Archive January 2009

Hanya dari Sebuah Kata Enterpreunership Mahasiswa* 1

Jan29

Ketika sistem ekonomi sedang terpuruk, bersembunyi dimanakah sekelompok mahkluk yang dijuluki mahasiswa sebagai agen perubahan?

“Dimuka bumi yang terhampar luas, yang kita namakan sebagai dunia tidak pernah kita temukan sesuatu yang tetap dan abadi, yang tetap hanyalah perubahan itu sendiri” (diungkapkan oleh Heraclitos 535-475 SM). Sebuah perubahan yang dimaksud menuju tatanan masyarakat yang lebih baik, lebih adil dan sejahtera tentunya membutuhkan sebuah proses dan harus ada pelaku dari perubahan itu sendiri atau agent of change. Manusia memang beragam mulai dari yang materialisme, Hodenisme, Rasialisme serta Mistisisme. Apakah perubahan fisik manusia itu tidak diikuti perubahan daya pikirnya? seperti yang diungkapkan Charles Darwin. Seharusnya daya pikir manusia juga berubah seiring dengan perubahan bentuk fisiknya. Prolog diatas hanyalah untuk menggambarkan sebuah komunitas yang mengklaim dirinya sebagai komunitas intelektual yang berkesempatan untuk menimba konsep itu di suatu tempat yang disebut universitas.

Adalah mahasiswa yaitu sebuah kelompok yang terlahir akibat adanya kedzaliman zaman. Mungkin mahasiswa adalah sebuah produk anak haram yang terlahir dari dunia kotor, dunia yang memutarbalikkan fakta dan yang penuh dengan rezim kekuasaan para dheduwur yang berusaha mempertahankan status quo-nya. Kelahiran mahasiswa mungkin membuat mereka menjadi gencar yang diselubungi rasa kekhawatiran karena mahasiswa selalu menggembor-gemborkan akan adanya suatu perubahan yang bertujuan akan adanya suatu keadilan yang dijunjung tinggi bukannya kekuasaan.

Mahasiswa selalu menjadi elemen dalam perjuangan sebuah bangsa, tidak hanya pelopor dalam roda perjuangan sejarah Bangsa Indonesia, tetapi juga sebagai penggerak, bahkan menjadi pemberi keputusan. Pergerakan mahasiswa yang selalu menempatkan dirinya sebagai agent of change dengan idealisme dan moral force yang dimilikinya. Dengan tidak mengesampingkan norma, nilai, dan tatanan yang berlaku di masyarakat, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa mahasiswa selama ini selalu menduduki garda terdepan dalam suatu change, mendongkrak kesewenang-wenangan rezim demi menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, karena mahasiswa masih memiliki idealisme yang relatif bebas dari vested interest politik, seperti kedudukan, jabatan dan kekayaan.

”Hijrah” pergerakan mahasiswa tumbuh dan berkembang di dalam kampus yang merupakan simbol akademik, kebebasan berargumen, berkreasi, dan berkomunikasi secara aktif/bebas. Ketika kita sadar kampus adalah bagian kedua dari kehidupan para aktivis, kita harus berusaha mengembangkan diri(self-improvement) untuk berekpresi dan beraktualisasi. Sebagai mahasiswa tidak lengkap rasanya apabila atribut kita tidak dipenuhi dengan sebuah perubahan dinamika dan romantika yang berguna bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.

Dalam keheningan menatap situasi ke-Indonesiaan saat ini, akan membuat

kita muram. Dihantam krisis multi dimensi, membuat kita jatuh tersungkur, bahkan seakan berada di titik nadir. Dan rasanya kita tak tahu akan diletakkan dimana wajah kita, bila dihadapkan pada the founder of our nation. sekarang kita berkaca sebagai mahasiswa yang dapat melihat 38 juta rakyat yang menjerit menerima ketidakadilan dari para punggawa negara menghempas keluh keringat hanya untuk sesuap makan. Sebagai penyambung lidah rakyat, mahasiswa harus benar-benar melakukan perubahan. Perubahan disini bukan hanya ordinary change, tetapi adalah perubahan yang bisa menyingkirkan sifat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan akan kaum darah biru terhadap proletar.

