Archive December 2008

Who has the D? 0

Dec23

How clear decision roles enhance organizational performance

Besar kecil, terkenal atau tidaknya suatu perusahaan, atau sepintar apapun strategi yang anda miliki, jika kamu tidak bisa menentukan keputusan yang benar, cepat, dan efektif lalu melaksanakan keputusan itu secara konsisten maka bisnis anda akan tenggelam.

Walaupun perusahaan sangat merespect pada keputusan mereka, bagaimanapun mungkin akan terjadi over ambiguitas pada siapa yang bertanggung jawab pada keputusan mana yang telah dibuat. Hasilnya keseluruhan proses pembuatan keputusan akan gagal biasanya disebabkan oleh salah satu dari empat bottleneck:

a. Global vs lokal

Keputusan yang dibuat harus melihat apakah perusahaan beroperasi global atau lokal. Kebanyakan perusahaan memotong batasan antara global dan lokal manajer.jika perusahaan memutuskan untuk beroperasi dalam skala global. Keputusan baru harus menyediakan dasar bagi perusahaan untuk beroperasi secara sukses dengan mendapatkan flexilibilitas pada level lokal.

b. Center vs unit bisnis

Hukum pertama dalam membuat keputusan yang baik adalah melibatkan orang yang benar pada level yang tepat dalam perusahaan.karena perusahaan sering kali menghadapi berbagai tipe masalah.

c. Fungsi vs fungsi

keputusan yang memotong batas antar fungsi adalah termasuk hal penting yang perusahaan hadapi. Karena kebanyakan cross functional decision sulit untuk diatur dan costly.

d. Partner dalam vs partner luar

Perusahaan bisa meng-outsource kapabilitasnya dapat menghemat biaya dan membawa keuntungan dalam persaingan yang mereka hadapi.

Clearing the bottleneck

perusahaan merencanakan sejumlah metode untuk mengklarifikasikan peranan dan pelaksanaan tanggungjawab. Biasanya menggunakan pendekatan yang dinamakan RAPID.ada lima primary roles dalam pembuatan keputusan:(1) recommend, (2)agree, (3)perform, (4)input, (5)decide.

Jika manajer menyadari bahwa mereka mengurangi waktu untuk metting dan tahu mengapa mereka disini, hal itu mengindikasikan bahwa perusahaan telah dapat membuat better decisions.

Converting global presence into global competitive advantage 0

Dec23

Untuk dapat merubah kehadiran global menjadi keunggulan kompetitif global paling tidak sebuah perusahaan harus megeksploitasi lima nilai untuk membuat kesempatan:

1. Beradaptasi terhadap perbedaan pasar lokal

Dengan beradaptasi terhadap lingkungan lokal perusahaan dapat memperoleh beberapa keuntungan(1) menambah pangsa pasar (2) mengembangkan realisasi harga (3) menetralkan competitor lokal. Tentu saja beradaptasi dengan pasar lokal akan menimbulkan obstacle diantaranya, menambah struktur biaya, misguided, lingkungan yang sering berubah.

2. Mengeksploitasi ekonomi skala global.

Dengan mengembangkan skala operasi, perusahaan dapat memperoleh advantage dalam(1) menyebar biaya tetap dalam jumlah yang besar, (2)mengurangi kapital dan biaya operasi per unit, (3) mengelompokkan global purchasing power over supplier, (4) membuat critical mass yang diperlukan dalam aktivitas tertentu. Tantangan yang dihadapi pun akan selalu ada misalnya harus memaksa perusahaan untuk berkonsentrasi pada resources dan aktivitas di satu lokasi, membutuhkan massive restrukturing, membuat perusahaan tergantung pada lokasi.

3. Mengekploitasi ekonomi dalam jangkauan global

Perusahaan dapat mempunyai dua kesempatan potensial yang dapat merubah global scope menjadi keuntungan kompetitif.(1) menyediakan koordinasi jasa untuk pelanggan global, (2)mendongkrak kekuatan pasar mereka.

