Archive December 2008

Paper: SHORT TERM TRADERS AND LIQUIDITY PENGUJIAN DENGAN DATA BURSA EFEK BOMBAY 0

Dec22

Penulis: Henk Berman, Verkat R. Eleswarapu

Dalam paper ini, peneliti mencoba menganalisa pengaruh short-term trading terhadap harga dan likuiditas saham di Bombay Stock Exchange (BSE) dengan manganalisis efek reaksi harga pasar saham dan likuiditas pada saat terjadinya suatu perubahan besar yaitu adanya pengumuman mengenai keputusan pelarangan sistem Badla.

Di BSE terdapat dua kategori saham yaitu grup A (saham Badla) dan grup B (saham non-Badla). Suatu saham dimasukkan ke dalam grup A karena antara lain berdasarkan volume perdagangan, market capitalization, pola kepemilikan publik, dan pembayaran dividen. Saham grup A (saham Badla) membentuk kira-kira sebanyak 80% dari total volume perdagangan dalam BSE. Saat ini, ada 91 saham yang masuk dalam kategori ini, dan saham yang lain masuk dalam kelompok. Perbedaan mendasar antara saham Badla dan non-Badla adalah prosedur penyelesaiannya (settlement procedures). Pada saham non-Badla, pembayaran dan jual beli saham secara fisik (physical delivery) dilakukan setiap dua minggu, pada tanggal penyelesaian yang ditentukan. Untuk saham Badla, penyelesaian dilakukan dengan: (a) jual beli saham dilakukan setiap dua minggu, (b) mengimbangi pembelian dengan penjualan atau sebaliknya(vice versa), dalam periode akun/account period, atau (c) membawa transaksi ke periode berikutnya yang memungkinkan pelaku pasar modal melakukan spekulasi dengan forward trading.

Latar belakang masalah adalah karena SEBI (Securities and Exchange Board of India) pada tanggal 13 Desember 1993, mengumumkan larangan penggunaan sistem Badla karena dianggap telah menyebabkan spekulasi berlebihan di pasar. Larangan tersebut menimbulkan dampak yang dramatis, pada bulan Maret 1994, volume perdagangan di BSE jatuh secara deamatis. Volume perdagangan apabila dibandingkan antara periode perdagangan April-Desember dengan dua bulan awal sejak diberlakukannya larangan Badla, terlihat bahwa volume perdagangan pada bulan April-Desember untuk saham-saham Badla mengalami penurunan rata-rata perdagangan harian sebesar 72%, sementara pada periode yang sama, saham-saham non-Badla mengalami kenaikan 17%. SEBI menyatakan larangan terhadap sistem Badla tidak mengurangi likuiditas riil dari saham Badla karena jumlah transaksi yang menghasilkan adanya jual-beli dan pemindahan kepemilikan masih sama, denngan kata lain pelarangan terhadap sistem badla berhasil mengurangi short-term trading tanpa mempengaruhi long-term trading. Meskipun terdapat ”kesuksesan” yang terlihat jelas, broker yang ada pada BSE mendesak SEBI untuk menaruh belas kasihan sehingga pada bulan Oktober 1995, SEBI mengumukan bahwa sistem Badla akan diberlakukan kembali dalam bentuk yang telah dimodifikasi dan lebih restriktif.

Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari database DART (Dataline Research and Technology). Peneliti mengambil 61 saham Badla sebagai sampel, dan 61 saham non-Badla yang mempunyai karakteristik likuiditas dan expected return mirip dengan saham Badla sebagai sampel kontrol.

Pengujian pertama dilakukan untuk mengetahui adanya reaksi larangan dan pemberlakuan kembali sistem Badla.

Pada pelarangan/ penghapusan sistem Badla terlihat bahwa yang menarik perhatian adalah tekanan harga yang terjadi relatif lambat. Abnormal return kumulatif pada tanggal 20 januari 1994 mencapai -15,1%

Penerapan kembali sistem Badla denngan sedikit modifikasi dan dengan sistem yang lebih dibatasi cenderung memiliki dampak pergerakan yang tidak dramatis dibandingkan dengan pelarangan sistem tersebut, karena sistem baru yang diterapkan lebih terbatas daripada sistem yang dulu.

Dengan menggunakan pengujian terhadap abnormal return didapatkan bahwa saham yang lebih banyak kehilangan nilai (value) pada saat pelarangan sistem Badla akan mendapatkan lebih banyak nilai (value) pada saat pemberlakuan kembali sistem Badla. Hal ini menjadi suatu dukungan tidak langsung pada gagasan bahwa pelaku pasar sementara (short-term trader) memiliki peranan yang bernilai untuk meningkatkan likuiditas.

Pengujian kedua dilakukan untuk mengetahui hubungan antara reaksi harga dalam pengumuman pelarangan sistem Badla dan kemudian apa pengaruhnya terhadap likuiditas maupun gangguan perdagangan (trading noise) pada saham individu.