Tetapi kenyataannya berbicara lain, sebagian besar mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi belum bisa memberikan sumbangsihnya untuk membantu perbaikan bangsa ini. Salah satu penyebab kondisi ini adalah kurangnya wawasan yang dimiliki para mahasiswa / lulusan perguruan tinggi dalam hal kewirausahaan dan pentingnya kemampuan selain kemampuan teknis. setiap elemen masyarakat.

Hal itu tentu saja akan mencoreng nama mahasiswa dengan gelar yang disandangnya(agent of change).Bahkan ada anggapan bahwa mahasiswa masih terlalu berat untuk menerima atribut yang dibawanya, karena belum tampak adanya timbal balik atau konsekuensi logis dalam bentuk riil akan adanya atribut tersebut. Bahkan dirumah kedua para aktivis pun(kampus) telah terjadi degradasi moral mahasiswa yang terlena akan maya-nya dunia nyata.Sehingga mereka merasa dirinya bukan merupakan bagian dari agent of change dan agent of modernization.

Ketika mahasiswa dikaitkan dengan keadaan perekonomian bangsa, maka itu hanyalah sekedar wacana retoris. Karena sudah jelas itu adalah tugas mahasiswa sebagai agent of modernization yang harus bisa membawa Indonesia keluar dari terpuruknya sistem bangsa ini. Sekilas tentang pembangunan ekonomi dahulu yang selalu dikumandangkan besar-besaran dengan berbagai slogannya dan jatuh tertimpa slogan pembangunannya sendiri, akibat keberpihakan yang tidak seimbang terhadap ideologi-ideologi besar dunia. Keluar dari IMF pun ternyata tidak membawa Indonesia sebagai bengsa yang mandiri. Karena untuk mewujudkan bangsa yang lebih mandiri adalah sebuah perjuangan dan merupakan kerja keras yang tidak pernah berakhir. Kemandirian bagi Bangsa Indonesia

bukan lagi diukur dari statement/proklamasi kemerdekaan, namun ukurannya lebih kepada upaya mengisi kemerdekaan, dengan sikap mandiri, berbuat mandiri, dan membangun secara mandiri. Jika itu tidak kita lakukan, kemudian kita tertinggal, maka pesaing kita akan maju.

Sebagai mahasiswa kita harus tahu bahwa perekonomian dan kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh masyarakatnya sendiri, dimana sifat enterpreunership menjadi pondasi awalnya. Jika kita berkaca pada orang-orang Amerika yang mempunyai keinginan untuk berusaha mempunyai jiwa enterprener dengan berfokus pada world-class. Pertanyaan yang muncul dari statement tersebut adalah mengapa kita tidak bisa jika Amerika saja bisa?

Sebenarnya maju-tidaknya perekonomian suatu bangsa tergantung pada sifat enterpreunership yang dimiliki oleh masyarakatnya, terutama generasi mudanya. Sebagai mahasiswa yang termasuk dalam generasi muda kita harus berusaha mendapatkan jiwa enterpreunership dengan cara-cara yang benar. Mencontoh dari nama-nama besar seperti Herb Kelleher dengan Southwest Airlines-nya, Roberto Goizueta dengan Coca-Cola Company, Sir Richard Branson dengan Virgin Group, ataupun Elly Callaway dengan Callaway golf-nya pun tidak ada buruknya. Mereka mungkin mempunyai gaya enterpreuner yang berbeda-beda tetapi mereka semua berhasil karena dapat meletakkan gaya enterpreunership sesuai situasi dan kondisi yang tepat. Sebagai contoh saja Herb Kelleher dengan Southwest Airlines-nya yang selalu mengutamakan humor untuk para pelanggannya, mungkin tidak akan pernah bisa dipraktekkan di dalam perusahaan Callaway Golf, karena prinsip dasar kedua perusahaan memang berbeda. Yang menyamakan adalah desire mereka untuk memulai sesuatu yang baru karena melihat setitik celah keberhasilan. Mereka semua memulai usaha mereka dari nol, tetapi denga jiwa dan semangat enterpreuner mereka mampu mengubah sesuatu hal kecil yang membosankan menjadi sebuah perusahaan raksasa yang sulit ditandingi.

Mengapa kita sebagai generasi muda tidak bisa meniru mereka? Selama kita masih menjunjung tinggi semboyan seperti slogan silver queen”mumpung kita masih muda santai saja” maka tidak mustahil Bangsa Indonesia tidak mampu keluar dari ekonomi yang menjerat rakyatnya. Sebenarnya kita bisa memulai perubahan itu sekarang, dengan tidak bertumpu pada sifat individualisme dan primordialisme maka sebenarnya kita sudah menumbuhkan benih-benih jiwa enterpreunership dalam tubuh kita.

