yang berlandaskan sistem syariah.

Dibandingkan asuransi konvensional, asuransi syariah memiliki perbedaan mendasar dalam beberapa hal. Pertama, keberadaan Dewan Pengawas Syariah dalam perusahaan asuransi syariah merupakan suatu keharusan. Dewan ini berperan dalam mengawasi manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam.

Kedua, prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli (tolong-menolong). Yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lain yang tengah mengalami kesulitan. Sedangkan akad asuransi konvensional bersifat tadabuli (jual-beli antara nasabah dengan perusahaan). Ketiga, dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan syariah dengan sistem bagi hasil (mudharobah). Sedangkan pada asuransi konvensional, investasi dana dilakukan pada sembarang sektor dengan sistem bunga.

Keempat, premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sedangkan pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan-lah yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut.

Kelima, untuk kepentingan pembayaran klaim nasabah, dana diambil dari rekening tabarru (dana sosial) seluruh peserta yang sudah diikhlaskan untuk keperluan tolong-menolong bila ada peserta yang terkena musibah. Sedangkan dalam asuransi konvensional, dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan.

Keenam, keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola, dengan prinsip bagi hasil. Sedangkan dalam asuransi konvensional, keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. Jika tak ada klaim, nasabah tak memperoleh apa-apa.

Studi Kasus Perusahaan yang Mengaplikasikan Manajemen Islami

PT Asuransi Takaful Keluarga

Profil Tafakul Indonesia

Sebagai pelopor asuransi syariah di Nusantara, Takaful Indonesia telah melayani masyarakat dengan jasa asuransi yang sesuai dengan prinsip syariah, selama lebih dari satu dasawarsa, melalui dua perusahaan operasionalnya: PT Asuransi Takaful Keluarga (Asuransi Jiwa Syariah) dan PT Asuransi Takaful Umum (Asuransi Umum Syariah).

PT Syarikat Takaful Indonesia (Perusahaan) berdiri pada 24 Februari 1994 atas prakarsa Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia (TEPATI) yang dimotori oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) melalui Yayasan Abdi Bangsa, Bank Muamalat Indonesia Tbk., PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, Departemen Keuangan RI, serta beberapa pengusaha muslim Indonesia. Melalui kedua anak perusahaannya yaitu PT Asuransi Takaful Keluarga dan PT Asuransi Takaful Umum, Perusahaan telah memberikan jasa perlindungan asuransi yang menerapkan prinsip-prinsip murni syariah pertama di Indonesia.

PT Asuransi Takaful Keluarga yang bergerak di bidang asuransi jiwa Syariah didirikan pada 4 Agustus 1994 dan mulai beroperasi pada 25 Agustus 1994, yang ditandai dengan peresmian oleh Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad. Diikuti dengan pendirian anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum Syariah yaitu PT Asuransi Takaful Umum, yang diresmikan oleh Menristek/Ketua BPPT Prof. Dr. B.J. Habibie pada 2 Juni 1995.

Kepemilikan mayoritas saham Syarikat Takaful Indonesia saat ini dikuasai oleh Syarikat Takaful Malaysia Berhad (56,00%) dan Islamic Development Bank (IDB, 26,39%), sedangkan selebihnya oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bank Muamalat Indonesia serta Karya Abdi Bangsa dan lain-lain.

Di tahun 2004, Perusahaan melakukan restrukturisasi yang berhasil menyatukan fungsi pemasaran Asuransi Takaful Keluarga dan Asuransi Takaful Umum sehingga lebih efisien serta lebih efektif dalam penetrasi pasar, juga diikuti dengan peresmian kantor pusat, Graha Takaful Indonesia di Mampang Prapatan, Jakarta pada Desember 2004. Selain itu, dilakukan pula revitalisasi identitas korporasi termasuk penataan ruang kantor cabang di seluruh Indonesia, untuk memperkuat citra perusahaan.

Dengan dukungan Pemerintah dan tenaga professional yang berkomitmen untuk mengembangkan asuransi syariah, Syarikat Takaful Indonesia bertekad untuk menjadi perusahaan asuransi syariah terkemuka di Indonesia.
Visi
Menjadi grup asuransi terkemuka yang menawarkan jasa Takaful dan keuangan syariah yang komprehensif dengan jangkauan signifikan di seluruh Indonesia menjelang tahun 2011.