Untuk mengetahui apakah perubahan likuiditas menjelaskan adanya abnnormal return dalam pengumuman pelarangan sistem Badla tersebut, penulis menguji perubahan level likuiditas pada saham Badla ketika terjadi pelaranan dan menghubungkan perubahan tersebut dengan CAR.

Dari hasil regresi didapatkan bahwa ada hubungan positif antara reaksi pasar saham dengan perubahan likuidits, lebih jauh lagi, koefisien negatif yang signifikan dalam pola interaksi mengindikasikan bahwa untuk perubahan likuiditas tertentu, keuntungan dari fasilitas Badla yang persepsikan akan semakin tinggi bagi saham yang kurang likuid. Hasil ini dengan jelas menunjukkan bahwa persepsi pasar terhadap aktivitas short-term trader sebagai suatu hal yang bernilai karena dapat meningkatkan likuiditas dari perdagangannya. Atau dengan kata lain, short-term trader akan semakin berharga untuk saham yang kurang likuid.

Untuk mengukur besarnya pengaruh terhadap gangguan perdagangan, peneliti menggunakan perubahan dalam resiko tidak sistematis pada saham individual sebagai penunjuk adanya gangguan perdagangan. Pengujian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa shhort-term trading akan mengakibatkan gangguan perdagangan (trading noise) dan volatilitas.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya short-term trader akan meningkatkan likuiditas dan nilai bagi pasar. Juga terlihat bahwa ada suatu bukti yang menunjukkan bahwa short-term trading dapat meningkatkan gangguan perdagangan (trading noise)

Sejarah Prosessor Intel 1

Dec22

Berikut adalah sedikit sejarah perkembangan prosesor Intel dan para clone-nya yang berhasil disarikan

· Debut Intel dimulai dengan processor seri MCS4 yang merupakan cikal bakal dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk menjadi otak calculator , pada tahun yang sama (1971), intel membuat revisi ke i440. Awalnya dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk pembuatan kalkulator , ternyata prosesor ini jauh lebih hebat dari yang diharapkan sehingga Intel membeli hak guna dari perusahaan Jepang tersebut untuk perkembangan dan penelitian lebih lanjut. Di sinilah cikal bakal untuk perkembangan ke arah prosesor komputer.

· Berikutnya muncul processor 8 bit pertama i8008 (1972), tapi agak kurang disukai karena multivoltage.. lalu baru muncul processor i8080, disini ada perubahan yaitu jadi triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak PMOS lagi), dan mengenalkan pertama kali sistem clock generator (pake chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP Array 40 pins. Kemudian muncul juga processor2 : MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst. Z80 full compatible dengan i8008 hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda (tidak kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan register internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit (dapat mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.

· Thn 77 muncul 8085, clock generatornya onprocessor, cikal bakalnya penggunaan single voltage +5V (implementasi s/d 486DX2, pd DX4 mulai +3.3V dst).

· i8086, prosesor dengan register 16-bit, bus data eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Direlease thn 78 menggunakan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka , sehingga harganya menjadi sangat mahal.

· Maka utk menjawab tuntutan pasar muncul i8088 16bit bus internal, 8bit bus external. Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit bekas i8008. IBM memilih chip ini untuk pebuatan IBM PC karena lebih murah daripada i8086. Kalau saja CEO IBM waktu itu tidak menyatakan PC hanyalah impian sampingan belaka, tentu saja IBM akan menguasai pasar PC secara total saat ini. IBM PC first release Agustus 1981 memiliki 3 versi IBM PC, IBM PC-Jr dan IBM PC-XT (extended technology). Chip i8088 ini sangat populer, sampai NEC meluncurkan sebuah chip yang dibangun berdasarkan spesifikasi pin chip ini, yang diberi nama V20 dan V30. NEC V20 dan V30 adalah processor yang compatible dengan intel sampai level bahasa assembly (software).

Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program yang dibuat untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat untuk 8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus)

· Lalu muncul 80186 dan i80188.. sejak i80186, prosessor mulai dikemas dalam bentuk PLCC, LCC dan PGA 68 kaki.. i80186 secara fisik berbentuk bujursangkar dengan 17 kaki persisi (PLCC/LCC) atau 2 deret kaki persisi (PGA) dan mulai dari i80186 inilah chip DMA dan interrupt controller disatukan ke dalam processor. semenjak menggunakan 286, komputer IBM menggunakan istilah IBM PC-AT (Advanced Technology)dan mulai dikenal pengunaan istilah PersonalSystem (PS/1). Dan juga mulai dikenal penggunaan slot ISA 16 bit yang dikembangkan dari slot ISA 8 bit , para cloner mulai ramai bermunculan. Ada AMD, Harris & MOS yang compatible penuh dengan intel. Di 286 ini mulai dikenal penggunaan Protected Virtual Adress Mode yang memungkinkan dilakukannya multitasking secara time sharing (via hardware resetting).

Tahun 86 IBM membuat processor dengan arsitektur RISC 32bit pertama untuk kelas PC. Namun karena kelangkaan software, IBM RT PC ini “melempem” untuk kelas enterprise, RISC ini berkembang lebih pesat, setidaknya ada banyak vendor yang saling tidak kompatibel.