Tidak perlu dibayangkan, karena kita sudah terlambat, sifat enterpreunership harus kita kembangkan mulai detik ini juga, dengan menyamakan persepsi menuju Bangsa Indonesia yang disegani oleh semua bangsa, maka tidak lama lagi hal itu akan segera terwujud. Karena jika kita masih membayangkan maka kita hanya akan tersesat seperti sebuah pepetah ”telur dulu atau ayam dulu” maksudnya disini adalah kita harus memulai perbaikan sistem ekonomi oleh para ekonom sekarang ataukah kita harus mulai sekarang. Jadi untuk menghilangkan pepatah tersebut kita harus menyamakan persepsi bahwa ayam dulu-lah yang lahir. Artinya perubahan harus dimulai dari kita sendiri, karena hanya dengan cara itu kita semua dapat mewujudkan Bangsa Indonesia yang mandiri.

Bangsa yang mandiri ialah bangsa yang dapat menyediakan kebutuhannya sendiri, terutama terhadap barang yang dapat mereka produksi sendiri. Kemandirian akan meningkatkan kesejahteraan warga negara dan memperjelas eksistensi negara di mata dunia. Dengan jiwa enterpreunership kita dapat menemukan sepercik titik terang tersebut. Sebuah titik yang dapat membawa perubahan besar bagi bangsa kita, Bangsa Indonesia.

Tetapi memang benar esensi semua itu kembali kepada mahasiswa yang harus mau membangun jiwa enterpreunership. Saat ini sebagai mahasiswa, kita harus menyadari, ada banyak hal di negara ini yang harus diluruskan dan diperbaiki. Kepedulian terhadap negara dan komitmen terhadap nasib bangsa di masa depan harus diinterpretasikan oleh mahasiswa ke dalam hal-hal yang positif. Tidak bisa dimungkiri, mahasiswa sebagai social control terkadang juga kurang mengontrol dirinya sendiri. Sehingga mahasiswa harus menghindari tindakan dan sikap yang dapat merusak status yang disandangnya, termasuk sikap hedonis-materialis yang banyak menghinggapi mahasiswa.

Demi menjaga eksistensi dari atribut tersebut, adalah anda aktivis mahasiswa sebagai agent of change dan agent of modernization. Siapalagi yang akan melakukan perubahan kecuali anda.

* Didik Kurniawan Hadi

Bagaimana Menghitung Sebuah Basic Lending Rate (BLR)??* 2

Jan27

Saat ini Perang bunga deposito masih berkobar. Kendati Bank Indonesia (BI) sudah dua kali memangkas suku bunga acuan (BI rate), namun para bankir masih menawarkan bunga tinggi, terutama untuk nasabah yang berkantong tebal. Logikanya, jika bunga acuan turun, bunga simpanan di bank juga merosot. Kenyataannya, BI telah dua kali menurunkan BI rate sejak Desember 2008. Tetapi, para bankir masih mengerek bunga simpanan tinggi-tinggi. Banyak bank, baik lokal maupun asing menawarkan bunga deposito sebulan hingga 14%. Bunga itu jauh di atas bunga wajar untuk deposito sebulan sesuai patokan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), yaitu 10%. Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai ini karena pihak perbankan pasti punya alasan mengapa belum bisa menurunkan lending ratenya. saya akan lebih menjelaskan bagaimana cara menghitung sebuat BLR atau Suku Bunga Pinjaman (SBP) itu?

Dalam menghitung BLR, sebuah bank memperhatikan faktor-faktor berikut:

  1. % rata2 suku bunga dari dana pihak III (tabungan, deposito, giro) dan sumber dana lain + biaya reserve requirement (jumlah dana yang wajib ditaruh bank di BI dan tidak ada bunganya, karena itu ada biaya bunganya). faktor ini biasanya disebut marginal cost of fund.
  2. % dari biaya overhead bank terhadap total dana pihak III dan sumber dana lainnya.
  3. % dari marginal tax rate (tax biasanya 30%) ketiga persentase di atas akan ditambahkan sesuatu yang namanya target interest revenue (target keuntungan) yang ditentukan oleh management bank.