Misi
Kami bertekad memberikan solusi dan pelayanan terbaik dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan risiko bagi umat dengan menawarkan jasa Takaful dan keuangan syariah yang dikelola secara profesional, adil, tulus dan amanah.

Konsep dan Filosofi
Segala musibah dan bencana yang menimpa manusia adalah ketentuan Allah. Namun manusia wajib berikhtiar untuk memperkecil resiko dan juga dampak keuangan yang mungkin timbul. Upaya tersebut seringkali tidak memadai, sehingga tercipta kebutuhan akan mekanisme mengalihkan resiko seperti melalui konsep Takaful atau asuransi.

Kegiatan Manajemen di dalam PT Asuransi Takaful Keluarga

PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK), didirikan pada tahun 1994 dengan modal dasar Rp 25 miliar dan modal disetor Rp 9 miliar. Sebagai anak perusahaan PT Syarikat Takaful Indonesia (STI), sebagian besar saham PT ATK dimiliki oleh PT STI, selebihnya oleh Koperasi Karyawan Takaful.

Pada tiga tahun pertama beroperasi, yaitu 1994, 1995 dan 1996, PT ATK mengalami kerugian kumulatif sebesar Rp 1,383 miliar. Namun mulai tahun 1997, PT ATK mulai berhasil membukukan laba yaitu sebesar Rp 135 juta. Laba itu terus tumbuh pada tahun 1998 menjadi Rp 312 juta, namun menurun kembali pada 1999 menjadi Rp 221. Kondisi ini sebetulnya relatif baik, mengingat pada tahun-tahun itu ekonomi Indonesia tengah dilanda krisis. Bahkan, tak sedikit perusahaan Asuransi konvensional yang kesulitan likuiditas dan akhirnya gulung tikar.

Sedangkan pendapatannya sejak pertama berdiri terus tumbuh. Pada tahun 1999, porsi pendapatan terbesar masih dari premi yaitu mencapai Rp 28,552 miliar. Pendapatan investasi mencapai Rp 1,707 miliar dan dari sektor lainnya Rp 99 juta. PT ATK yang berkantor pusat di Jl. DR. Saharjo, Jakarta, hingga tahun 1999 berhasil merangkul 39.204 orang peserta individu di delapan produk individunya, yaitu Takaful Dana Investasi, Takaful Dana Haji, Takaful Dana Siswa, Takaful Anuitas, Takaful Anak Asuh, Takaful Kesehatan, Takaful Al-Khairat dan Takaful Kecelakaan Diri. Sementara 441.573 peserta kumpulan tersebar di tujuh produk kumpulannya, yaitu Takaful Pembiayaan, Takaful Al-Khairat, Takaful Majelis Taklim, Takaful Kecelakaan Diri Kumpulan, Takaful Kecelakaan Siswa, Takaful Perjalanan Haji dan Umroh serta Takaful Wisata dan Perjalanan.

Jajaran dewan komisaris PT ATK, dipimpin oleh Iwa Sewaka selaku Direktur Utama PT STI. Sedangkan jajaran dewan pengawas syariah diketuai oleh KH Ali Yafie. Jajaran dewan direksi diisi oleh Agus Siswanto selaku direktur utama, Basuki Agus selaku direktur operasional, Edwin Mustafa selaku direktur keuangan dan Syahrial Sakni selaku direktur teknik dan aktuaria. Mereka saat ini mengelola aset perusahaan senilai lebih dari Rp 55 miliar. Dalam menjalankan operasionalnya, PT ATK didukung oleh 947 orang sumberdaya manusia yang tersebar di 31 kantor cabang.

Dengan segala potensinya, PT ATK menetapkan visi 2003, yaitu menjadi perusahaan Asuransi yang tangguh, terkemuka, diperhitungkan dan dibanggakan oleh ummat Islam dan masyarakat Indonesia. Untuk itu, PT ATK menetapkan misi untuk tetap konsisten sebagai lembaga ekonomi-keuangan syariah dan memeberi manfaat sebesar-besarnya bagi para stakeholders.