· Lalu untuk meraih momentum yang hilang dari chip i8086, Intel membuat i80286, prosesor dengan register 16-bit, bus eksternal 16-bit, mode protected terbatas yang dikenal dengan mode STANDARD yang menggunakan memori addressing 24-bit yang mampu mengakses maksimal 16 MB memori. Chip 80286 ini tentu saja kompatibel penuh dengan chip-chip seri 808x sebelumnya, dengan tambahan beberapa set instruksi baru. Sayangnya chip ini memiliki beberapa bug pada desain hardware-nya, sehingga gagal mengumpulkan pengikut.

· Pada tahun 1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali baru: i80386. Sebuah prosesor 32-bit , dalam arti memiliki register 32-bit, bus data eksternal 32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas dengan prosesor generasi sebelumnya, dengan tambahan diperkenalkannya mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing 32-bit, mampu mengakses maksimum 4 GB , dan tidak lupa tambahan beberapa instruksi baru. Chip ini mulai dikemas dalam bentuk PGA (pin Grid Array)

Prosesor Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara

internal . Untuk dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80×87. Sejak 386 ini mulai muncul processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dst, macam-macamnya :

i80386 DX (full 32 bit)

i80386 SX (murah karena 16bit external)

i80486 DX (int 487)

i80486 SX (487 disabled)

Cx486 DLC (menggunakan MB 386DX, juga yang lain)

Cx486 SLC (menggunakan MB 386SX)

i80486DX2

i80486DX2 ODP

Cx486DLC2 (arsitektur MB 386)

Cx486SLC2 (arsitektur MB 386)

i80486DX4

i80486DX4 ODP

i80486SX2

Pentium

Pentium ODP

· Sekitar tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer, peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel meluncurkan seri i80486SX yang tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled . Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri sebelumnya.

· AMD dan Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat prosesor Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip seri sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk membuat chip yang sekelas.

· Tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar Pentium Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun, namun gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun. Sejak Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada diprocessor RISC (RISC spt SunSparc). Vesa Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap karena memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI adalah arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor).. jadi Card VGA PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya

· Tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya . Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .

· Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD . Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.

Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz . Spesifikasi Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005)

Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.

· Tahun 1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti Pentium Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor. Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus. Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan processor, sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan processor module), maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor. Disebutkan juga penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :

Pertama, memperlebar jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di Multithreading / Multiple Processor. ( sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95 ketimbang via NT)

Kedua, memungkinkan upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila tidak ZIF socket 9 , bisa seluas Form Factor(MB)nya sendiri konsep hemat space ini sejak 8088 juga sudah ada .Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? beberapa diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.

Ketiga, memungkinkan penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak seperti AMD / Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII (karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat di processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan terbatas hanya secepat bus data / makin lambat bila bus datanya sedang sibuk, padahal PII thn depan direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan 66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari 430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti Motherboard.

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Bookman Old Style”; panose-1:2 5 6 4 5 5 5 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-GB;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

( sumber : PC Magazine, PC World, BYTE Magazine,

Windows Magazine, dan Intel’s Developers Network )

SWOT dan Seni Perang Sun Tzu 1

Dec22

“Thingking is path of good planning, and vice versa”(didik, 2006)

Di dalam bisnis hampir semua orang mengenal SWOT, yaitu strategi yang dilakukan oleh para marketer sebelum memasukkan produknya ke suatu pasar, harus analisis potensi pasar, analisis kelemahan pesaing, dan berbagai macam analisis yang tujuannya Cuma satu tidak gagal. Itu memang konsep yang sempuran menurut saya tetapi pasti tidak banyak yang tahu bahwa SWOT itu di jiwai oleh seni perang sun tzu. Di dalam seni perang sun tzu dikatakan bahwa perang adalah masalah yang sangat mendasar bagi sebuah Negara, mati hidupnya Negara akan ditentukan oleh perang. Intinya sebelum melaksanakan perang Negara harus memahami benar-benar kekuatan Negara dan medan tempur yang akan digunakan perang.

Di dalam bukunya Sun Tzu meletakkan she chi bien sebagai bab pertama yang berarti menyusun rencana. Di dalam menyusun rencana setidaknya terdapat lima hal yang harus dikuasai sebelum menentukan perang yaitu; Tao, Thien, Tie, Ciang, dan Fak.

  1. Tao, faktor moral. Jika pemimpin negara mendapat dukungan moral dari rakyat, maka rakyatnya pasti siap bertempur dan akan rela berkorban.
  2. Thien, faktor langit. Menyangkut cuaca, musim, gelap-terang, peluang, dan timing
  3. Tie, faktor geografi, jarak, dan terjalnya medan pertempuran.
  4. Ciang, faktor kepemimpinan. Menyangkut wibawa dan kharisma seorang pemimpin yang bijak dan tegas.
  5. Fak, faktor hukum, kedisiplinan, serta struktur organisasi yang rapi dan solid.