Selisih antara bunga kredit dengan bunga deposito sering kita artikan sebagai interest spread saat ini berkisar diantara 5-8%. Begitu juga dengan overhead cost (biaya untuk mengolah transaksi) bank yang umumnya berkisar antara 3-5%, margin tax sekitar 1%, ditambah lagi dengan target interest revenue bank sekitar 1-2%.

Setelah keluar angka BLR, maka itu adalah minimal tingkat suku bunga pinjaman yang berlaku di bank tersebut. Unit2 bank yang melepas kredit menilai lagi kelayakan nasabah kalau nasabah yang dianggap beresiko tinggi, biasanya dikasih bunga lebih tinggi lagi dengan patokan misalnya BLR + % margin resiko. Margin resiko ini misalnya 1% atau 2%. Bunga tersebut berfluktuasi sesuai BLR.

Tinggi rendahnya suku bunga selain dari spread itu juga sangat tergantung pada tipe bank dan sumber pembiayaannya. Kalau BPD, BPR dan Bank Pasar, seringkali mereka mendapat pembiayaan/pinjaman dari secondary market, dari bank2 pemerintah dan swasta yang lebih besar yang sudah mengambil untung. Disamping itu mereka juga umumnya menawarkan tingkat suku bunga simpanan yang lebih tinggi sehingga orang tertarik tidak semuanya ke bank-bank kelas nasional.

Dengan sumber pembiayaan yang lebih mahal – normalnya suku bunga pinjaman mereka umumnya lebih mahal 2%-3% dari suku bunga kredit komersial perbankan nasional. Perkecualiannya jika mereka dapat dana murah dari BI atau lembaga-lembaga asing untuk menyalurkan kredit mikro.

Perangkai Pidato Obama yang Cemerlang.. 3

Jan21

Tahun Pidato pelantikan Presiden Barack Obama yang mengesankan dan inspiratif ternyata dibuat seorang anak muda berusia 27 tahun.

PENULIS pidato itu adalah Jon Favreau. Dialah kini pencipta sejarah sebagai penulis pidato termuda dalam sejarah pelantikan presiden baru AS. Selama dua bulan terakhir sedikitnya 16 jam sehari Favreau menghabiskan waktu untuk mencari inspirasi dalam penulisan pidato pelantikan Obama.

Detik demi detik selalu dia manfaatkan untuk memikirkan bagaimana menyambung kata-kata dan merangkai kalimat pidato agar lebih memikat. Cara kerja dan tempat kerjanya pun dibuat bervariasi dan berpindah-pindah. Kadang dia pergi ke kedai kopi Starbucks di Penn Quarter atau tinggal serta merenung sendiri di apartemen yang tergolong baru karena dilengkapi perabotan rumah tangga di
Dupont Circle,Washington.

Sering pula dia kerjakan pidato Obama hingga pukul 03.00 pagi. Dia minum kopi double espresso dan minuman energi Red Bull sebagai dopingnya. Untukmempermudahtugas Favreaudibantusatutimasisten yang membantu mengumpulkan berbagai bahan pidato. Bahan-bahanyangmenjadipendukung utama Favreau adalah kumpulan pidato-pidato pelantikan Presiden AS dan penelitian tentang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah bangsaAmerika.

Setiap untaian kalimat yang dibuat Favreau dan diucapkan Obama akan dikutip dalam sejarah dan menjadi inspirasi bagi jutaan rakyat Amerika. “Saya berada pada pelantikan ketika Obama mengatakan…,”demikian rakyat AS akan bercerita tentang pengalaman mereka ketika melihat langsung atau melalui televisi tentang pidato pelantikan Obama. Untuk membuat pidato yang hebat Favreau menjalin kedekatan sendiri. Persahabatan ini membuat mereka bisa saling membaca pikiran.

Dengan demikian, tidak ada jurang pemisah antara Favreau dan Obama.Tiap pidato yang dibuat Favreau pun menjadi satu kesatuan yang tidak dipisahkan dan menciptakan sebuah harmoni. Selain pidato, “Yes We Can”juga slogan Obama yang diciptakan Favreau. Menurut Favreau,slogan tersebut mampu meramu semua
kebijakan dan impian menjadi sebuah harapan bagi Obama demi masa depan bangsa Amerika.

Kenapa harus Favreau yang menjadi penulis pidato Obama? Menurut penasihat utama Obama, David Axelrod, Obama sangat mempercayai Favreau. “Dan Anda tahu, Barack bukan tipe orang yang percaya kepada banyak orang,”papar Axelrod. Favreau bakal terus mendampingi Obama setelah pelantikan tadi malam.