4. Memilih lokasi optimal unutk aktivitas dan sumber daya.

Optimasi lokasi untuk aktivitas dalam value chain dapat memberikan tiga keuntungan stratejik.(1) peningkatan performance, (2) mengurang biaya, (3) mengurangi resiko. Ada beberapa tantangan dalam menggunakan perbedaan geografis untuk mencetak keuntungan kompetitif global:(1) membutuhkan keahlian manajer, (2) optimal atau tidaknya di suatu lokasi tergantung pada biaya dan kualitas input

5. Maksimalkan transfer pengetahuan menyebrangi lokasi

mengoptimalkan transfer pengetahuan dapat memberikan strategic benefit diantaranya:(1)faster product and process innovation, (2) lower cost innovation, (3) mengurangi resiko.

Implementasi Aksi

  1. Designing an optimal architecture
  2. Building world class competencies

3. Ensuring frictional coordination

Consumer learning 2

Dec23

Bagaimana individual belajar adalah hal terpenting bagi akademian, psikologis, konsumer research, dan untuk marketer. Alasan marketer untuk mengetahui bagaimana konsumen belajar adalah behwa mereka tertarik untuk mengajar mereka, dalam peranan mereka sebagai konsumen tentang produk, atribut produk, dan potensial benefit mereka.

A. The element of consumer learning

Dari persepektif marketer, consumer learning dapat diartikan sebagai proses dimana individual mengakui pengetahuan dan pengalaman tentang pembelian dan konsmsi yang mereka terapkan untuk future related behaviour.

- motivasi

konsep motivasi sangat penting dalam learning teori. Mengapa?karena motivasi seseorang berdasarkan kebutuhan dan tujuan mereka. Motivasi bertindak sebagai pemacu untuk belajar.

- Cues (isyarat)

Jika motivasi dapat menstimulasi pembelajaran, maka isyarat adalah stimuli yang memberikan arah dari motivasi.Cues mengemudikan konsumer ketika mereka konsisten dengan ekspektasi konsumen. Marketer harus berhati-hati dalam memberikan isyarat, jangan melebihi ekspektasi konsumen.

- Response

Bagaimana individual bereaksi terhadap cues atau pengemudinya, bagaimana kelakuannya. Sebuah kebutuhan atau motivasi dapat menimbulkan respon dari konsumen.

- Reinforcement

reinforcement meningkatkan kemungkinan respon yang spesifik yang akan terjadi kedepan sebagai hasil dari cues atau stimuli.

B. Behavioral Learning theory

Teori ini sering disebut sebagai stimulus-response theory karena mereka mendasarkan pemikiran bahwa observable respon pada signal stimuli eksternal yang spesifik yang mengatakan learning mengambil tempat. Terdapat dua teori yang sangat terkenal dan mempunyai relevansi yang kuat untuk marketing :( 1)classical consitioning dan (2) instumental consitioning

1. Classical conditioning

- cognitive associative learning

Kontemporer scientist melihat kondisi klasikal seperti yang mereka pelajari yang mengijinkan organisme untuk mengantisipasi dan “represent” lingkungan mereka.dengan pandangan seperti ini melihat, hubungan antara conditioned stimulus dan unconditioned stimulus mempengaruhi ekspektasi, dan akhirnya perilakunya juga.

- Strategic applications of classical conditioning

Ada tiga basic konsep yang diturunkan dari kondisi classical:(1)repetition(2)stimulus generalization(3)stmulus discrimination. Setiap konsep sangat penting pada strategic application of consumer behaviour.

a. repetition (pengulangan)

akan menambah kekuatan asosiasi antara stimulus terkondisi dan stimulus tak terkondisi, dan memperlambat proses pelupaan. Walaupun begitu riset menyarankan harus terdapat batas pengulangan yang akan mengulang ingatan.karena bila tidak hal ini akan membuat konsumen kenyang sehingga akhirnya malah menurunkan penjualan produk sendiri karena konsumen bosan, peristiwa ini disebut efek advertising wearout. Beberapa marketer menghindari efek ini dengan menggunakan cosmetic variation dalam iklan mereka(menggunakan beckground berbeda, tipe print yang berbeda, orang berbeda dalam iklan, dll) sementara mengulang thema iklan yang sama.