Paling tidak suatu Negara minimal harus menguasasi kelima hal tersebut sebelum menentukan perang, karena sebenarnya dengan memahami arti planning kita sedah dapat meramalkan apakah kita akan menang atau di kalahkan lawan.

Didalam bukunya terdapat dua hal yang sangat penting yaitu:

  1. Che Chi Chie Bie, Pai Chan Pai Sen. Artinya, kita harus mengetahui kekuatan maupun kelemahan diri sendiri. Sekaligus, kita harus mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan. Hasilnya, 100 kali berperang, 100 kali menang!
  2. Puk Che Chi Pu Che Bie Pai Chan Pik Pai. Artinya, tidak mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Tidak mengenal kekuatan dan kelemahan musuh. Maka, 100 kali bertempur 100 kali akan kalah!

*Dikutip dari tulisan Andrie Wongso

Financial Engineering di Indonesia 8

Dec22

Sejarah dan Perkembangan Financial Engineering

Akhir tahun 1980-an sangat jelas terlihat bahwa sector keuangan mengalami perubahan secara fundamental. Perkembangan ini didorong oleh perkembangan produk keuangan baru yang sebagian besar berupa produk derivatif dan juga kemajuan dalam teori keuangan. Produk yang baru tersebut dipasangkan dengan kemajuan teori keuangan membuat produk tersebut merupakan solusi yang lebih baik untuk masalah keuangan. Proses perubahan dalam sector keuangan tersebut kemudian memunculkan istilah baru yang disebut Financial Engineering.

Istilah financial engineering mulai digunakan setelah penemuan Black-Scoles-Merton option pricing model awal tahun 1970-an yang mendorong cara baru yang dapat digunakan untuk menyelesaikan financial problem dengan mendesign kontrak yang ter-customize. Financial engineering ini merupakan aplikasi science-based mathematical models untuk keputusan saving, investment, borrowing, lending, dan management risk. Dalam financial engineering ini juga melibatkan pengembangan dan aplikasi teori keuangan dan istrumen keuangan untuk menstrukturisasi solusi dari masalah keuangan yang kommplek dan mengeksploitasi financial opportunities. Jadi, intinya financial engineering merupakan sebuah penomena dalam proses dan produk dalam industri keuangan yaitu pengembangan istrumen dan proses keuangan yang dapat meningkatkan kekayaan stockholder.

Semua inovasi yang diimplemantasikan menggunakan beberapa teknik dasar, yaitu:

1. increasing or reducing risk (options, futures and other more exotic derivatives (RISK MANAGEMENT),

2. pooling risk ( MUTUAL FUNDS),

3. swapping income streams (interest rate swaps),

4. splitting income streams (‘stripped’ bonds), and

5. converting long-term obligations into shorter-term ones atau sebaliknya(maturity transformation).

Factor-faktor yang menstimulasi munculnya financial engineering (Finnerty), diantaranya:

1. risk management,

2. tax advantages,

3. agency and issuance cost reduction,

4. regulation compliance or evasion,

5. interest and exchange rate changes,

6. technological advances,

7. accounting gimmicks and

8. academic research.

Produk Financial Engineering

Financial engineering melibatkan inovasi baik dalam proses dan produk keuangan. Berbagai produk dan proses inovatif pada financial engineering dijelaskan oleh Finnerty, yaitu diantaranya sebagai berikut:

Innovative Product, Process, & Strategy (Finnerty)