Dia akan menanggalkan seragam kebangsaannya, celana jins dan sweater, lalu mengenakan setelan formal dan duduk di ruangan di Sayap Barat Gedung Putih. Jabatan barunya adalah ketua tim perumus naskah pidato presiden, bersama belasan penulis senior yang menjadi anak buahnya. Bergabung dengan tim Obama
di Gedung Putih akan menjadi langkah perubahan besar-besaran bagi kehidupan Favreau.

Bisa jadi ini juga menjadi karier terakhir bagi Favs di dunia politik. ” Segalanya bisa menjadi antiklimaks, “paparnya kepada Times Online. Favreau dan Obama sadar bahwa pidato mereka akan ditunggu dan dikenang sejarah.

Mereka pun tidak sembarang membuatnya.Ambisi Favreau adalah membuat pidato yang lain dari pidato pelantikan Presiden AS sebelumnya. Menurut sejarawan kepresidenan AS, Thoman Alan Schwartz, jika kemampuan retorika Favreau dan Obama digabungkan dengan kemenangan bersejarah, pidato
inaugurasi tersebut akan menjadi suatu yang fenomenal.” Saya tidak mudah membuat pidato bersejarah. Apalagi setiap frase dan kalimatnya akan selalu dikenang,” papar Schwartz dikutip Time. Pidato-pidato Obama yang dibuat

Favreau sempat mendapatkan pujian langsung Hillary Clinton. “Pidato kampanyemu seperti puisi,tapi Anda menyampaikan layaknya sebuah prosa,”puji Hillary. Favreau mengatakan rahasia membuat pidato yang bagus adalah kejujuran. “Pertama kali saya akan berpikir tentang bagaimana pidato itu ketika Obama mengucapkannya pada kampanye.Kemudian saya akan melihat raut muka para penasihat senior Obama.

Jika mereka tersenyum, berarti pidato buatan saya bagus,” kutip The New YorkTimes. Siapa sesungguhnya Favreau? Pria yang akrab dipanggil “Favs”ini lahir pada 6 Juni 1981.Pada 2003 dia menyelesaikan studi di College of the Holy Cross di Massachusetts. Awal ketertarikannya pada dunia pidato sejak Favs ditunjuk menyampaikan pidato perpisahan mewakili teman-temannya. Saat itu ia menyandang predikat mahasiswa paling berprestasi.

Mengetahui ketertarikan dengan dunia penulisan pidato, pada 2004 Favs bergabung dalam kampanye presiden untuk Senator John Kerry. Dalam Konvensi Partai Demokrat 2004, di belakang panggung dia bertemu Obama. Dari belakang panggung tersebut, Favs memberikan saran pada Obama untuk menulis ulang pidatonya agar lebih berintonasi dan tidak tumpang tindih.

Awalnya Obama tidak percaya pada Favreau dengan wajah anak dan gaya gaulnya. “Obama melihat saya seperti orang bingung, ‘Ada apa dengan anak ini’” ungkapnya menirukan ekspresi Obama. Penjelasannya tentang gaya dan isi pidato membuat Obama takjub. Asisten komunikasi Obama, Robert Gibbs, yang
juga membantu kampanye Kerry, merekomendasikan Favreau kepada Obama.

Pada 2005 Favreau mulai bekerja untuk presiden terpilih berkulit hitam pertama AS tersebut. Favreau bergabung dengan tim kampanye Obama sebagai ketua tim perumus pidato pada 2007 lalu. Tak mengherankan jika selama masa kampanye itu pidato Obama luar biasa dan mendapatkan sambutan positif dari warga AS. (NYT/Times Online/ andika hm)

Apakah FACEBOOK membiayai perang di GAZA?? 13

Jan19

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (AtTaubah:122)

FACEBOOK membiayai perang di GAZA

Fenomena facebook begitu gempar di Indonesia, sampai-sampai ada
facebook dalam bahasa indonesia. Saya heran bukan main, satu per satu
teman saya mendaftar di facebook. Tidak heran kalau di tahun 2008
facebook meraup keuntungan 300 juta dollar amerika karena lebih dari
140 juta user aktif di seluruh dunia dan 8,5 juta foto dimuat tiap
harinya. Bagi yang belum tahu apa itu facebook bisa baca artikel ini.
Facebook memberikan banyak kemudahan bagi kita, dari mulai menjalin
relasi sampai cari uang dari facebook, baca juga artikel ini dan
artikel ini. Tapi keuntungan yang sebanyak itu digunakan
untukmembiayai perang di Gaza. Benarkah?