Marketer juga menggunakan subtantive variations yang mengubah isi advertising dengan versi iklan yang berbeda. Sebuah studi mengatakan bahwa metode ini lebih baik daripada cosmetic variation karena konsumen akan mendapat informasi yang lebih tentang atribut produk dan mempunyai pengetahuan yang lebih positif.

b. Stimulus Generalization

berdasarkan teori kondisi klasik, pembelajaran tidak bergantung hanya pada repetition(pengulangan) tetapi juga pada kemampuan individual untuk mengeneralisasikannya. Stimulus generalization menjelaskan mengapa beberapa produk imitasi”me-too” produk berhasil dipasaran. Konsumen bosan dengan produk yang asli yang mereka lihat di iklan.hal ini juga menjelaskan mengapa perusahaan dari brand lokal mengepak produk mereka mirip dengan pemimpin nasional brand. Perusahaan lokal berharap konsumen bosan dengan produk asli sehingga mereka membeli produk mereka daripada produk unggulan.

- Produk line, form, dan category extension.

Prinsip dari stimulus generalization yang diterapkan oleh marketer adalah untuk produk line, form, dan category extension. Dalam produk line marketer menambah produk dengan menggunakan brand yang telah didirikan, sehingga lebih mudah dipasarkan.

Dalam produk category extension marketer memperluas merek untuk merambah target pasar baru didalam kategori atau kelas produk yang ada. Sebagai contoh honda melakukan produk line berdasarkan usionkuran dan jenis mesin, spesifikasi, dan fitur, seperti kharisma, kirana, supra, legenda, dll. Kesuksesan penjualan produk ini tentunya sangat tergantung dengan brand yang ditumpanginya (induknya) jika produk ini sangat kuar dipasaran maka anaknya pun akan ikut laku, karena konsumen percaya akan brand yang tela bagus dipasaran.

- Family branding family branding

marketer melakukan family branding untuk masuk ke kategori produk baru. Misalnya saja kraft foods menjual salad dressings, cheeses, snacks, dan toppings dibawah brand kraft.

- Licensing

lebih dikenal sebagai brand name yang ditambahkan pada produk. Ini adalah salah satu marketing strategi yang mengoperasikan prinsip dari stimulus generalization.

2. Instrumental Conditioning

Seperti kondisi klasik, instrumental conditioning membutuhkan hubungan antara stimulus dan sebuah respon. Bagaimanapun dalam instrumental conditioning, stimulus yang akan menghasilkan respon adalah salah satu hal yang sangat penting.

a. reinforcement of behaviour

Terdapat dua tipe dari reinforcement if behaviour:(1) positive reinforcement dan (2) negative reinforcement. Baik positif maupun negati dapat digunakan untuk mendatangkan sebuah respon.

- forgetting and extinction. Ketika sebuah respon tidak ada penguatan, maka akan menuju suatu titik kepunahan, dimana di titik ini stimulus dan reward yang diharapkan tereliminasi.

b. strategic appications of instrumental conditioning

marketer menggunakan konsep ini ketika mereka menyediakan positif reinforcement dengan menjamin kepuasan konsumen dengan produk dan jasanya

- kepuasan konsumen. Tujuan dari semua marketing adalah usaha untuk memaximalkan sutomer satisfaction. Dapat dilakukan dengan salah satu cara yaitu relatioship marketing yaitu strategi mengembangkan hubungan tertutup secarapersonal dengan customer. Hal in adalah salah satu bentuk nonproduct reinforcement

- reinforcement schedule.marketer harus tahu bahwa kualitas produk harus konsisten tinggi dan menyediakan kepuasan konsumen agar konsumen menjadi loyal dan kontinyu menggunakan produk dan atau jasa kita. Ada tiga tipe reinforcement schedule:total reinforcement, sistematik reinforcement, random reinforcement.