Innovation

Innovation


Consumer Type Financial Instrument


Broker cash management account

Municipal bond fund

All saver certificates

Equty access account

Debit cards

Tuition future

Variable or adjustable rate mortage

Money market mutual fund

Money market account

NOW account

Bull/Bear CDs

IRA

Universal/ variable life insurance

Convertible mortage or reduction option loan


Securities


Deep discount/ zero coupon bonds

Floating rate notes

Floating rate tax-exempt notes

Real yield securities

Puttable extendible notes

Interest rrate reset note

Extendible note

Puttable tender bond

Euronotes

Medium term note

Mortage backed bonds

Collateralized mortage obligation

Receivable backed securities

Latter of credit

Interest rate swaps

Interest rate caps/ floor/ collars

Foreign currency denominated bond

Dual currency bondd

Commodity linked bonds

Gold loan

Exchange traded option

Interest rate futures

Option on futures contacts

Warrant to purchase bond

Convertible adjustable preferred stock

Remarketed preferred stock

Adjustable rate convertible debt

Puttable convertible bonds

Synthetic convertible bond

Conveeertible reset debentures

Master limited partnership

Americus trust

Puttable common stock

Stripped debt securities

Floating rate, rating senstive note

Auction rate note

Dollar BILLs

Increasing rate notes

Annuity note

Variable coupon/ rate renewable note

Universal commercal paper

Negotible CDs

Stripped mortage backed securities

Real estate backed bond

Yield curve/ max rate note

Currency swaps

Remarketad reset note

Eurocurrency bond

Principal exchange rate linked securities

Foreign currency future

Stock index future

Forward rate agreement

Adjustable rate preferred stock

Auction rate preferred stock

Indexed floating rate preferred stock

Stated rate auction preferred stock

Convertible exchasnge rate preferred stock

Zero coupon convertible bonds

Mondatory convertible/ equity contract note

Exchange action preferred

Participasing bond

Additional class of common stock

Paired common stock


Financial Process


Shelf regulation

Discount brokerage

Point of sale terminal

Electronic funds transfer

Direct public sale of securities

Automated teller machine

Electronic security trading

CHIPS

Cash management/ sweep account


Finncial Strategies/ Solution


More efficient bond call strategies

Stock for debt swaps

Preferred dividend roll

Leveraged buyout structuring

Project finance

Asset backed financial structuring

Debt for debt exchange

In subtance defeasance

Hedged dividend capture

Corporate restructuring


Dibawah ini dijelaskan berbagai produk financial engineering yang cukup terkenal dan banyak digunakan baik di Indonesia maupun di Luar Negeri:

1. Asuransi Unit Link

Unit link merupakan suatu produk asuransi yang digandengkan dengan skema investasi. Polis asuransi ini termasuk polis asuransi jiwa yang memberikan manfaat proteksi asuransi jiwa dan juga kesempatan untuk berpartisipasi secara langsung dalam pengelolaan investasi yang setiap saat nilai polis bervariasi sesuai dengan nilai aset investasi tersebut. Asuransi jenis ini merupakan perkembangan dari asuransi dwiguna. Hanya pada asuransi unit link dana investasinya dipisahkan dengan dana pertanggungan untuk klaim nasabah. Dana klaim nasabah dikelola oleh perusahaan asuransi, sedangkan dana investasi dikelola oleh manajer investasi yang terpisah.

Oleh karena itu, asuransi unit link mekanisme investasinya lebih transparan karena dana investasi tersebut dikelola secara terpisah sehingga bisa dipertanggungjawabkan kepada nasabahnya.

Dari segi pembayaran premi, produk unit link dapat diklasifikasikan sebagai:

v Polis dengan premi tunggal yaitu polis asuransi yang biasanya tertanggung harus membayar dulu sebelum proteksi asuransinya dimulai. Tujuan dari pembelian polis asuransi ini biasanya untuk investasi jangka panjang, di mana elemen proteksi asuransinya biasanya rendah.

v Polis asuransi berkala dirancang dengan fokus asuransi. Produk ini sangat fleksibel karena penambahan premi sesuai dengan ketentuan administrasi perusahaan diperbolehkan. Kemudian penarikan juga diperbolehkan setelah beberapa tahun premi dibayarkan yaitu untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang selalu berubah terus menerus.

Premi yang dibayarkan pemegang polis digunakan untuk membeli unit dana bersangkutan. Semakin banyak jumlah premi dibayarkan oleh pemegang polis, semakin bertambah unit yang dimilikinya dan harga unit atau nilai unit diumumkan secara berkala.

2. Kontrak Opsi Saham (KOS)

Opsi adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call options) atau menjual (put options) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price) dalam jangka waktu tertentu. Opsi adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call options) atau menjual (put options) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price atau harga patokan / tebus) dalam jangka waktu tertentu.

Kontrak Opsi Saham dapat diperjualbelikan, namun yang dapat diperjual belikan hanyalah hak jual maupun hak beli. Call (put) options adalah kontrak yang memberikan hak (bukan suatu kewajiban) kepada pemiliknya untuk membeli atau (menjual) sejumlah aset dasar dengan harga patokan tertentu sebelum ataupun saat kontrak jatuh tempo.Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh investor dalam berinvestasi di Kontrak Opsi Saham, yaitu:

ü Memberikan fungsi lindung nilai (hedging)terhadap saham acuan (underlying asset)

ü Investor memiliki pilihan untuk menempatkan dananya dalam berbagai jenis intrumen yang pada akhirnya bertujuan untuk mengurangi tingkat risiko dengan diversifikasi.

ü KOS memberikan flaksibilitas waktu bagi investor, sehingga diharapkan dapat mengambil keputusan investasi yang tidak terburu-buru dan lebih rasional.

ü Investor memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pada setiap situasi pasar bila tepat memilih strateginya. Jika harga cederung naik, dapat dipertimbangkan untuk membeli call option. Sebaliknya, harga turun diperkirakan maka dapat mempertimbangkan untuk membeli put option.

3. Asset Backed-Securities

Asset Backed-Securities merupakan suatu sekuritas keuangan yang didukung oleh pinjaman, lease, atau piutang atas aset selain real estate dan mortgage-backed securities. Untuk investor, sekuritas jenis ini merupakan alternatif untuk mencari sumber pembiayaan.

4. Structured Investment Deposit

Structured Investment deposit dihubungkan dengan berbagai underlying investment option untuk meningkatkan potensial return yang dapatditerima oleh investor. Tipe-tipe structured investment deposit ini diantranya:

ü Currency linked

ü Dual Currency Deposit

5. Credit Linked-Note

Credit Linked-Note adalah sekuritas yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau lembaga keuangan dengan tujuan tertentu yang didesign untuk memberikan investor sebesar nilai parnya pada jatuh tempo kecuali ketika referenced credit defaults.