Awalnya saya juga tidak sengaja reseach tentang facebook. Dari awal
saya sangat tidak setuju dengan adanya agresi Israel di Gaza. Untuk
membantu warga Gaza, saya hanya bisa berdoa dan berniat untuk
memboikot produk-produk Israel. Dari artikel yang saya publish
beberapa waktu lalu tentang pemboikotan produk-produk Amerika, ada
komentar yang mengatakan bahwa facebook dan wordpress adalah milik
amerika dan menyarankan untuk tidak memakainya lagi. Dari sini awal
mulanya saya melakukan reseach tentang facebook dan wordpress.

Fakta – fakta :

1. Facebook adalah milik Mark Zuckerberg, jika kita membaca artikel
Mark Zuckerberg dalam bahasa indonesia tidak diketahui secara lengkap
siapakah dia. Kalau kita membaca artikel tentang Mark Zuckerberg dalam
bahasa inggris terdapat lengkap data diri si pembuat facebook ini.

2. Siapakah sebenarnya si pendiri sekaligus CEO facebook ini? Dia
adalah mahasiswa harvard university dan aktif sebagai anggota Alpha
Epsilon Pi. What is Alpha Epsilon Pi? baca artikel ini.

3. Alpha Epsilon Pi adalah seperti perkumpulan mahasiswa yahudi di
amerika utara, yang mempunyai misi sebagai berikut,

Alpha Epsilon Pi, the Jewish Fraternity of North America, was founded
to provide opportunities for Jewish men seeking the best possible
college and fraternity experience. We have maintained the integrity of
our purpose by strengthening our ties to the Jewish community and
serving as a link between high school and career. Alpha Epsilon Pi
develops leadership for the North American Jewish community at a
critical time in a young man’s life. Alpha Epsilon Pi’s role is to
encourage the Jewish student to remain dedicated to Jewish ideals,
values, and ethics and to prepare the student to be one of tomorrow’s
leaders so that he may help himself, his family, his community, and
his people.

Yang intinya adalah sebagai tempat pengkaderan dan tempat mencari
pemimpin baru bagi kaumnya, yaitu Yahudi.

4. Fakta ke-empat sampai artikel ini ditulis serangan Israel di Gaza
telah menewaskan lebih dari 600 palestinians.

5. Facebook mendapatkan keuntungan dari iklan yang dipasang, semakin
banyak user dan pengunjung facebook senakin banyak pula penghasilnya.

Next research :
-Apakah hubungan Yahudi dengan Israel?
-Apakah benar sebagian pendapatan Mark Zuckerberg di sumbangkan untuk
Alpha Epsilon Pi?
-Apakah Alpha Epsilon Pi berhubungan dengan pemerintah Israel?

Link :
- How To Delete Facebook Account?
- Daftar Produk AS yang diboikot oleh Para Ulama

Referensi :
- http://www.wikipedia.org
- http://www.infopalestina.com
- http://www.aljazeera.net/english
- http://amirkovic.wordpress.com

sumber : http://www.kamusmalesbanget.com/foru. ..perang- di-Gaza

Diambil dari blog ini http://amirkovic.wordpress.com/2009/01/09/facebook-membiayai-perang-di-gaza/

**************

Facebook dan Saya

Di atas adalah sedikit tulisan yang membuka mata saya tentang Facebook, yang setiap hari saya login dan log out untuk sekedar berhibur, menyapa teman-teman (yang kini jumlahnya banyak sekali).

Sebelumnya saya sudah rada tidak sreg dengan Facebook karena di sana banyak kampanye (atau iklan) tentang lesbian, homo, forum forum yang mendeskreditkan Islam, dll. Tetapi populasi facebook meningkat tajam di kalangan teman-teman saya (SMA maupun IIUM) sehingga saya masih saja memelihara akun FB itu. Namun, setelah tabayyun atau cross check ke sumber terkait, sepertinya artikel pembuka di atas bukan isapan jempol belaka.

Berikut ini fakta yang memperkuat bahwa Facebook adalah salah satu pendonor bom-bom dan roket (dalam bentuk uang) untuk menghabisi rakyat Palestina.