- Massed vs distributed learning. Sebagaimana kita tahu bahwa waktu sangat berpengaruh penting dalam consumer learning. Apakah sechedule learning disebarkan dalam periode waktu tertentu ataukah di “bunched up” semua dalam sekali. Pertanyaan tersebut sangatlah penting bagi perencana periklanan.

c. Cognitive learning theory

learning berdasarkan aktivitas mental disebut cognitive learning. Teori ini memegang bermacam-macam karateristik dari manusia yang akan memberikan problem solving, yang dapat memungkinkan seseorang untuk mendapatkan keuntungan dengan mengendalikan lingkungannya.

1. Information processing

Berhubungan dengan antara kemampuan kognitif seorang konsumen dangan kompleksitasan informasi yang akan diproses. Konsumen memproses informasi produk dengan atribut brand. Perbandingan atara brand, atau kombinasi antara keduanya.

Tiap orang juga berbeda dalam perumpamaan. Itu adalah kemampuan seseorang untuk membentuk mental image. Kemampuan ini dapat diukur dengan imagery vividness, processing style, daydream content, and frequency.

a. bagaimana konsumen menyimpan, manahan, dan mengembalikan informasi?

- menyimpan informasi. Ada beberapa hal yang berhubungan dengan kemampuan konsumen menyimpan informasi: struktur ingatan, sensory store, short term store, long term store, reherseal and encoding

- retain (menahan). Informasi disimpan dalam long memory terdapat dua jalan:(1)episodically dan (2) semantically.

- retrieval. Adalah proses dimana kita menyembuhkan informasi dari penyimpanan yang terlalu lama. Marketer menjaga konsumen untuk selalu mengingat produk benefit dibandingakan dengan atribut, sugesti, dan pesan iklan produk tersebut. Mengapa?karena dengan mengingat benefit dari suatu produk maka konsumen akan selalu mengingat produk tersebut.

b. Limited and extensive information processing.

Terdapat beberapa tahap yang mempengaruhi keputusan membeli seorang konsumen yaitu: awareness, to evaluation, to behaviour, and to final evaluation. Hal ini sering disebut consumer adoption process.

2. Involvement theory

a. Involvement theory dan media strategy

advertising selama ini tidak melibatkan konsumen untuk menjadi active learning atau low involvement information processing, karenanya marketer sebisanya membuat iklan yang mengajak konsumen untuk belajar interaktif.

b. Involvement theory dan consumer relevance

Involvement teori selanjutnya berfokus pada konsumer involvement dengan produk dan pembelian. Level of consumer involvement tergantung pada derajat relevansi perindividu.

c. central and peripheral routes to persuasion

Dasar umum yang berlaku adalah konsumer lebih suka untuk berhati-hati mengevaluasi kebaikan dan kelemahan dari sebuah produk yang mempunyai relevansi terhadapnya.

d. measure of involvement

Riset menyusun dan mengkonseptualisasikan involvement dalam berbagai cara yaitu: ego involvement, commitmenr, communication, purchase importance, extent of information research.

e. marketing applications of involvement

Involvement teori mempunyai beberapa nomor dari strategic aplication untuk para marketer. Dengan mengerti low involvement information processing, marketer dapat meningkatkan keterlibatan konsumer dalam advertising mereka.

d. measure of consumer learning

untuk kebanyakan marketer ada dua tujuan dari consumer learning yaitu menambah market share dan loyalitas konsumen.kedua tujuan ini saling bergantung.

1. recognition and recall measure

reognition diadakan untuk menentukan apakah konsumen mengingat setelah melihat suatu advertising.recognition test berdasarkan aided recall.

a. cognitive response to advertising.