6. Swaps

Swaps digunakan untuk mengurangi potensi risiko dan cost.

Terdiri atas :

  1. Interest Rate Swaps, yaitu sebuah perjanjian antara dua pihak untuk melakukan pertukaran pembayaran bunga ataupun mata uang untuk periode waktu jatuh tempo, pada notional amount tertentu yang telah disetujui.
  2. Currency Swaps, yaitu sebuah perjanjian untuk melakukan pertukaran principal amount dari dua mata uang dan, setelah rentang waktu yang telah ditentukan sebelumnya, mempertukarkan kembali original principal. Currency swaps terjadi ketika dua pihak mempertukarkan utang yang didenominasikan dalam mata uang asing pada interval periodik.

7. Forward

Terbagi menjadi:

a. Forward Forwards, yaitu sebuah kontrak yang menetapkan suatu interest rate saat ini pada deposit atau pinjaman di masa mendatang.

b. Forward Rate Agreement (FRAs), yaitu kontrak forward yang disettle dalam bentuk cash, diperdagangkan di over-the-counter market, yang memungkinkan perusahaan untuk mem-fix-kan suatu interest rate untuk diaplikasikan pada suatu notional amount. Forward Rate Agreement sama dengan forward currency future tapi perusahaan setuju untuk mempertukarkan pembayaran bunga.

8. Convertible Bond

Convertible Bond ini merupakan suatu betuk obligasi dimana holder bisa dikonversikan menjadi saham.

9. Credit Default Swap

Credit Default Swap ini merupakan salah satu bentuk kredit derivatif di mana pihak yang membeli proteksi (protection buyer) membayar biaya (premium) kepada pihak lain yang disebut penjual proteksi (protection seller). Jika terjadi suatu credit event, protection buyer akan menerima sejumlah bayaran dari protection seller. Premi yang dibayarkan protection buyer kepada protection seller bisa dilakukan sekaligus (lumpsum) atau secara periodik. Credit event di sini bisa saja kejadian default-nya suatu debitor dari protection buyer atau turunnya peringkat surat utang (obligasi). Credti Default Swaps tidak sepenuhnya bisa menghilangkan risiko kredit karena bisa saja penjual proteksi juga mengalami default saat debitor bank mengalami default

10. Total Return swaps (TRS)

. TRS adalah kontrak yang dibuat ketika satu pihak (protection buyer) akan melakukan pembayaran secara periodik yang dihubungkan dengan total return (kupon bunga plus capital gain) dari suatu aset referensi kepada protection seller. Protection seller akan membayar secara periodik kepada protection buyer yang berbasis pada suku bunga referensi (misal London interbank offered rate(LIBOR) atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Jika aset yang menjadi referensi mengalami penurunan harga akibat credit event, protection buyer akan menerima bayaran dari protection seller. Sebaliknya, jika aset referensi mengalami kenaikan harga, protection buyer akan membayar kepada protection seller.

11. Credit Swap

yaitu swap yang seluruh nilainya tergantung pada underlying credit quality.

12. Credit spread option

sebuah opsi yang payyoff-nya didasarkan atau tergantung pada credit-spread. Ada dua jenis credit spread option ini, yaitu:

- Credit call spread

- Credit put spread

13. Currency Option

Currency option merupakan suatu kontrak dari writer (seller) yang memberikan hak, tapi bukan obligasi, kepada holder (buyer) untuk membeli atau menjual suatu jumlah standar mata uang yang tersedia, pada suatu fixed exchange rate untuk suatu periode waktu yang fixed. Jenis/ tipe currency options:

v American; artinya exercise date mungkin terjadi setiap saat hingga expiration date.

v European; atinya exercise date terjadi hanya pada expiration date.

Currency option digunakan bagi perusahaan yang melakukan hedging terhadap foreign exchange rate risk dimana sizable unrealized gain telah terjadi karena perubahan exchange rate atau melalui aliran forthcoming mata uang asing. Currency option digunakan bagi speculators untuk mendapatkan profit dari perubahan exchange rate yang favorable.

14. Futures

Futures contracts merupakan kontrak yang ditulis dengan melibatkan kuantitas standar dari mata uang tertentu yang tersedia, pada fixed exchange rate, dan pada tanggal delivery yang telah ditetapkan sebelumnya

15. Equity Related Securities

Equity related securities bisa berbentuk convertibledebt, equity option, warrant, subcription right, pooled investment vechicle, index future & option contract.

Perkembangan dan Aplikasi Produk financial Engineering di Indonesia

Perkembangan produk keuangan inovatif cukup pesat untuk beberapa tahun terakhir, ini dikarenakan tren dunia dalam pengembangan instrumen keuangan derivatif untu mengurangi risiko dan untuk lindung nilai (hedging). Perkembangan produk derivatif ini bisa dilihat baik dalam sektor perbankan, perusahaan asuransi, pasar modal dan berjangka, dan pada sektor keuangan lainya.