TENTANG PENDIRI FACEBOOK

At Harvard, Zuckerberg was also a member of Alpha Epsilon Pi, a Jewish college fraternity. http://en.wikipedia.org/wiki/Mark_Zuckerberg.

Lebih jauh tentang sosok ini bisa baca di sini http://www.tentangrifai.com/2008/08/mark-zuckerberg-menjadi-triliuner-muda-berkat-situs-internet-facebook/

Dan apakah Alpha Epsilon Pi itu?

Alpha Epsilon Pi, the Jewish Fraternity of North America, was founded to provide opportunities for a Jewish man seeking the best possible college and fraternity experience. We have maintained the integrity of our purpose by strengthening our ties to the Jewish community and serving as a link between high school and career. Alpha Epsilon Pi develops leadership for the North American Jewish community at a critical time in a young man’s life.

http://www.aepi.org/site/pp.asp?c=geJQIUOwErH&b=2116949

http://en.wikipedia.org/wiki/Alpha_Epsilon_P

Dan hubungannya dengan Zuckerberg?

Bisa dilihat di situs ini http://www.aepi.org/site/pp.asp?c=geJQIUOwErH&b=2117027 bahwa Zuckerberg adalah salah satu alumninya (tentu alumni yang berpengaruh di sana).

Lebih jauh lagi beberapa artikel keterkaitan antara facebook dengan gerakan zionis internasional:

Since Facebook is Jewish owned and operated, Peres says it is an ideal tool to silence criticism of Israel, and to spread holo-hoax propaganda. http://www.wakeupfromyourslumber.com/node/5510

Seperti juga Google, Facebook memiliki andil besar dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan dunia Israel. Seperti yang dimuar di situs ini http://www.haaretz.com/hasen/spages/970667.html

Co-founder of internet giant Google, Sergey Brin, will join Facebook founder Mark Zuckerberg, and Yahoo president Susan Decker at a presidential panel on technology to be held at the Jerusalem International Convention Center May 13-15.

The convention, which was formed at the initiative of President Shimon Peres, will also be attended by a number of Israeli political, religious and financial leaders, as well as academics and cultural figures.

http://www.haaretz.com/hasen/spages/970667.html

http://www.haaretz.com/hasen/spages/973445.html (di situ tertera juga nama Abdurrahman Wahid, nah loooh)

Dan inilah yang menegaskan kembali bahwa Facebook adalah penyokong Israel baik dalam segi pendanaan maupun dalam segi teknologi. http://www.mediapost.com/publications/?fa=Articles.showArticleHomePage&art_aid=97567

Leyden, which owns the Israel News Agency, said his Facebook page pledges support for brave men and women in the Israel Defense Forces who by air, water and ground protect Israel’s democracy and sovereign borders. The site’s friend count quickly climbed from 3,232 members on Dec. 28 at 9 P.M. EST to nearly 17,000 members on midday on Dec. 30. A link to a video on Google’s YouTube also provides insight as to why the Israel Defense Forces confront Islamic terrorists in Gaza.

It’s not “hasbara,” which means “to explain or PR spin,” Leyden said. “It’s about using social media and SEO to get the facts out. Israel lacks professional manpower and the budget. We put the money into weapons to defend ourselves, but public opinion has an influence on many lives.”

PARAHNYA Facebook juga bertanggungjawab atas isu-isu pro Israel dan anti Islam:

http://globalvoicesonline.org/2009/01/05/is-facebook-censoring-information-on-israel-and-palestine/

While JIDF believes that “Jew hatred and promotion of Islamic terrorism” remains on Facebook, it seems that supporters of Palestine and Gaza are finding their content censored as well. Rebelliousgirl expressed on Twitter that Facebook has prevented her from using hashtags: (see the pict at that site pelase)

Dan beginilah cara menghapus account Facebook Anda, oiya jangan lupa menyebarkan artikel di atas (kirim artikel ini ke teman-teman Anda di FB,atau di media manapun yang Anda miliki) agar banyak orang mengikuti jejak anda. Kalau bukan Anda yang member contoh, lalu siapa lagi?