Salah satu ukuran lain untuk mengukur consumer learning adalah derajat dimana konsumer secara akurat mengartikan iklan seperti yang diharapkan.

b. attitudinal and behavioral measures of brand loyalty

Attitudinal measure adalah berhubungan dengan keseluruhan perasaan konsumen tentang produk dan brand. Behavioral measure berdasarkan pada respon yang tampak dan ketertarikan mereka untuk membeli .

c. brand equity

Adalah asset intangible yang dimiliki sebuah merek karena value yang diberikannya baik pada produsen maupun konsumen. Sebuah merek juga dapat memasuki kelas produk lain atau meningkatkan kekokohan ekuitas mereknya melalui co-branding.

Strategy and the Internet 0

Dec23

Dewasa ini internet adalah teknologi yang sangat penting bagi perusahaan, karenanya bukan sesuatu yang asing apabila para investor, eksekutif, dll tidak akan mengabaikan hal ini. Beberapa perusahaan contohnya yang menggunakan internet untuk menggeser dasar kompetisi dari kualitas, feature, jasa, harga, dan membuat pesaing kesulitan dalam industri mereka untuk mencapai profit.

Teknologi internet menyediakan kesempatan yang leih baik untuk mengembangkan strategi yang berbeda daripada teknologi informsi yang terdahulu. Terdapat dua faktor fundamental yang akan menentukan profitabilitas suatu perusahaan:

1. Industri structure

Menentukan profitability pada rata-rata pesaing. Tidak perduli industri baru atau lama struktural actrativeness akan ditentukan oleh lima kekuatan kompetisi:

  1. intensitas kompetisi dari perusahaan yang ada
  2. rintangan pada kompetitor yang baru
  3. Ancaman dari produk dan jasa pengganti
  4. bargaining power of supplier, dan
  5. Bargaining power of buyers

2. Sustainable competitive advantage

Internet akan mempengaruhi keefektifan dari operasional perusahaan dan posisi strategic yang sudah dimiliki. Karenanya hal ini akan membuat perusahaan sulit untuk mempertahankan competitive advantagenya, tetapi menimbulkan kesempatan bari untuk mendapatkan posisi yang strategic dan berbeda dari perusahaan lain.

Banyak perusahaan yang berhasil saat ini adalah perusahaan yang menganggap internet sebagai komplemen bukan sebagai kanibal dari persaingan(tradisional)

Getting Real About Virtual Commerce 0

Dec23

Generasi kedua dari e-commerce telah muncul, yang akan dibentuk dengan strategi daripada eksperiment. Pertarungan perusahaan untuk mendapatkan competitive advantage akan melibatkan tiga dimensi:

1. Reach

berkaitan dengan akses dan koneksi, yang secara sederhana berarti seberapa banyak konsumen yang dapat mengkoneksi adanya bisnis, dan seberapa banyak produk yang dapat ditawarkan pada konsumen.. Reach adalah perbedaan yang paling mencolok antara e- business dan physical business.

2. Richness

adalah informasi yang detail dan mendalam yang dapat diberikan oleh perusahaan pada konsumen, persis seperti dengan informasi yang detail dan mendalam yang didapat perusahaan tentang konsumennya.

Terdapat dua faktor yang membatasi strategi berdasar pada ”rich consumer information”(1)Privasy constrains dan (2)consumer’s option to search and organize information for themselves.

Perusahaan manufacture dapat menggunakan Rich product infoemation jika mengalami kesulitan dalam menggunakan rich consumer information, karena biasanya yang berhubungan secara langsung dengan consumer adalah retailer. Strategi dari reach product lebih efektif ketika inovasi lebih cosmetic daripada kenyataan.

3. Affiliation

kekuatan teknologi yang sama dapat menimbulkan trade-off antara reach dan richness, yang akan menimbulkan dimensi kompetitive ketiga yaitu affiliation.

Reach, afiliation, dan richness akan menimbulkan dilema bagi perusahaan dalam pemasok produk dan retailer. Tetapi hal ini adalah tantangan bagi perusahaan yang akan mengembangkan organisasinya. Sehingga keberhasilan memecahkan hal ini akan menimbulkan kompetitif advantage bagi organisasi secara keseluruhan.