Perusahaan Asuransi di Indonesia mulai menawarkan produk financial engineering seperti Asuransi Unit linked. Perkembangan jenis prduk asuransi ini cukup pesat. Beberapa perusahaan asuransi di Indonesia yang menawarkan produk asuransi jenis ini diantaranya: PT Panin Life Tbk, AJ Manulife Indonesia, Sun Life Financial Indonesia, Allians Life Indonesia, PT BNI Life Insurance, PT Asuransi Takaful Keluarga, PT Astra CMG Life. Persahaan-perusahaa tersebut nmenawarkan unit link dengan berbagai macam varian produk seperti Allians Life Insurance yang menawarkan unit link dengan varian produk sebagai berikut:


ü SmartLink Cash Fund

ü SmartLink Fixed Income Fund

ü SmartLink Rupiah Balance Fund

ü SmartLink Dollar Managed Fund

ü AlliSya Cash Fund

ü AlliSya Fixed Income Fund

ü AlliSya Balance Fund


Selain itu juga, perusahaan asuransi di Indonesia telah menawarkan produk bank-assurance, seperti yang telah dilakukan oleh PT Asuransi Takaful yang melakuakn kerjasama dengan BPD untuk melaksanakan bisnis bank-assurance ini.

Dalam sektor Perbankan National produk-produk financial engineering (misal Structured Investment Deposit, Credit linked Notes, Asset backed securities) sebagian besar pertama kali dikenalkan oleh bank-bank asing sehinnga mereka menjadi market leader untuk innovative product tersebut, sedangkan bank-bank nasional hanya menjadi market follower. Structured Investment Deposit telah ditawarkan oleh bank asing seperti Bank HSBC, NISP.

Istrument derivative seperti option dan future telah banyak digunakan di Indonesia ini bisa dilihat sejak Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya mulai memperkenalkan option dan future. Kontrak opsi yang tersedia di BEJ bisa untuk call ataupun putt option. Saham-saham yang listing di BEJ tidak semuanya menjadi underlying asset bagi suatu opsi tetapi hanya saham-saham yang memiliki tingkat frekuensi perdagangan dan volatilitas harga yang tinggi, serta memiliki tingkat kapitalisasi pasar yang besar. Di awal peluncurannya, terdapat lima saham yang bisa dijadikan acuan dalam KOS yaitu saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Astra International Tbk (ASII), HM Sampoerna Tbk (HMSP), Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Kelima saham acuan ini akan di evaluasi setiap enam bulan, dimana dapat dimungkinkan adanya tambaan untuk mengakomodir kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Future mulai diperdagangkan di Indonesia sejak tahun 2001, BES meluncurkan produk derivative LQ Futures yang menggunakan indeks LQ45 sebagai underlying assetnya. BES merupakan bursa pertama yang mengeluarkan futures indeks lokal. Sebagai perwujudan untuk menjadi bursa benchmark luar negeri maka pada tahun 2004, BES meluncurkan dua jenis futures luar negri dengan underlying indeks DJIA dan DJTitan100 yang dikeluarkan oleh Dow Jones Company. Spesifikasi kontrak future dimana LQ45 menjadi underlying assetnya, yaitu:

LQ Futures

Underlying

LQ45

Multiplier

Rp. 500.000 per point indeks

Bulan Kontrak

2 kontrak Bulan terdekat (spot month dan 2nd Month) dan 1 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Jun dan Des)

Jam Trading

Hari Senin s/d Kamis: Sesi 1: 09.15 – 12.00 WIB Sesi 2: 13.30 – 16. 15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09. 15 – 11.30 WIB Sesi 2: 14.00 – 16. 15 WIB

Last Trading Day

Setiap Hari Bursa terakhir setiap bulan kontrak

Margin Awal

IDR 3.000.000/ kontrak

Tanggal 21 Juni 2005 BES kembali meluncurkan kontrak baru Yng disebut Mini LQ Futures. Mini LQ Futures adalah kontrak yang menggunakan underlying yang sama dengan LQ Futures yaitu indeks LQ45, hanya saja Mini LQ Futures memiliki multiplier yang lebih kecil (Rp 100 ribu / poin indes atau 1/5 dari LQ Futures) sehingga nilai transaksi, kebutuhan marjin awal, dan fee transaksinya juga lebih kecil. Dan pada tanggal 21 Nopember 2006, Bursa Efek Surabaya (BES) meluncurkan tipe baru dari Kontrak Berjangka Indeks Efek (KBIE) LQ45. Tipe KBIE baru ini dinamakan LQ45 Futures Periodik, yaitu kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode Hari Bursa tertentu. Spesifikasi untuk kontrak future baru yang dinamakan LQ45 Future Periodik, yaitu:

LQ 45 FUTURES PERIODIK

Underlying

Indeks LQ45

Multiplier

Rp.500.000,-

Tipe KBIE

Text Box:  	Tipe KBIE	Kode KBIE a	Kontrak Periodik 2 Mingguan	LQ2WYYMDD b	Kontrak Periodik Mingguan (5 Hari Bursa)	LQ25DYYMDD c	Kontrak Periodik Harian (2 Hari Bursa)	LQ2DYYMDD

Jam Perdagangan

Senin-Kamis : sesi I : 09.15-12.00 WIB; sesi II : 13.30-16.15 WIB Jum’at : sesi I : 09.15-11.30 WIB; sesi II : 14.00-16.15 WIB

Fraksi Harga

0,05 poin indeks

Komponen Penilaian Kesehatan Bank Umum dan BPR 5

Dec22

Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum

Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP berlaku sejak 31 Mei 2004, yang juga sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum ,Bank wajib melakukan penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara triwulanan.