Didalam pemasaran PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) sering menggunakan metode metode presentasi di BUMN maupun perusahaan-perusahaan swasta. Bahkan memanfaatkan lebaran PT ATK memproyeksi penjaringan minimal 10 ribu nasabah baru selama mudik Lebaran. Untuk merealisasikan hal tersebut, ATK bekerja sama dengan PT Telkomsel melalui layanan asuransi syariah perjalanan. Layanan tersebut bernama Takaful Safari

Sebagai perusahaan asuransi syariah, Takaful bekerja dengan konsep tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana telah digariskan di dalam Al Qur?an,


2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah[389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram[390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[391], dan binatang-binatang qalaa-id[392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[393] dan apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Dengan landasan ini, PT ATK menjadikan semua peserta sebagai satu keluarga besar yang akan saling melindungi dan secara bersama menanggung resiko keuangan dari musibah yang mungkin terjadi di Al-Mudharabah, Al-Wakalah, dan Tabarru?. Akad-akad Takaful tidak mengandung unsur Al-Riba (bunga uang), Al-Maisir (Judi), dan Al Gharar (untung-untungan) yang dilarang dalam akad-akad keuangan Islami.</p> <p>Pengelolaan Dana di dalam tubuh PT Asuransi Tafakul Keluarga.

Di dalam operasional asuransi syariah yang sebenarnya terjadi adalah saling bertanggung jawab, bantu-membantu dan melindungi di antara para peserta sendiri. Perusahaan asuransi diberi kepercayaan (amanah) oleh para peserta untuk mengelola premi, mengembangkan dengan jalan yang halal, memberikan santunan kepada yang mengalami musibah sesuai isi akta perjanjian tersebut.

Keuntungan perusahaan asuransi syariah diperoleh dari bagian keuntungan dana dari para peserta, yang dikembangkan dengan prinsip mudharabah (sistem bagi hasil). Para peserta asuransi syariah berkedudukan sebagai pemilik modal dan perusahaan asuransi syariah berfungsi sebagai yang menjalankan modal. Keuntungan yang diperoleh dari pengembangan dana itu dibagi antara para peserta dan perusahaan sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Mekanisme pengelolaan dana peserta (premi) terbagi menjadi dua sistem yaitu:</p> <p> 1. Sistem yang mengandung unsur tabungan<br /> 2. Sistem yang tidak mengandung unsur tabungan</p> <p>1. Sistem yang mengandung unsur tabungan.

Setiap peserta wajib membayar sejumlah uang (premi) secara teratur kepada perusahaan. Besar premi yang akan dibayarkan tergantung kepada kemampuan peserta. Akan tetapi perusahaan menetapkan jumlah minimum premi yang dapat dibayarkan. Setiap peserta dapat membayar premi tersebut, melalui rekening koran, giro atau membayar langsung. Peserta dapat memilih cara pembayaran, baik tiap bulan, kuartal, semester maupun tahunan. Setiap premi yang dibayar oleh peserta akan dipisah oleh perusahaan asuransi dalam dua rekening yang berbeda, yaitu:

1. Rekening Tabungan, yaitu kumpulan dana yang merupakan milik peserta, yang dibayarkan bila:* Perjanjian berakhir* Peserta mengundurkan diri* Peserta meninggal dunia2. Rekening Tabaru’, yaitu kumpulan dana yang diniatkan oleh peserta sebagai iuran kebajikan untuk tujuan saling tolong-menolong dan saling membantu, yang dibayarkan bila:* Peserta meninggal dunia * Perjanjian telah berakhir (jika ada surplus dana).Kumpulan dana peserta ini akan diinvestasikan sesuai dengan syariah Islam. Tiap keuntungan dari hasil investasi, setelah dikurangi denagn beban asuransi (klaim dan premi re-asuransi), akan dibagi menurut prinsip Al-Mudharabah. Prosentase pembagian mudharabah (bagi hasil) dibuat dalam suatu perbandingan tetap berdasarkan perjanjian kerjasama antara perusahaan dengan peserta.

2. Sistem yang tidak mengandung unsur tabungan

Setiap premi yang dibayar oleh peserta, akan dimasukkan dalam Rekening Tabarru’, yaitu kumpulan dana yang diniatkan oleh peserta sebagai iuran kebajikan untuk tujuan saling tolong-menolong dan saling membantu, dan dibayarkan bila:

* Peserta meninggal dunia
* Perjanjian telah berakhir (jika ada surplus dana)

Kumpulan dana peserta ini akan diinvestasikan sesuai dengan syariah Islam. Keuntungan dari hasil investasi setelah dikurangi dengan beban asuransi (klaim dan premi re-asuransi), akan dibagi antara peserta dan perusahaan menurut prinsip Al-Mudharabah dalam suatu perbandingan tetap berdasarkan perjanjian kerjasama antara perusahaan dengan peserta.