Menghapus Akun Facebook

(http://itguidelines.blogspot.com/2008/12/how-to-delete-your-facebook-account.html)

1. Buka akun Anda di facebook, login.

2. Klik setting di kanan atas jendela Facebook dan pilih Account Setting

3. Kemudian muncul jendela baru dan pilih Deactivate Account-deactivate

4. Pilih salah satu alasan Anda mengapa Anda menghapus akun tersebut

5. Isilah halaman tersebut dan masukkan sekuriti kodenya

6. Kalau Anda sudah menemukan pesan ini “Your facebook account has been deactivated” dari tim facebook maka akun anda BERHASIL di hapus.

InsyaAllah saya akan menghapus akun FB saya pada Jumat 16 Februari 2009.

Ana Uswatun K.

Kulliyyah of ICT

International Islamic University Malaysia

To be a great leader and a lovable boss in Turbulent Times 1

Jan18

7 Lessons from (Ret). Gen. Colin Powell

LESSON 1: “Being responsible sometimes means pissing people off.“

Good leadership involves responsibility to the welfare of the group, which means that some people will get angry at your actions and decisions. It’s inevitable, if you’re honorable. Ironically, by procrastinating on the difficult choices, by trying not to get anyone mad, and by treating everyone equally \”nicely\” regardless of their contributions, you’ll simply ensure that the only people you’ll wind up angering are the most creative and productive people in the organization

LESSON 2 : “The day soldiers stop bringing you their problems is the day you have stopped leading them. They have either lost confidence that you can help them or concluded that you do not care. Either case is a failure of leadership.\”

Real leaders make themselves accessible and available. They show concern for the efforts and challenges faced by underlings, even as they demand high standards. Accordingly, they are more likely to create an environment where problem analysis replaces blame.

LESSON 3: Never neglect details. When everyone’s mind is dulled or distracted the leader must be doubly vigilant.”

Strategy equals execution. All the great ideas and visions in the world are worthless if they can’t be implemented rapidly and efficiently. Good leaders delegate and empower others liberally, but they pay attention to details, every day.

LESSON 4: Keep looking below surface appearances. Don’t shrink from doing so (just) because you might not like what you find.”

“If it ain’t broke, don’t fix it” is the slogan of the complacent, the arrogant or the scared. It’s an excuse for inaction, a call to non-arms. It’s a mind-set that assumes (or hopes) that today’s realities will continue tomorrow in a tidy, linear and predictable fashion. Pure fantasy.

LESSON 5: Organization doesn’t really accomplish anything. Plans don’t accomplish anything, either.

Theories of management don’t much matter. Endeavors succeed or fail because of the people involved. Only by attracting the best people will you accomplish great deeds.”

LESSON 6: Great leaders are almost always great simplifiers, who can cut through argument, debate and doubt, to offer a solution everybody can understand.“

Effective leaders understand the KISS principle, Keep It Simple, Stupid. They articulate vivid, over-arching goals and values, which they use to drive daily behaviors and choices among competing alternatives. Their visions and priorities are lean and compelling, not cluttered and buzzword-laden. Their decisions are crisp and clear, not tentative and ambiguous.

LESSON 7: “Have fun in your command. Don’t always run at a breakneck pace. Take leave when you’ve earned it:

Spend time with your families. Corollary: surround yourself with people who take their work seriously, but not themselves, those who work hard and play hard. Spare me the grim workaholic or the pompous pretentious “professional” I’ll help them find jobs with my competitor.

Testing The Leaders in Financial Crisis

  1. Presiden SBY: “Crisis that happened only concerning financial sector, not economics as a whole; government immediately specify the policy so that crisis do not creep to whole society sector” (protects small people, moving real sector and control the financial sector) à Global/ Populist
  2. Wapres JK: “Impact of the global crisis to national economics is very small, only 0.1% national capacities; There is no significant Indonesian governmental institution / private sector investing capital in US; situation crisis oppositely; also make another advantage because decrease of world oil price” à Global/ Pragmatism
  3. Menkeu Sri Mulyani : “Adjustment of APBN 2008 and change of assumption to RAPBN 2009; lead technical meeting and controlling financial sector; holding firm of financial regulation (especially in stock market), restoring public confidence” à Focus/ Professional
  4. Mendag Marie Pangestu: “Protect the domestic market from import incursion, forming task force, observation for imported goods, diversification in export destination and investment target” à Focus/Creative
  5. Gubernur BI Budiono: “Observe the crisis 24/7, alleviating monetary policy to overcome the uncertainty and liquidity crisis, conservative taking care of stability of rate and foreign reserve” à Focus/ Carefulness