Tingkat Kesehatan Bank merupakan hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu Bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas aset, manajemen, rentabilitas, likuiditas, dan sensitivitas terhadap risiko pasar. Penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan melalui penilaian kuantitatif dan atau kualitatif setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari faktor-faktor penilaian serta pengaruh dari faktor lainnya seperti kondisi industri perbankan dan perekonomian nasional.

Penilaian terhadap faktor-faktor CAMELS, terdiri dari:

a. Permodalan (Capital)

Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor permodalan antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:

1. kecukupan pemenuhan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) terhadap ketentuan yang berlaku

2. komposisi permodalan

3. trend ke depan/proyeksi KPMM

4. aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan modal bank

5. kemampuan bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan (laba ditahan)

6. rencana permodalan bank untuk mendukung pertumbuhan usaha

7. akses kepada sumber permodalan

8. kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan bank.

b. Kualitas Aktiva (Asset Quality)

Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor kualitas aktiva antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:

1. aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan total aktiva produktif

2. debitur inti kredit di luar pihak terkait dibandingkan dengan total kredit

3. perkembangan aktiva produktif bermasalah/non performing asset dibandingkan dengan aktiva produktif

4. tingkat kecukupan pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP)

5. kecukupan kebijakan dan prosedur aktiva produktif

6. sistem kaji ulang (review) internal terhadap aktiva produktif

7. dokumentasi aktiva produktif

8. kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah.

c. Manajemen (Management)

Penilaian terhadap faktor manajemen antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:

1. manajemen umum

2. penerapan sistem manajemen resiko

3. kepatuhan bank terhadap ketentuan yang berlaku serta komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak lainnya.

d. Rentabilitas (Earnings)

Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor rentabilitas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:

1. Return on Assets (ROA)

2. Return on Earnings (ROE)

3. Net Interest Margin (NIM)

4. Biaya Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO)

5. perkembangan laba operasional

6. komposisi portofolio aktiva produktif dan diversifikasi pendapatan

7. penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya

8. prospek laba operasional.

e. Likuiditas (Liquidity)

Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor likuiditas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:

1. aktiva likuid kurang dari 1 bulan dibandingkan dengan pasiva likuid kurang dari 1 bulan

2. 1-month maturity mismatch ratio

3. Loan to Deposit Ratio (LDR)

4. proyeksi cash flow 3 bulan mendatang

5. ketergantungan pada dana antarbank dan deposan inti

6. kebijakan dan pengelolaan likuiditas (Assets and Liabilities Management/ALMA)

7. kemampuan bank untuk memperoleh akses kepada pasar uang, pasar modal, dan sumber-sumber pendanaan lainnya

8. stabilitas Dana Pihak Ketiga (DPK)

f. Sensitivitas terhadap resiko pasar (Sensitivity to market risk)

Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor sensitivitas terhadap resiko pasar antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:

1. modal atau cadangan yang dibentuk untuk meng-cover fluktuasi suku bunga dibandingkan dengan potential loss sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) suku bunga

2. modal atau cadangan yang dibentuk untuk meng-cover fluktuasi nilai tukar dibandingkan dengan potential loss sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) nilai tukar

3. kecukupan penerapan sistem manajemen resiko pasar.

Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Tingkat kesehatan BPR merupakan tolok ukur untuk menilai kinerja BPR. Sama halnya dengan bank umum, tolok ukur ini dilihat dari lima aspek, yaitu aspek permodalan, kualitas aset/aktiva produktif, manajemen, rentabilitas dan likuiditas (CAMELS), dengan bobot sebagai berikut :

FAKTOR CAMEL

BOBOT

Permodalan

30%

Kualitas Aktiva Produktif

30%

Manajemen

20%

Rentabilitas

10%

Likuiditas

10%

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan BPR adalah pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dan faktor judgement. Faktor judgement adalah faktor-faktor yang dapat menurunkan tingkat kesehatan bank menjadi Tidak Sehat apabila terdapat perselisihan intern, campur tangan pihak ketiga, window dressing, bank dalam bank, kesulitan keuangan dan praktek perbankan lainnya yang menyimpang. Penilaian Tingkat Kesehatan terbagi dalam 4 kategori yaitu Sehat, Cukup Sehat, Kurang Sehat dan Tidak Sehat.

Dalam melakukan kegiatan usahanya, BPR wajib mematuhi prinsip kehati-hatian, yang antara lain mencakup ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) dan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).